IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Datangi PBNU, Mahasiswa Unisma Dibekali Ekonomi Kreatif


Selasa 31 Juli 2018 20:20 WIB
Bagikan:
Datangi PBNU, Mahasiswa Unisma Dibekali Ekonomi Kreatif
Kunjungan Mahasiswa Ekonomi Unisma ke PBNU
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (31/7). Rombongan mahasiwa didampingi dosen pembimbing diterima oleh Ketua PBNU, H Umarsyah dan Wakil Sekjen PBNU, H Imam Pituduh. Mereka berdialog di Masjid Annahdlah, Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Di hadapan para mahasiswa, Wasekjen PBNU, H Imam Pituduh mengatakan mahasiswa harus kreatif dan inovatif serta mampu memanfaatkan teknologi. Teknologi yang sudah maju, termasuk media sosial, jangan hanya digunakan untuk narsis, tetapi harus mendatangkan manfaat. 

“Mahasiswa harus kreatif, karena kreatif akan melahirkan banyak karya,” katanya.

Ia mendorong para mahasiswa agar terpacu dan mendapatkan inspirasi dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan. Selain itu, mahasiswa harus mengikuti perkembangan zaman.

“Sekarang ini kita berada di masa yang saya sebut kolonialisasi digital. Kita akan terjajah, kecuali kalau punya konten,” papar Imam.

Terlebih, sambungnya, para mahasiswa dari jurusan Ekonomi, harus mengerti misalnya financial technology. "Jadi mahasiswa jangan sekadar belajar di dalam kelas dan text book. Mahasiswa harus mampu mengambil peluang dan mengembangkan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU, H Umarsyah meminta mahasisa walaupun dapat memanfaatkan teknologi tetapi tidak meninggalkan pertanian, para petani dan persoalan yang dihadapi petani kecil.

Salah satu perhatian PBNU, kata Umarsyah, adalah pada persoalan ekonomi dan pertanian. Pada bidang pertanian, PBNU bertekad harus mampu membantu tahap produksi hingga panen dan penjualan. “Hasil pertanian yang tidak terserap oleh pasar, akhirnya posisi petani NU berada di bawah garis kemiskinan,” katanya.

PBNU telah membentuk tim besar dengan melibatkan banyak steak holder bertujuan menganyomi petani dan nelayan. Untuk mencapai hal itu terdapat dua target yang harus dilalui. Pertama bagaimana aset yang ada dapat meningkatkan produktivitas. Kedua, memperolah keuntungan sehingga bisa memberi peluang untuk menabung, sehingga para petani dan nelayan lebih sejahtera. 

"Kondisi hari ini warga NU seperti berada di dua kutub besar. Yang satu adalah kutub teknologi yang maju, namun ada juga yang berada di satu kutub lain yakni masih hidup di bawah garis kemiskinan," lanjut Umarsyah.

Kalaupun sebagai petani, mereka menghadapi kendala rendahnya mutu benih, mahalnya pupuk, sulitnya akses pemasaran dan murahnya harga jual. “Ini masalah  yang harus kita atasi bersama. Tanggung jawab mahasiswa bagaimana kaki kita tetap berpijak di kutub persoalan kemiskinan, tapi juga tidak boleh berhenti untuk terus maju," ujarnya.

Oleh karena itu mahasiswa mau tidak mau harus mampu menyerap perkembangan teknologi dan mengaplikasikannya dengan baik. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG