IMG-LOGO
Daerah

KKM STISNU Tangerang Usung Tema Kebangsaan

Sabtu 21 Juli 2018 7:0 WIB
Bagikan:
KKM STISNU Tangerang Usung Tema Kebangsaan
KKM STISNU Tangerang
Tangerang, NU Online
Mahasiswa harus kembali ke masyarakat, ilmu yang ia pelajari di kelas perkuliahan perlu diterapkan dan itu sebagai wujud pengabdian agen perubahan. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Ssekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang Bahrudin saat membuka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISNU 2018 di Kantor Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, Jumat (20/7) siang.

"Mahasiswa ini sebagai agen of change. Makanya, mereka perlu mengamalkan ilmunya ke masyarakat sebelum mendapat gelar sarjananya. Sepintar apapun, kalau ia belum bisa memberikan kontribusi keilmuan ke masyarakat, maka tidak bisa disebut sarjana," terangnya.

Ada 70 mahasiswa yang melaksanakan KKM yang berlangsung dari 20 Juli sampai 20 Agustus 2018. Mereka ditempatkan di Desa Kubang dan Benda.

"70 mahasiswa yang akan tinggal selama sebulan di Sukamulya. Mereka sudah kami bekali ilmu dan skill sesuai jurusan masing-masing," terangnya.

Dikatakan, tema yang diusung tentang Keaswajaan dan Kebangsaan. Setiap kelompok perlu memenuhi penelitian, pengajaran dan pengabdian. Kegiatan utamanya meliputi penyebaran dan penguatan nilai-nilai Aswaja dan Pancasila, pengembangan ekonomi, deradikalisasi dan penghijauan.

"Kegiatan mereka kita batasi pada tema keaswajaan dan kebangsaan. Dari tema ini, setiap kelompok akan menjalankan kegiatan pokok seperti pengenalan nilai-nilai Aswaja dan Pancasila, deradikalisasi, ekonomi dan lingkungan. Adapun bentuk kegiatannya kita serahkan kepada masing-masing kelompok," pungkasnya. (Suhendra/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 21 Juli 2018 22:0 WIB
Liga Santri Region I Siap Digelar di Jateng
Liga Santri Region I Siap Digelar di Jateng
Acara pertemuan tim Liga Santri di Demak Jateng
Demak, NU Online
Hajatan Liga Santri Nusantara (LSN) Region I Jawa Tengah tahun 2018 siap digelar di Pati dan Demak dengan jumlah peserta 30 tim. Kepastian jumlah tim LSN setelah digelar Manager Meeting dan Drawing LSN Region Jateng I Tahun 2018 di Hotel Amantis Demak, Sabtu (21/7). 

Terkait pelaksanaan LSN 2018, ada kelonggaran persyaratan peserta, yakni sesuai ketentuan syarat peserta adalah santri yang lahir pada tahun 2001, namun ada kelonggaran setahun yakni yang lahir di tahun 2000 namun maksimal hanya 5 orang tiap tim.

"Jadi, yang tahun lalu sudah punya pengalaman ikut bermain, kali ini bisa ikut lagi," ujarnya.

Koordinator Regional I Jateng LSN 2018, Fahsin M Faal mengatakan, LSN sudah digelar oleh Kemenpora bersama RMI NU sebanyak empat kali. Diharapkan, tahun-tahun berikutnya dapat terus digelar.

"Kalaupun tidak ada, kemarin Sekjen PSSI sudah menyampaikan akan menjadikan LSN sebagai agenda PSSI. Ini adalah kehormatan bagi kalangan santri untuk dapat berperan di sepakbola di Indonesia," katanya.

Pada LSN 2018, nantinya juara dari masing-masing region akan mewakili daerah untuk bertanding di tingkat nasional yang rencananya digelar September 2018 mendatang di Surakarta Jateng.

Ditambahkannya, LSN yang pesertanya adalah para santri telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi sportifitas dan akhlak santri. Sehingga, diharapkan dari LSN 2018 ini akan muncul lagi pemain muda yang mampu mewarnai sepakbola tanah air.

"Kita patut berbangga alumni LSN 2016 M Rafly menjadi top skor di Piala AFF 2018 di Sidoarjo lalu, kita berharap akan muncul lebih banyak lagi Rafly lainnya di LSN tahun ini," tegasnya.

Ketua RMI NU Jateng KH Mandzur Labib atau Gus Mandzur mengatakan, di era sekarang santri bukan hanya sekadar dakwah di daerahnya ketika pulang dari pesantren. Tapi sekarang, medan juang sudah meluas, salah satunya santri dapat memberikan contoh dalam sebuah kompetisi.

"Kompetisi LSN ini misalnya, bagaimana menjadi atlet yang berprestasi serta berakhlakul karimah," ujarnya.

Gus Mandzur juga mengatakan, M Rafly adalah alumni LSN tahun kedua di bawah RMI NU. Maka, diharapkan di LSN tahun ini kembali muncul atlet yang berprestasi.

"Semoga juara nanti dari Region I Jateng. Tahun kemarin ada dua wakil dari Jateng yaitu Manbaul Hikmah (Manhik) dan Pesantren Walisongo Sragen yang masuk nasional," katanya. (Zulfa/Muiz)
Sabtu 21 Juli 2018 21:0 WIB
30 Tim Akan Ikuti Liga Santri Nusantara Region I Jateng Tahun Ini
30 Tim Akan Ikuti Liga Santri Nusantara Region I Jateng Tahun Ini
acara undian peserta LSN di Demak Jateng
Demak, NU Online
Gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) kerjasama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) akan kembali digelar di tahun 2018 ini.  Jawa Tengah Region I, meliputi Karesidenan Semarang dan Karesidenan Pati, akan digelar di dua tempat.

