IMG-LOGO
Daerah

PMII Kalbar Dukung Sukses Asian Games

Sabtu 28 Juli 2018 6:0 WIB
Bagikan:
PMII Kalbar Dukung Sukses Asian Games
Pontianak, NU Online
Sebentar lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pesta olahraga negara se-Asia itu diharapkan bisa menggerakkan emosi dan semangat rakyat.

“Indonesia untuk kali kedua akan menjadi tuan rumah Asian Games setelah terakhir kali mendapat kepercayaan di tahun 1962,” kata Muammar Kadafi, Jumat 27/7). 

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat (Kalbar) ini berharap ada banyak kemajuan yang akan diraih imbas dari hajatan olahraga tersebut. “Saat menggelar Asian Games pada 1962, wajah Jakarta berubah 180 derajat. Presiden Soekarno ketika itu menginstruksikan pembangunan jalan layang Semanggi, transportasi umum, dan Hotel Indonesia,” katanya.

Yang lebih hebatnya lagi, Indonesia sebagai negara yang masih berusia 17 tahun langsung bisa membangun Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dengan kapasitas penonton mencapai seratus ribu. “Bahkan keberadaannya saat itu sebagai salah satu stadion termegah di dunia,” ungkapnya.

Kini, efek dari Asian Games yang akan berlangsung pada bulan depan kembali terlihat. Pemerintah dengan cepat membangun transportasi MRT sampai merombak kawasan GBK. Dengan kehadiran Asian Games di Jakarta dan Palembang, semua elemen turut serta menyambut pesta empat tahunan itu.

“Tidak terkecuali PKC PMII Kalimantan Barat yang memiliki banyak harapan jelang dimulainya pesta akbar yang dilaksanakan 18 Agustus hingga 2 September 2018,” katanya.

Ratusan kader PMII memenuhi bundaran Degulis Untan. Mereka membawa bendera peserta Asian Games sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pesta se-Asia tersebut.

"Sudah barang tentu ini harus menjadi energi bagi kita semua untuk menggerakkan emosi, semangat, dukungan, dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Muammar Kadafi. Dirinya berharap seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke turut serta menggelorakan semarak Asian Games XVIII 2018, lanjutnya. 

Dirinya juga mengapresiasi berbagai elemen dalam turut menyemarakkan Asian Games ini. “Kami juga sangat apresiasi terhadap TNI-Polri yang siap menjaga dan menyukseskan Asian Games kedelapan belas,” pungkasnya. (Arifuddin/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Sabtu 28 Juli 2018 23:0 WIB
Nelayan Puger Butuh Penyelesaian Konprehensif
Nelayan Puger Butuh Penyelesaian Konprehensif
Banser Jember bersama nelayan puger
Jember, NU Online
Salah satu pertanyaan yang selalu muncul di benak masyarakat ketika mendengar adanya kapal yang tenggelam dihantam ombak di Pelawangan, Pantai Pancer, Puger  adalah mengapa nelayan masih saja berani melaut saat ombak mengganas. 

Jawabannya karena nelayan butuh makan. Sehingga meskipun ada tanda bahaya agar nelayan tidak malaut untuk sementara, namun itu tak membuat mereka ciut nyalinya. 

"Ya masalahnya sampai kapan mereka harus istirahat melaut. Sementara kebutuhan hidup mendesak setiap hari," ujar  Sekretaris PAC Ansor Puger, Sunaryono kepada NU Online di Puger, Kamis (26/7).

Menurut Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Moch Eksan, untuk menyelamatkan nelayan dari rutinitas kecelakaan laut, butuh penyelesaian konprehensif. Tidak hanya menghimbau agar nelayan tidak melaut ketika ada  ombak besar.

"Dihimbau atau dilarang bagaimanapun kalau akar masalahnya tidak disentuh, tidak bakal mempan," jelasnya saat mengunjungi Posko  Terpadu di Pantai Pancer,  Puger belum lama ini.

Wakil Sekretaris PCNU Jember itu menambahkan, akar masalah dari nekatnya nelayan untuk melaut dalam kondisi apapun adalah kurangnya pemerataan ekonomi.

Sudah begitu, kebiasaan nelayan untuk meminjam modal kepada "pengambek" cukup membudaya. Pengambek adalah orang yang memberikan pinjaman uang kepada nelayan dengan kesepakatan tertentu yang cenderung memberatkan nelayan.

"Jadi ini ada problem budaya, problem kesadaran juga dan sebagainya. Kalau soal tehnis saya kira tidak ada masalah," lanjutnya.

Oleh karena itu, Eksan mengaku akan membawa persoalan tersebut ke DPRD Jawa Timur untuk dicarikan solusi terbaiknya. "Akan kami panggil Dinas Sosial, BPBD (Badan Penagulangan Bencana Daerah) dan pihak-pihak terkait untuk membicarakan itu," urai Eksan (Aryudi Abdul Razaq/Muiz)
Sabtu 28 Juli 2018 22:30 WIB
Tips Cari Jodoh ala Kiai Husein Ilyas
Tips Cari Jodoh ala Kiai Husein Ilyas
Kiai Husein Ilyas
Mojokerto, NU Online
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kiai Husein Ilyas memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang sudah siap menikah, namun belum menemukan jodoh. Ia pun membagikan trik agar para pemuda maupun pemudi tidak galau memikirkan pasangan hidup.

Tips dari KIai Husein ini cukup ringan dan hampir semua umat Islam bisa melakukannya. Tips tersebut yaitu rutin melakukan shalat wajib lima waktu yang meliputi subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya. Selanjutnya setiap usai shalat fardu, setelah salam dilanjutkan membaca doa sapu jagat sebanyak 15 kali secara rutin dan istiqamah.

“Bagi yang ingin mendapatkan jodoh maka baca doa, Rabbana atina fiddunya hasanah wa filakhirati hasanah sebanyak 15 kali setiap habis shalat fardlu. Insyaallah diijabahi," katanya pada pengajian rutin di kediamannya, Jumat (27/7).

Setelah menikah Kiai Husein mengingatkan pasangan suami istri untuk mendidik putra-putri mereka. Ia pun menyebutkan ada tiga kunci bahagia di dunia. Tiga hal tersebut yakni mencintai nabi, mencintai keluarga nabi, dan mencintai kitab suci Al-Qur'an sepanjang hidupnya.

“Sesuatu yang dicintai dan yakin tidak bisa dipisah yaitu cinta sama Nabi Muhammad saw, mencintai keluargan Nabi dan mencintai Al-Qur’an. Ajarkan cinta ini kepada anak-anak," ujar Pengasuh Pesantren Al Misbhar, Karangnongko, Mojokerto ini.

Ia pun menjelaskan yang dimaksud keluarga Nabi, bukan hanya keluarga dalam ikatan darah, tetapi ulama pun termasuk di dalamnya. "Keluarga Nabi Muhammad ada yang menyebutnya sayid, habib. Dan ulama juga termasuk keluarga. Sesuai dengan hadits Al ulama’ warastul anbiya," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Kendi Setiawan)
Sabtu 28 Juli 2018 22:0 WIB
Radikalisme Sudah Ada sejak Zaman Sahabat
Radikalisme Sudah Ada sejak Zaman Sahabat
Pengurus Aswaja NU Center Jatim, Yusuf Suharto
Jombang, NU Online
Keberadaan kelompok radikal atau radikalisme sebetulnya bukan hal baru. Beberapa abad silam tepatnya pada masa sahabat, kelompok semacam ini sudah ada, hanya saja belakangan ini dalam kemasan yang berbeda sebab zaman yang sudah maju.

Pengurus Aswaja NU Center Jawa Timur (Jatim) Yusuf Suharto mengungkapkan, radikalisme dalam sejarah Islam pertama ada yaitu pada masa Sahabat Sayyidina Ali saat sebagian pengikutnya keluar dari barisannya. Kelompok ini kemudian dikenal dengan kelompok khawarij.

"Kaum radikal pertama dalam Islam itu adalah kelompok khawarij yang memberontak dan mengkafirkan Sayyidina Ali," ungkapnya, Sabtu (28/7).

Kelompok khawarij yang awalnya setia terhadap Ali bin Abi Thalib kemudian keluar dan meninggalkan barisannya karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase (tahkim) saat perang Shiffin.

Dikatakan Yusuf Suharto, jumlah pasukan yang hengkang dari barisan Ali tidak sedikit, terhitung ribuan pasukan yang kemudian membentuk kelompok khawarij.

Namun beberapa waktu kemudian, sebanyak 2000 pasukan kembali lagi ke pangkuan Ali sebab langkah diplomasi atau dialog antara Abdullah Ibnu Abbas dan kelompok khawarij. Abdullah Ibnu Abbas sendiri merupakan ahli tafsir di masanya.

"Dengan pendekatan cinta Abdullah Ibnu Abbas mendatangi khawarij dan mengajak dialog, setidaknya ada 2000 khawarij yang kembali ke pasukan Sayyidina Ali berkat diplomasi damai," urainya. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG