IMG-LOGO
Daerah

Pesantren Mamba'ul Ma'arif Jombang Buka Kaligrafi Online

Rabu 18 Juli 2018 4:0 WIB
Bagikan:
Pesantren Mamba'ul Ma'arif Jombang Buka Kaligrafi Online
Kelas Kaligrafi Mamba'ul Ma'arif Jombang
Jombang, NU Online
Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memuka kelas kaligrafi online. Salah satu pengurus, Zainul Mujib mengatakan kelas online kaligrafi ini menjadi salah satu layanan bagi mereka yang ingin belajar kaligrafi, maupun sekedar memperbaiki tulisan Arab dan sekaligus menjawab tantangan zaman.

"Sekarang kita buka metode belajar khat atau kaligrafi dengan cara online. Ini untuk menjawab tantangan zaman. Nanti semua konsep belajarnya kita pandu lewat akun Instagram dan Facebook termasuk mengirim hasil karyanya. Sistem belajar seperti ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan jarak," kata Mujib, Selasa (17/7).

Waktu pembelajaran untuk kelas online ini berlangsung seminggu sekali dan materi khat-nya bertahap.

Menurut Mujib, para santri pecinta kaligrafi Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denayar tergabung dalam Sekolah Kaligrafi Al-Qur'an (Sakal). Metode yang digunakan adalah sanad taqlidi (manhaj hamidi).

"Sakal ini dibentuk pertama kali oleh beberapa santri dari asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar. Hingga kini Sakal terus eksis dan melahirkan banyak kaligrafer kelas dunia," katanya.

Selain kelas online, juga dibuka kelas reguler dengan sistem pembelajaran setiap hari kecuali hari Jumat. Untuk waktunya pukul 16.00-17.00 WIB serta pukul 19.00-21.00 WIB dan bertempat di lantai satu Auditorium Pesantren Mamba'ul Ma'arif. Peserta pembelajaran kelas ini dikenai tarif super murah yaitu Rp50 ribu setiap bulan.

Model terahir yaitu kelas nonreguler dan waktu pembelajaran sesuai kesepakatan antara guru dan siswa. Semua tanpa biaya alias gratis. Dari sistem pembelajaran ini banyak para pecinta kaligrafi dari berbagai daerah di Nusantara yang datang ke Denanyar untuk belajar khat.

"Lulusan Sakal tersebar di mana-mana dan bahkan banyak alumni kita yang berkompetensi pada perlombaan kaligrafi internasional. Untuk di Jawa Timur kita sudah langganan juara terutama waktu MTQ. Pialanya numpuk di lemari," beber Mujib.

Kedepan, Mujib dan pengelola Sakal bercita-cita menjadikan Indonesia kiblat kaligrafi dunia. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar tidak hanya dilihat dari jumlah manusianya tapi juga rentetan karyanya yang melimpah.

"Kita di sini berharap Indonesia jadi kiblat seni khat dunia, minimal nomor dua setelah negara Turki. Saat ini kita sedang merintis kesana dengan kerja keras semua pasti bisa," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 18 Juli 2018 23:0 WIB
Ketua NU Bekasi Kisahkan Khalifah Umar Abdul Aziz di Depan Walikota Terpilih
Ketua NU Bekasi Kisahkan Khalifah Umar Abdul Aziz di Depan Walikota Terpilih
Ketua PCNU Kota Bekasi, KH Zamakhsari A. Majid
Bekasi, NU Online
Di tahun 99-101 Hijriyah, ada seorang tokoh bernama Umar bin Abdul Aziz yang menjabat sebagai khalifah. Ketika itu, banyak pihak yang sangat keras dan radikal mencerca serta menghina eksistensi Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PCNU Kota Bekasi, KH Zamakhsyari Abdul Majid saat sambutan dalam acara Halal bi Halal dan Tasyakuran Ulama se-Kota Bekasi atas terpilihnya H Rahmat Effendi dan H Tri Adhianto Tjahyono Walikota dan Wakil Walikota Bekasi periode 2018-2023, di Aula Muzdalifah, Islamic Center KH Noer Ali, Kota Bekasi.

