IMG-LOGO
Daerah

Siswi MA Ma'arif NU Terpilih Jadi Siswi Berprestasi Kabupaten Pringsewu

Senin 30 Juli 2018 17:0 WIB
Bagikan:
Siswi MA Ma'arif NU Terpilih Jadi Siswi Berprestasi Kabupaten Pringsewu
Fauzi, Wakil Bupati Pringsewu dan Siswi MA Ma'arif Keputran
Pringsewu, NU Online
Salah satu siswi Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif NU Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu Lampung terpilih menjadi siswi berprestasi dan berkreatifitas Kabupaten Pringsewu Tahun 2018.

Ia adalah Amelia Wardatul Ula, siswi yang berhasil mengharumkan Madrasah dan Kabupaten Pringsewu dengan penemuannya berupa Alat Pengaman Kandang Ternak Berbasis Microcontroller dan Mobile Application.

Penemuan tersebut berhasil mewakili Kabupaten Pringsewu pada Lomba Anugerah Inovasi Provinsi Lampung tahun 2018. Berkat prestasi ini, Amelia mendapatkan penghargaan yang diberikan langsung Wakil Bupati Pringsewu, H Fauzi pada Acara Gebyar Hari Anak Nasional (HAN)Tingkat Kabupaten Pringsewu yang diselenggarakan di Aula Kolam Renang Paris, Pringsewu, Senin (30/7).

Irsyadul Ibad, Kepala MA Ma'arif NU Keputran mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih peserta didiknya semakin meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme seluruh civitas akademika madrasah tersebut. Prestasi ini melengkapi rentetan prestasi siswa dan siswi madrasah tersebut baik level kabupaten, provinsi maupun nasional.

"Alhamdulillah rentetan prestasi terus kita raih. Pada bulan ini selain prestasi yang diraih oleh Amelia, siswa dan siswi kita juga berhasil menjadi yang terbaik dengan meraih medali emas di ajang Porsemanas (Pekan Olah Raga Ma'arif Nasional) I di Malang, Jawa Timur," ungkapnya.

Irsyad berharap prestasi ini memberikan keberkahan tersendiri dan mampu menjadi torehan sejarah yang akan memotivasi generasi selanjutnya untuk lebih berprestasi lagi.

Acara penganugerahan penghargaan kepada para siswa berprestasi di Kabupaten Pringsewu ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Pringsewu dengan tema Anak lndonesia Anak Jenius (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi berharap  momentum HAN tahun ini dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, baik orangtua, keluarga, masyarakat, kalangan usaha, media, pemerintah pusat dan daerah, akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Wabup juga mengajak para orang tua untuk dapat menumbuhkembangkan keunggulan anak-anak dengan asah, asih, dan asuh. Sementara kepada generasi muda, ia berpesan untuk selalu  rajin belajar, menjauhi narkoba, serta menggunakan teknologi internet dan media sosial secara bijak. (Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 30 Juli 2018 23:0 WIB
Bersama Bupati, LAZISNU NTB Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa
Bersama Bupati, LAZISNU NTB Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa
Lombok Utara, NU Online 
Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang terjadi pada Ahad (29/07/2018) mengguncang Pulau Lombok NTB dan mengakibatkan setidaknya 16 orang meninggal dunia, 355 luka-luka, serta lebih dari 1000 unit rumah mengalami kerusakan.

Tim Tanggap Darurat NU Care-LAZISNU NTB dan Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah Situbondo (IKSASS) Rayon NTB turun ke lokasi bencana di Dusun Batu Rakit, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara untuk menyalurkan bantuan berupa makanan cepat saji, air mineral, biskuit dan susu kotak untuk anak-anak.

Tim diterima langsung oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar. Bupati menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim NU Care-LAZISNU dan IKSASS NTB yang telah membantu masyarakat Lombok Utara. “Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi LAZISNU, IKSASS serta para donatur dan lebih khusus keberhakan bagi masyarakat kami,” kata Akhyar saat menerima rombongan, Senin (30/7).

Akhyar juga menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah selimut dan obat-obatan. “Untuk itu bagi teman-teman yang ingin berkontribusi, silakan diproritaskan untuk dua kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Perwakilan NU Care-LAZISNU NTB, Lalu Ahmad Syukri mengungkapkan, bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian keluarga besar NU NTB dan para donatur, kepada warga yang terdampak musibah gempa bumi.

“NU Care-LAZISNU merupakan lembaga yang salah satu pilar programnya adalah Siaga Bencana. Oleh karena itu, kami menyalurkan bantuan ke sini. Selanjutnya, pemberian bantuan akan dilanjutkan besok pagi ke Kabupaten Lombok Timur sebagai daerah terdampak yang paling dekat dengan pusat gempa,” papar Syukri, selaku wakil ketua PW NU Care-LAZISNU NTB.

Syukri pun menuturkan, bagi masyarakat umum, khususnya warga NTB yang ingin menyalurkan bantuan bisa menghubungi Call Center NU Care-LAZISNU NTB di nomor 0822 3570 0800. 

Sementara Ketua IKSASS NTB, Mukarrama menyatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Lombok. “Kami mewakili semua alumni dan santri Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo turut berduka cita. Penyaluran bantuan ini merupakan implementasi pesan dari guru kami KHR M Azaim Ibrahimy, agar alumni dan santri memiliki kepedulian kepada masyarakat,” ujar Mukarrama.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” harapnya. (Solikhin/Kendi Setiawan)

Senin 30 Juli 2018 22:0 WIB
GP Ansor Aceh Besar Gelar Diklat Terpadu Dasar
GP Ansor Aceh Besar Gelar Diklat Terpadu Dasar
Aceh Besar, NU Online 
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor  Aceh Besar mengadakan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan 1 di Dayah Raudhatul Mubarakah, mulai tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 dengan tema Mewujudkan Generasi Muda Ansor Sebagai Garda Terdepan Dalam Menegakkan Syariat Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua PanitiaDTD Amrizal mengatakan, pada kegiatan tersebut menghadirkan instruktur dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Abdul Mupid, Timbul Pasaribu Sekretaris PW Ansor Aceh, selain itu juga ada dari dan PCNU Aceh Besar.

Peserta yang diikuti 70 peserta itu dibuka oleh Asisten II M Ali mewakili Bupati Aceh Besar.Turut dihadiri perwakilan Polres Aceh Besar, Camat Darul Imarah, Danramil, Kapolsek, Anggota DPRA Tgk Musanif Sanusi, Ketua PCNU Aceh Besar Tgk Dhiauddin Idris yang juga Anggota DPRK Aceh Besar.

Asisten II M Ali mengharapkan pemuda, mahasiswa dan santri Aceh Besar terlibat di organisasi, apalagi organisasi yang telah teruji dan punya legalitas hukum, seperti NU dan Ansor.  Karena banyak sekali yang menjadi contoh sukses karena berorganisasi,  ada yang jadi menteri, gubernur, bupati atau wali kota, kepala dinas dan pimpinan instansi.  

Tgk Dhiauddin Idris Ketua PCNU Aceh Besar mengajak semua peserta untuk serius dan mengikuti DTD Ansor, karena pulang dari diklat bisa aktif dan berkontribusi dalam menjaga ulama dan memperjuangkan syariat yang Ahlusunnah wal Jamaah serta mengawal ulama menjaga NKRI. 

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam literatur sejarah organisasi Ansor yang berperan dalam melahirkan kemerdekaan Indonesia yang digarda terdepan adalah para kiai dan pimpinan pesantren-pesantren.

Sekretaris PW Ansor Aceh Timbul Pasaribu mengatakan bahwa Diklat Terpadu Dasar sebetulnya bisa dilaksanakan di hotel-hotel dan tempat bergengsi, tapi kita ingat ke khittah bahwa pesantren tempat yang teduh dan damai bagi siapa pun yang melakukan aktivitas apalagi dalam mempelajari ilmu agama. (Munzir/Abdullah Alawi)

Senin 30 Juli 2018 21:30 WIB
KONFERWIL NU JATIM 2018
Ribuan Santri Belia Lirboyo yang Membuat Iri
Ribuan Santri Belia Lirboyo yang Membuat Iri
Kediri, NU Online
Kendati Pesantren Lirboyo tengah menjadi tuan rumah kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, aktifitas harian santri tidak terganggu. Di sekitar lokasi, para peserta Konferwil masih dapat menyaksikan lalu-lalang santri yang kebanyakan belia untuk masuk ke kelas dan ngaji kitab.

“Acara Konferwil tidak mempengaruhi kedisiplinan santri Lirboyo,” kata Ahmad Muntaha, Ahad (29/7). Hal tersebut dibuktikan dengan mereka tetap masuk madrasah, melakukan hafalan nazham, jamaah shalat, serta ziarah ke makam kiai di sekitar pesantren, lanjutnya. 

Menurut alumnus Lirboyo yang kini menjadi Sekretaris Pimpinan Wilayah Lembaga Bahtsul Masail NU Jatim tersebut, keberadaan Konferwil adalah bonus. “Ya, mereka bisa menyaksikan perhelatan Konferwil di sela-sela waktu yang ada,” kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel tersebut.

Yang juga membuat sebagian kalangan takjub adalah perkembangan para santri. “Waktu saya mondok dulu yakni antara tahun 2004 hingga 2009 jarang santri usia 12 tahun, atau lulusan sekolah dasar masuk Pesantren Lirboyo,” kata Ahmad Tsauri di akun Facebooknya.

Dulu, usia 18 atau paling muda usia 15 tahun baru masuk kelas empat ibtidaiyah atau sekolah dasar. “Sekarang usia lulusan sekolah dasar yakni 13 tahun jumlahnya ribuan,” ungkapnya. Lebih separuh dari jumlah 26 ribu santri dengan rentang usia 13 hingga 16 tahun, lanjutnya.

Dalam pandangan Ahmad, kelebihan studi di pesantren adalah para santri belia tersebut tidak dituntut menghafal Al-Quran, tapi hafalan ilmu alat seperti sharaf (morfologi), nahwu (gramatika), ditambah pemahaman yang sangat detail. 

“Mereka menghafal dan memahami Amsilatu Tasrifiyah dan Kaidah Sharfiyah, sebuah kitab kumpulan dari bait-bait penting sharaf yang disadur dari Alfiyah dan kitab lain,” jelasnya. Setelah bisa membaca kitab, banyak di antaranya masuk ke asrama tahfidz atau menghafal Al-Qur'an.

Ahmad juga merekam hafalan bait nadzam para santri belia tersebut. Seperti Ahmad Sabirur Rizki yang asli dari Pekalongan, Jawa Tengah. Dia masuk Lirboyo setahun lalu dan kini lanjut di kelas Tsanawiyah. Dan dengan sangat lancar membacakan hafalan nadzam yang dikuasai.

Pemandangan yang sama juga diperoleh saat Muhammad Fathul Huda menunjukkan kemampuan dalam menghafal sejumlah nadzam. Sama seperti  Ahmad Sabirur Rizki, hafalan nadzam yang dikuasai di luar kepala demikian membanggakan.  

Ilmu-ilmu alat ini, disamping pelajaran fikih dan tauhid seperti Fath Qarib dan Aqidatul Awam, penting untuk bisa membaca kitab karya para ulama, seperti tafsir dan sejenisnya yang sejak era awal Islam ditulis dalam bahasa Arab. “Dengan mengikuti tahapan ini, mereka tidak akan taklid pada kitab terjemah untuk memahami agama,” jelas Ahmad Tsauri.

Ahmad yakin, melihat anak-anak usia belia begitu banyak di pesantren dan belajar dengan intensitas tinggi, maka bonus demografi sesungguhnya bukan hanya positif bagi perekonomian. “Juga  di tahun 2030 nanti kita bisa surplus ulama muda mumpuni, yang tersebar di seluruh Nusantara,” bangganya.

Ahmad yakin dengan masa depan Indonesia.”Melalui jalan ini generasi mendatang akan terbebas dari hoaks dan tidak lagi menjadi korban politisasi agama oleh politisi norak,” tandasnya sembari berdoa bagi kelancaran khidmat dan perjuangan para pegiat pesantren. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG