::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Didatangi Prabowo, Kiai Said Tegaskan Tak Bisa Beri Dukungan Politik

Senin, 16 Juli 2018 22:10 Nasional

Bagikan

Didatangi Prabowo, Kiai Said Tegaskan Tak Bisa Beri Dukungan Politik
Kiai Said mendapat kunjungan Prabowo (16/7)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa dirinya tidak bisa digunakan untuk mendukung politik. Hal ini ia sampaikan usai menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.

“Toh semua orang tahu bahwa saya bukan ketua partai politik. Oleh karena bukan partai politik, tidak bisa digunakan untuk mendukung-dukung politik,” ujarnya kepada awak media di Gedung PBNU lantai tiga, pada Senin (16/7) malam

Lebih lanjut, Kiai Said juga menyatakan bahwa NU menolak dengan tegas jika agama dijadikan alat politik.

“Sikap NU tegas menolak ketika agama jadi alat politik,” katanya menceritakan apa yang ia sampaikan kepada Prabowo, “Apa pun alasannya, agama tidak boleh jadi alat politik,” lanjutnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu menyebut bahwa naif dan konyol jika hal itu bisa terjadi.

“Betapa naifnya, konyolnya yah kalau agama yang nilai-nilai universal, nilai-nilai ilahiyah berjalan untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka menjalin silaturahim.

"Prabowo sudah lama belum silaturahim ke PBNU," ujar Kiai Said.

Silaturahim ini, kata Kiai Said, bukan untuk politik praktis. Tetapi guna menjalin silatul afkar atau bertukar pemikiran. Prabowo menyatakan akan selalu berkonsultasi dengan NU. Hal ini mengingat NU merupakan institusi penting dan terpercaya. (Syakir NF/Kendi Setiawan)