Untuk Karesidenan Pati akan digelar pada 5-10 Agustus 2018 di Stadion Krida Rembang, sementara Karesidenan Semarang akan digelar pada 6-11 Agustus 2018 di Stadion Pancasila Demak.

Kepastian LSN setelah digelar Manager Meeting dan Drawing LSN Region Jateng I Tahun 2018 di Hotel Amantis Demak, Sabtu (21/7) 

Ketua panita pelaksana LSN region I Jawa Tengah 2018, M Nuris Salam menyebutkan, pada LSN Region I Jateng tahun ini diikuti oleh 30 tim.

"Sebanyak 14 tim dari Karesidenan Pati antara lain Pesantren Roudlotul Tholibin Rembang, Alhamdulillah Kemadu Rembang, Sirojut Tholibin Grobogan, Al-Alif Blora, Nurul Huda Ngawen Blora, Assalam Kradenan Grobogan, dan Salafiyah Blora," ujarnya.   

Selanjutnya, Pesantren Darul Falah Cluwak Pati, Yanbu' Kudus, Al-Barkah Sulang Rembang, Darul Falah Gembong Pati, Khozinatul Ulum Blora, Mubtaghal Mujtahidin Sedan Rembang, dan Al-Mubarok Sawahan Rembang.

Dikatakan Nuris, untuk Karesidenan Semarang sejumlah 16 tim, antara lain Pesantren Al-Islah Mangkang Semarang, Askhabul Kahfi Mijen Semarang, Futuhiyyah Mranggen Demak, Kiai Gading Mranggen Demak, Amsilati Bangsri Jepara, Balekambang Jepara, dan Bina Insani kabupaten Semarang.

Kemudian Irsyadul Hasan Karangawen Demak, Nurul Ulum Kabupaten Semarang, Manbaul Hikmah Kendal, Miftahul Huda Peron Kendal, Al-Islah Demak, Al-Mubarok Gajah Demak, Hidayatul Mubtadiin Sayung Demak, Al-Fadhila Demak, dan Al-Furqon Demak.

Sebelum pengundian jadwal pertandingan, diawali dengan diskusi bola. Hadir sebagai narasumber Sudirman (mantan pemain bola), AKBP Maesa Soegriwo (Kapolres Demak) dan Edy Sayudi (Ketua PSSI Demak). Semua narasumber ini memang pegiat bola di kawasan Demak. Hingga tak salah panitia mengundang mereka sebagai kapasitas pecinta bola. (Zulfa/Muiz
Sabtu 21 Juli 2018 20:30 WIB
Guru Pegang Peranan Sentral dalam Pendidikan
Guru Pegang Peranan Sentral dalam Pendidikan
Bupati Tegal, Hj Umi Azizah
Tegal, NU Online
Guru memegang peran sentral dalam sistem pendidikan. Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pengajaran, tetapi juga melatih anak-anak belajar. Keseterdiaan tenaga guru, secara kuantitaif maupun kualitatif menjadi tantangan serius yang harus kita pecahkan bersama.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Bupati Tegal, Hj Umi Azizah, saat menghadiri acara Halal bi Halal Keluarga Besar PGRI Kabupaten Tegal, Sabtu (21/07) di Obyek Wisata Waduk Cacaban, Kedungbanteng, Tegal.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Retno Suprobowati, Ketua PGRI Kabupaten Tegal yang juga Ketua PCNU, H Akhmad Was’ari.

"Berbicara tentang pendidikan, tentunya kita harus terbuka dengan posisi bangsa Indonesia di kancah ASEAN, yang tidak lagi terbatas pada skala nasional yang diukur melalui komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," ujarnya.

Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pengajaran, tetapi juga melatih anak-anak belajar memahami dan mengatasi problem hidup mereka sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. 

“Tantangan dunia pendidikan tidaklah ringan.” tegasnya.

Berdasarkan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015, jumlah Anak Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Tegal mencapai 11.940 anak, yang terdiri dari usia 7-12 tahun 2.695 anak. Sedangkan APS usia 13-15 sebanyak 9.225. Sedangkan data BPS di Kabupaten Tegal menyebutkan angka rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Tegal usia 15 tahun ke atas. 

“Sementara pada tahun 2016 mencapai 6,54 tahun, lebih rendah dari rata-rata Jawa Tengah yang mencapai 7,15 tahun dan rata-rata nasional 7,95 tahun,” paparnya.

Dalam momentum ini, Umi berpesan kepada forum PGRI untuk selalu menjadi pribadi yang baik, menjadi panutan dalam kejujuran dan kesederhanaan, bukan saling berkompetisi pamer kemewahan.

"Guru harus mampu mengantarkan kebahagiaan bagi muridnya. Murid bisa melupakan apa saja yang diajarkan maupun dilakukan gurunya, tapi murid akan selalu mengingat dan mengenang apa saja yang membuat hati mereka tersentuh,” tutupnya.

Ketua PGRI Kabupaten Tegal H Akhmad Was’ari mengatakan, PGRI adalah wadah organisasi profesi, yang mengantarkan peserta didik dalam memberikan karya bagi bangsa dan negara. 

“Guru itu pendidik bangsa, menanamkan karakter kepada anak. Pendidikan memanglah bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari pendidikan,” imbuhnya. (Nurkhasan/Muiz)  
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG