IMG-LOGO
Wawancara

Penting bagi Guru Mempunyai Kompetensi dan Komitmen


Selasa 17 Juli 2018 07:30 WIB
Bagikan:
Penting bagi Guru Mempunyai Kompetensi dan Komitmen
Ketum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim
Kompetensi merupakan hal mutlak bagi seorang guru dalam mendidik murid-muridnya. Tanpa kompetensi, tidak mungkin pendidikan menghasilkan lulusan yang kompeten. Untuk mencetak generasi-generasi kompeten, guru harus memiliki jangkauan dalam mengajar sehingga capaiannya jelas.

Tidak hanya kompetensi, tetapi guru harus memiliki komitmen dalam mendidik. Komitmen ini sebagai fondasi untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan secara umum. Komitmen dalam mendidik perlu dibangun yang empunya kebijakan pendidikan untuk mewujudkan kesejahteraan guru.

Kompetensi dan komitmen akan melahirkan tanggung jawab seorang pendidik kepada anak didiknya. Seperti kompetensi, komitmen, dan tanggung jawab guru harus diwujudkan? Berikut perbincangan jurnalis NU Online Fathoni Ahmad dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim:

Bagaimana melihat pendidikan di Indonesia saat ini?

Saat ini ekonomi Indonesia masih terpengaruh dengan pasar global atau internasional. Hal ini menyebabkan ekonomi Indonesia masih terombang-ambing, meskipun dunia mengakui Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi stabil.

Hal ini disebabkan salah satunya karena Indonesia belum kompetitif dalam bidang ekonomi kemudian menghasilkan kekayaan. Kenapa? Karena tidak bisa menyerap tanggung jawab-tanggung jawab pendidikan yang disampaikan gurunya.

Tetapi, bagaimana dengan kondisi guru-gurunya sendiri?

Di satu sisi, mungkin guru-gurunya juga kurang terampil dalam menyampaikan tanggung jawabnya, baik materi pendidikannya maupun materi ajarnya, dan materi kedisiplinannya.

Sehingga anak-anak didik yang dihasilkan atau diluluskan tidak kompetitif. Jika persoalannya seperti ini, mari sama-sama bangkit agar bangsa Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri. Guru di seluruh Indonesia harus sadar untuk mencetak anak yang pintar, cerdas, sehat, baik akhlaknya. Ini memerlukan kepedulian di samping membutuhkan kompetensi.

Bagaimana guru didorong untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan maju?

Ada dua hal besar yang harus diperhatikan oleh guru yaitu kompetensi dan komitmen. Komitmen untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawab guru tetapi juga harus mempunyai komitmen. Sehingga untuk mempunyai komitmen harus mempunyai kompetensi, sesuatu yang harus disampaikan kepada anak didik.

Bagaimana mewujudkan dan mencetak generasi enterpreneurship?

Ya harus memperkuat tanggung jawab keterampilan. Saat ini seolah pemerintah hanya memprioritaskan sekolah-sekolah advokasi atau kejuruan tanpa mandiri memiliki pabrik-pabrik besar sendiri.

Lah, ini anak dididik hanya menjadi pekerja atau buruh. Pabrik yang ada milik asing. Saya sebagai penyelenggara dan pengelola pendidikan tidak akan mendirikan SMK sebelum saya mempunyai pabrik sendiri. Berapa kali saya didorong dan disuruh mendirikan SMK, tetapi tidak ada dalam konsep kepala saya untuk mendirikan SMK.

Jika kita tarik pada tujuan pendidikan nasional, tantangan dunia pendidikan dan pendidikan Islam secara umum seperti apa?

Kekurangpahamannnya untuk mewujudkan sejumlah tanggung jawab pendidikan untuk kemudian merealisasikan kesejahteraan dan menegakkan keadilan. Jika lembaga pendidikan dan lembaganya memahami tanggung jawab dan tujuan pendidikan, maka akan menjadi lembaga pendidikan terbaik.

Apa usaha yang harus dilakukan oleh anak didiknya?

Anak didik tetap harus dimotivasi oleh para guru sehingga muncul motivasi dalam dirinya. Makanya salah satu kelebihan Pesantren Amanatul Ummah setiap hari diberikan motivasi. Misal diterangkan bahwa manusia adalah binatang yang cerdas (al-insanu hayawanun natiqun). Jika tidak cerdas, maka manusia adalah binatang karena natiq-nya tidak ada.

Dampak ketidakcerdasan manusia ialah manusia pada akhirnya akan menjadi objek eksploitasi sehingga menyebabkan suatu bangsa tidak akan pernah maju.

Bagaimana rahasia agar santri atau anak didik tidak hanya pintar ilmu umum, tetapi juga menguasai kitab kuning?

Kalau tuntas jangkauan, pasti akan menguasai semuanya. Jangkauan yang dilaksanakan di Pesantren Amanatul Ummah ialah tuntas dalam mempelajari kitab kuning dan ilmu-ilmu umum. Buktinya, alumni Amanatul Ummah banyak yang diterima di Eropa, Jepang, dan Timur Tengah. Itu bukti bahwa mereka juga memahami kitab kuning, bahasa Arab, dan ilmu umum.

Mereka tidak mungkin diterima di Timur Tengah tanpa menguasai kitab kuning. Setiap tahun, tidak kurang dari 30 siswa diterima sekolah di Timur Tengah.

Terkait kesejahteraan guru, bagaimana Pergunu mendorong terwujudnya kesejahteraan guru?

Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada para guru, tidak perlu merengek-rengek menuntut kesejahteraan. Wujudkan dulu kualitas dirimu dalam mengajar dan mendidik siswa. Kualitas guru akan menentukan kualitas sekolah. Kualitas sekolah tentu akan menjadi daya tarik masyarakat untuk menempatkan siswanya di sekolah-sekolah terbaik.

Jika sekolah sudah menjadi daya tarik masyarakat berbagai level, kesejahteraan guru dengan sendirinya akan mengikuti. Kualitas yang diwujudkan sekolah, bagaimana sekolah mampu menyediakan layanan bagi potensi-potensi yang dimiliki oleh anak didik ketika masuk sekolah.

Sebab itu, kembali pada jangkauan-jangkauan yang harus diwujudkan oleh sekolah dan para guru kepada anak didiknya agar mampu mencetak generasi bangsa yang juga komprehensif ilmu dan pengetahuannya. (*)
Tags:
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG