IMG-LOGO
Nasional

Di Depan Jokowi, Alumni PMII Bacakan Manifesto Melawan Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi

Jumat 20 Juli 2018 21:45 WIB
Bagikan:
Di Depan Jokowi, Alumni PMII Bacakan Manifesto Melawan Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi
Pembacaan manifesto IKA PMII
Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional Ikaran Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Munas IKA PMII) ke-6 tak hanya sebagai forum memilih pengurus dan menyusunan program kerja organisasi. Lebih dari itu, Munas dijadikan sebagai  konsolidasi intelektual, moral dan sosial dalam merespons berbagai dinamika kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan. 

Dalam pembukaan Munas yang dihelat di Hotel JS Luwansa Jakarta, Jumat (207), sebelum pembukaan, di hadapan Presiden Joko Widodo, Sekjen IKA PMII, M Hanif Dhakiri menyampaikan manifesto IKA PMII dalam melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi. Ketiga isu tersebut saat ini sering mengemuka dan dianggap mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebelum membacakan manifesto, Hanif yang juga Menteri Ketenagakerjaan itu mengajak seluruh ketua pengurus wilayah IKA PMII untuk naik ke panggung.

“Kepada Bapak Presiden, izinkan kami membacakan manifesto IKA PMII dalam melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi,” kata Menteri Hanif di hadapan Presiden.

Berikut adalah naskah manifesto tersebut:

Manifesto Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dalam Melawan Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi
Bahwa Negara Indonesia sebagai Negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila adalah hasil konsensul yang besifat final dan sudah teruji dalam sejarah yang panjang, sehingga Indonesia terus terjaga sebagai Negara yang damai dan bersatu. Namun demikian, masih saja muncul kelompok masyarakat yang terus menebar kebencian radikalisme dan intoleransi atas nama agama yang dipahami secara dangkal, dan dampaknya sangat terasa merusak sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 
Oleh karena itu, untuk menghindari resiko sosial dan politik yang mengancam Indonesia kedepan, bersama ini, IKA PMII menegaskan manivesto melawan radikalisme terosisme dan intoleransi :
 
1. IKA PMII bertekad senantiasa menjadi penyangga utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Melalui jaringan alumni PMII yang tersebar di seluruh Indonesia, dan berkiprah di berbagai bidang pengabdian, IKA PMII menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memerangi radikalisme, terorisme dan intoleransi yang mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
2. IKA PMII akan bekerja sama dangan berbagai pihak yang mendukun pencegahan terhadap radikalisme, terorisme dan intoleransai. Dan sebaliknya IKA PMII akan menantang, melawan pihak pihak terindikasi mendukung atau membiarkan berkembangnya ajaran yang berbau radikalisme, terorisme dan intoleransi.
 
3. IKA PMII mengajak semua komponen bangsa, khususnya pimpinaan partai politik dan tokoh-tokoh masyarakat untuk tidak mempolitisasi kasus SARA yang dapat menimbulkan kebencian dan sikap intoleran di tengah masyarakat.  Kami juga mengajak para elit politik dan semua pihak untuk memperkuat dialog dan kerjasama melawan radikalisme terorisme dan intoleransi.
 
Jakarta, 20 Juli 2018
Salam Pergerakan.

Usai pembacaan, Presiden Jokowi berinisiatif langsung naik ke panggung acara dan menerima naskah manifesto tersebut. (Red: Kendi Setiawan)
Tags:
Bagikan:
Jumat 20 Juli 2018 23:15 WIB
Serahkan Sapi, Kemendes Dorong Produktivitas Transmigran UPT Gindopo
Serahkan Sapi, Kemendes Dorong Produktivitas Transmigran UPT Gindopo
Toli-toli, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyerahkan bantuan 330 ekor ternak sapi kepada warga transmigran di eks Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Gindopo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Senin (16/9). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kompensasi atas tidak tersedianya Lahan Usaha II di lokasi tersebut.

“Kompensasi ini diberikan kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan mereka. Kami sudah membuat kesepakatan agar ada jalan tengah sehingga para transmigran tetap produktif,” ujar Staf Khusus Menteri, Risharyudi Triwibowo di UPT Gindopo mewakili Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Pemberian ratusan ekor sapi tersebut, ujar Triwibowo, akan dibagi menjadi dua tahap pengiriman. Penyerahan tahap pertama yakni sebanyak 100 ekor sapi betina. Tahapan berikutnya yakni pengiriman sebanyak 200 ekor sapi betina dan 30 ekor sapi jantan.

“Sapi yang diterima nantinya akan dikelola secara komunal terpadu sebanyak 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 50 Kepala Keluarga. Tentu pengelolaannya akan melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” lanjutnya

Pemberian ratusan sapi tersebut juga disertai dengan pembuatan enam kandang sapi komunal, penanaman dan penghijauan pakan ternak (rumput gajah) di sekitar kendang. Selain itu, juga akan ada pelatihan selama tiga hari yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

“Ke depan tentu kita berharap dengan manajemen usaha yang dikelola BUMDes, mereka dapat memberi nilai tambah kotoran sapi menjadi penghasil pupuk organik dan biogas. Energi tersebut dapat mereka gunakan untuk kepentingan rumah tangga para transmigran,” pungkas Triwibowo. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 20 Juli 2018 20:45 WIB
PEKAN OLAHRAGA PEREMPUAN
Pekan Olahraga Perempuan Fatayat NU Kembali Digelar
Pekan Olahraga Perempuan Fatayat NU Kembali Digelar
Pembukaan POP Fatayat NU Region Jatim, Jumat (20/7)
Tulungagung, NU Online
Perhelatan Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018 kembali digelar. Salah satu hajat besar Fatayat NU ini berlangsung di Tulungagung pada 20-23 Juli. POP dimaksudkan untuk membudayakan olahraga terutama bagi perempuan.

Secara meriah, Gelaran POP region Jatim ini resmi dibuka oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta beserta Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini, Jumat (20/7. Bertempat di GOR Lembu Peteng, acara pembukaan ini diikuti oleh 1500 orang peserta yang diawali dengan senam massal dan doa bersama. Pelepasan ratusan balon oleh peserta menandai POP resmi dibuka. 

Dalam sambutannya, Anggia menegaskan niat kuat Fatayat NU untuk memajukan bangsa melalui ajang olahraga. "Kalau olahraga sudah menjadi gaya hidup dan membudaya, lama-lama orang akan merasa olahraga itu hal yang ringan dan gampang dilakukan dan saya yakin perempuan yang disebut sebagai tiang negara harus sehat lahir batin agar negara ini kuat," kata Anggia.

Menurutnya Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Salah satu indikatornya adalah olahraga masih belum rutin dilakukan. "Terutama bagi perempuan, olahraga masih dianggap hal yang serius dan biasanya lelaki saja yang suka," ujarnya.

Anggia berharap acara POP ini bisa  membangunkan semangat perempuan dalam berolahraga. Bahwa pemahaman olahraga itu sebagai dasar kesehatan fisik agar mereka menjadi sehat sangat penting ditanamkan. Selain itu, POP ini merupakan ajang pelestarian olahraga tradisional. Gobak sodor menjadi salah satu cabor magnetik bagi peserta. 

Pembudayaan olahraga tradisional menjadi ciri ajang POP. Masih dalam sambutannya, Anggia mengajak peserta dan seluruh masyarakat untuk nguri-nguri (menjaga dan melestarikan) olahraga tradisional yang merupakan produk asli Indonesia. "Seperti mengenang masa kecil dulu, katika main sodor dan menang rasanya bangga sekali. Nah, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan ini?" Imbuhnya.

Disisi lain, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, mengapresiasi gelaran ini. "Jadi ada lima prinsip olahraga yang mudah sekali untuk diingat, yaitu 5M (murah, meriah, manfaat, mudah, massal) dan ini ajang olahraga perempuan pertama yang berbasis organisasi, ini luar biasa," terangnya. 

Isnanta mengakui kegiatan semacam ini perlu ditindaklanjuti terutama untuk olahraga tradisional. Ia berharap tahun-tahun berikutnya ada cabang olahraga lain yang bisa ditampilkan.

Sebagai informasi, gelaran POP region Jatim ini diikuti oleh sedikitnya 31 organisasi perempuan dan klub dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan tiga cabor yang dipertandingkan yaitu bola voli, bulutangkis dan gobak sodor. Total keseluruhan peserta mencapai 320 orang, meliputi Cabor bola voli 16 tim, bulutangkis 15 tim dan gobak sodor 16 tim. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 20 Juli 2018 20:30 WIB
Pemerintah Bangun Ribuan BLK di Pesantren Tahun Depan
Pemerintah Bangun Ribuan BLK di Pesantren Tahun Depan
Jokowi buka Munas keenam IKA PMII
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo menyatakan, untuk menghadapi persaingan global, investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi kata kunci untuk bersaing dengan negara lain. Untuk itu, pemerintah akan terus meningkatkan pembangunan SDM. Termasuk peningkatan SDM di kalangan pondok pesantren. 

Pemerintah berkomitmen membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di pesantren guna meningkatkan SDM para santri. “Tahun depan, pemerintah akan membangun minimal seribu BLK di pesantren, lengkap dengan gedung dan peralatannya,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dan membuka Munas ke-6 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (20/7).

Sebelumnya, sebagai proyek percontohan, pada tahun 2016 Kementerian Ketenagakerjaan mendirikan BLK di 50 pondok pesantren dan tahun 2018 sebanyak 75 pondok pesantren.

Selain sebagai bagian pembangunan SDM, pendirian BLK di pondok pesantren juga bagian dari wujud kepedulian pemerintah terhadap keberadaan pondok pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai 29 ribu lebih.

Presiden melanjutkan, pemerintah juga telah membangun 40 bank mikro di pondok pesantren. Jika evaluasinya menunjukkan hal positif, tahun depan, jumlah tersebut akan dibangun lebih banyak lagi. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj dalam memberikan sambutan sebelum Presiden Jokowi, mengatakan salah satu tanggung jawab pemerintah maupun organisasi adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG