Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Jabar Dukung Rencana Perda Pesantren

NU Jabar Dukung Rencana Perda Pesantren
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri Kongres MTQ Nasional Antarpondok Pesantren di Karawang.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri Kongres MTQ Nasional Antarpondok Pesantren di Karawang.
Jakarta, NU Online 
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah mendukung usaha Gubernur terpilih Jawa Barat Ridwan Kamil yang berencana membuat peraturan daerah untuk kemajuan pesantren. Rencananya, melalui Perda tersebut, pemerintah  daerah dapat membantu biaya operasional pesantren. 

"Kami dari PWNU mengapresiasi pada inisiatif Pak Gubernur terpilih yang telah menunjukkan keberpihakanya kepada pondok pesantren," kata Kiai Hasan, Jumat (20/7).

Menurutnya, bantuan biaya operasional melalui Perda sangat membantu dan meringankan beban pesantren-pesantren yang selama ini belum memiliki sumber dana yang tetap dan belum mendapat perhatian dari pemerintah. 

Namun demikian, dirinya mengaku belum memahami secara detail rancangan Perda tersebut sehingga belum mau banyak memberikan tanggapan. "Belum begitu paham karena rencana isinya seperti apa juga belum tahu," ucap pria yang karib disapa Gus Hasan itu. 

Nantinya, katanya melanjutkan, jika nantinya Perda secara resmi disahkan, Pemprov harus mengawal agar tujuan dari Perda tersebut tercapai. "Kami berharap, Perda pesantren dapat segera terwujud sehingga bisa memaksimalkan pesantren dalam  peranannya sebagai benteng moral dan keilmuan bagi generasi Bangsa," ucapnya. 

Baginya, selama ini, pengakuan pemerintah terhadap peran pesantren dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam merebut dan mengisi kemerdekaan belum maksimal. Oleh karena itu, diharapkan melalui Perda ini, pemerintah mampu memberi perhatian yang nyata kepada pesantren.

Seperti dikabarkan, Ridwan Kamil menyampaikan rencananya membuat Perda pesantren saat menghadiri acara Kongres Kelima, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Antarpondok Pesantren Kedelapan dan MTQ Internasional II di Pesantren Ash-Shiddiqiyah III, Cilamaya, Kerawang, Jawa Barat, Ahad (15/7).

Dalam pandangan Ridwan Kamil, selama ini, Indonesia belum mampu berlaku adil terhadap pendidikan yang ada di negeri dengan jumlah penduduk terbanyak ke lima di dunia itu. Orang yang mengenyam pendidikan di sekolah dan madrasah memperoleh dana operasional pendidikan, sementara santri tidak mendapatkannya. 

"Santri yang kurus-kurus dan wajahnya yang susah ini insyaallah kami akan urus dengan rutin per orang per tahun yang memadai," kata pria yang karib disapa Kang Emil itu. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Posisi Bawah | Youtube NU Online