"Kita tahu antara Muawiyah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib terjadi gesekan yang sangat keras, tetapi Umar bin Abdul Aziz tidak terpengaruh, tapi justru menjadi sosok yang menyejukkan bagi berbagai pihak yang bertikai," katanya.

Saat Umar bin Abdul Aziz dilantik, sang khalifah itu mengucapkan innalillahi wa inna ilahi raji'un. Kemudian, Kiai Zamakhsyari menganjurkan kepada Walikota dan Wakil Walikota Bekasi terpilih untuk mengatakan hal yang sama.

"Jadi, Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota harusnya juga begitu. Saat dilantik nanti katakanlah innalillahi wa inna ilahi raji'un," tuturnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi ini mengungkapkan bahwa jabatan adalah amanah. Kalau tak mampu menjaga dan melaksanakannya, maka yang terjadi adalah musibah.

"Artinya, bahwa kita sangat sadar kalau kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Termasuk apa-apa yang ada pada kita hanyalah milik Allah semata. Kemenangan ini, kita yakini sebagai takdir yang telah ditetapkan Allah," pungkas Pemilik Pondok Pesantren Daarul Qur'an, Setu, Kabupaten Bekasi ini.

Acara halal bi halal dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Rais PCNU Kota Bekasi KH Mir'an Syamsuri, dan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Bekasi KH Sukandar Ghazali.

Tampak hadir Katib PCNU Kota Bekasi KH Acep Basuni, Ketua Muslimat NU Kota Bekasi Umi Hj Tati Arianingsih. Selain itu hadir pula pengurus PCNU Kota Bekasi, dan banom lainnya seperti IPNU-IPPNU, serta organisasi masyarakat (ormas) dan kepemudaan se-Kota Bekasi. (Aru Elgete/Muiz)
Rabu 18 Juli 2018 20:30 WIB
Pengalaman Dakwah di Pulau Dewata (1)
Memantapkan Keyakinan di Kampung Jawa
Memantapkan Keyakinan di Kampung Jawa
Surabaya, NU Online
Berbagai pengalaman menarik dikisahkan Ustadz Fathul Qodier yang melakukan kegiatan di kawasan Denpasar Bali. Sejumlah kisah disampaikan dalam tiga tulisan berikut ini.

Awalnya alumnus Pesantren Lirboyo Kediri tersebut diundang mengisi ceramah halal bi halal sekaligus dialog keaswajaan dan diskusi terkait masalah Nahdlatul Ulama. Penyelenggaranya adalah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Dauh Puri Kaja bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Denpasar, Bali, Sabtu (14/7). 

“Kegiatan berlangsung di Mushalla Pesantren Darunnajah Al-Mas'udiyyah, Wanasari, Denpasar Utara yang populer dengan sebutan Kampung Jawa,” katanya, Rabu (18/7). Sebutan itu lantaran daerah tersebut merupakan basis Islam dan NU. 

Kala itu seluruh pengurus dan aktivis NU sekitar wilayah Denpasar diundang. “Mulai pengurus cabang, Banom seperti Muslimat dan Fatayat NU, Ansor, Banser, hingga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII,” ungkapnya. 

Usai acara, dirinya didekati oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Denpasar yang baru, H Pujianto. Ia mengatakan sembari berbisik agar berkenan hadir besok siangnya pada acara halal bi halal dan taaruf PCNU yang baru. “Dan saya diminta untuk mengisi ceramah khususnya berkaitan dengan materi keaswajaan dan seputar NU,” ungkap tim narasumber Pimpinan Wilayah Aswaja NU Center Jatim ini. 

Singkat cerita, di hadapan para jamaah yang kebetulan juga dihadiri masyarakat sekitar, materi yang disampaikan alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut seputar halal bi halal. 

“Mulai dari latar belakang sejarah muncul istilah tersebut dan penggagasnya yakni Bung Karno dan KH Abdul Wahab Hasbullah,” katanya. Pada kesempatan tersebut juga dilanjutkan dengan pembahasan bahwa halal bi halal sebagai pengejawantahan syariat Islam khususnya berkaitan dengan silaturahim dan media rekonsiliasi sosial, lanjutnya.

Untuk meyakinkan hadirin, diuraikan pula beberapa dalil baik dari Al-Qur'an dan Assunnah. “Halal bi halal adalah kegiatan sosial keagamaan yang murni produk ulama Nusantara,” jelasnya. Hal tersebut juga berlaku sebagaimana tahlilan, istighotsah, peringatan muharram, maulid Nabi, nuzulul Qur'an, ngapati kehamilan, mitoni, acara kirim doa kematian dan tradisi lain yang populer dilakukan warga NU dan mayoritas umat Islam Indonesia, lanjutnya. 

Menurut Ustadz Ustadz Fathul Qodier, tradisi halal bi halal dan kegiatan yang jamak dilakukan warga NU adalah buah kecerdasan ulama Nusantara dalam mendialogkan nash syariat dengan realitas sosial. “Sehingga berhasil menjadi problem solving atas kebuntuan komunikasi antarmasyarakat,” jelasnya. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)
Rabu 18 Juli 2018 20:0 WIB
Virus Cinta Pelajar NU Menyebar di Pucuk Gunung Salem
Virus Cinta Pelajar NU Menyebar di Pucuk Gunung Salem
IPNU Salem di acara MPLS
Brebes, NU Online
Virus virus cinta pelajar NU kini menyebar hingga ke pucuk gunung Salem tepatnya di SMP Ma'arif 06 Ciputih, Salem sekitar 80 kilometer dari pusat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Virus tersebut disebar jajaran Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan  Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Salem di kancah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin hingga Rabu (16-18/7). 

“Kita perkenalkan IPNU dan IPPNU sebagai organisasi pelajar zaman now yang terus mengikuti perkembangan zaman namun tetap mempertahankan akidah Ahlussunah Wal Jamaah ala NU,” ujar Ketua PAC IPNU Salem Pulung Aguswanto, Rabu (18/7).

Menurutnya, penyebaran virus cinta ini untuk pengkaderan secara masif sehingga tidak terasa para pelajar di sekolah yang didatangi makin cinta dengan pelajar NU. Tanpa harus dipaksa paksa, kalau pelajar NU berkualitas otomatis akan mendapatkan simpati dan dengan senang hati bergabung ke IPNU-IPPNU. 

Alhamdulillah, penyebaran virus cinta pelajar NU mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Pimpinan Komisariat,” tandasnya.

Wakil Ketua PAC IPNU Salem Zayinur Rofik menyampaikan tentang sejarah ke-IPNU-an dengan sisik meliknya. Zayin memotivasi dengan bergabung ke IPNU maka pergaulannya menjadi positif.  Karena tidak dipungkiri, meski di pucuk gunung, remaja kita digempuri oleh berbagai pilihan yang tidak hanya bersifat positif tapi juga lebih banyak yang negatif. 

“Jangan sampai, kita terjerembab ke dalam pergaulan yang menyimpang, negatif,” pesan Zayin yang menandaskan kalau ikut IPNU diyakini akan selamat, terhindar dari pergaulan yang menyimpang.

Sekretaris PAC IPNU Salem Deni Susanto menyampaikan, dengan mengikuti organisasi maka akan mengetahui tentang Manajemen Organisasi. Dengan manajemen yang baik maka organisasi akan terus berputar dengan lancar dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. 

Manajemen organisasi harus dikuasai setiap anggota agar mampu menyelesaikan masalah yang selalu timbul kapan pun dan di mana pun ketika menjalankan roda organisasi. (Wasdiun/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG