Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hashtag #TerimaKasihGusDur Jadi Trending Topic di Twitter

Hashtag #TerimaKasihGusDur Jadi Trending Topic di Twitter
Harlah Gus Dur
Harlah Gus Dur
Jakarta, NU Online
Para netizen yang menggunakan media sosial Twitter, Sabtu (04/08), ramai-ramai membuat tagar #TerimaKasihGusDur hingga nangkring pada urutan teratas. 

Pasalnya, bertepatan 4 Agustus pada tahun 1940 hari ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni lahirnya seorang guru bangsa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Tagar #TerimaKasihGusDur menjadi viral berawal Putri pertama Gus Dur Alissa Wahid dalam twitnya mengajak para netizen untuk mengenang serta mengambil pelajaran apa yang diperoleh dari sosok ayahnya yang pada masa kecil bernama Abdurrahman Ad-Dahil.

“Twips, boleh dong share kenanganmu bersama GusDur, walau tidak bersentuhan langsung. Kami ingin melihat inspirasi apa yang diberikan Beliau bagi kita. Terimakasih twips. #TerimaKasihGusDur #HarlahGusDur,” kicaunya melalui akun @AlissaWahid, pada pukul 19.54, Jumat(3/08) malam.

Putri pertama Gus Dur Alissa Wahid dalam twitnya mengatakan GusDur tidak pernah berhenti menyapa umat yang di akar rumput. Sebab untuk merekalah, perjuangan menegakkan bangsa ini. 

"Gus Dur sudah mengajari bahwa manusia adalah manusia, tolaklah perilaku buruknya, tapi hargai kemanusiaannya,” kicaunya melalui akun @AlissaWahid.

Netizen dari berbagai kalangan pun kemudian ramai-ramai membalas twit dari Alissa Wahid. Sebagaimana mantan bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui @DediMulyadi71 berujar, “Kepada bangsa ini kau ajarkan bahwa keislaman dan keindonesaan tidaklah saling menegaskan, tetapi keduanya saling menguatkan.”

Dewan Pengarah BPIP Mahfudh MD tidak kalah ketinggalan. Dalam postingannya ia mengungkapkan pada 4 Agustus 1940, Gus Dur dilahirkan. Allah mengirim beliau ke Indonedia utk menjadi salah satu guru bangsa yang patut diteladani oleh warga bangsa ini.

“4 Agustus 2018 ini Gus Dur sudah tiada, tapi semangat Keindonesiaan dan Keislamannya masih menemani perjalanan bangsa sampai kini,” kicaunya pada akun @mohmahfudmd yang sudah mendapatkan 218 balasan, 1.663 retweet, 3.344 orang menyukai.

Berikut beberapa kicauan netizen dari berbagai latar belakang:
@YonaYonz : Gusdur itu pahlawan buat saya yg keturunan tionghoa.  Kiai yang berjuang tanpa membedakan golongan, suku dan agama. Imlek jadi tanggal merah dan bisa melihat barongsai.

@AlimMahmud18 : Gus Dur, berhasil meletakan keislaman dan keindonesiaan laksana kuas yang menari di atas kanvas, sungguh indah dan meneduhkan kita semua.

@IlmiNajib : Gusdur. Beliau salah satu manusia yang sudah selesai pada dirinya, seluruh hidupnya hanya untuk mmbebaskan kemanusiaan, di dalam belenggu manusia yang hilang kemanusiaanya.

@RamdanRri : Mengajarkan kita melihat dengan mata hati bisa lebih bermoral di banding mata telanjang.   

@sahabat_fauzi: Pelajarilah tentang sosok beliau, maka kau akan (banyak) mengerti bagaimana kenyataan di negeri ini.

@Champfio : Berkat engkau bangsa ini tau makna humor. Bahwa berjuang tidak harus gontok2an n angkat senjata.

Dalam twit lain Alissa Wahid berterima kasih atas didikan ayahanda mengenalkan tentang arti penting manusia. “Gus, terima kasihku kepadamu, yang telah mengenalkan kepadaku betapa pentingnya kita memuliakan manusia dan menghargainya tanpa memandang ras, suku, dan agama,” tulisnya. (M Zidni Nafi’/Muiz)

Posisi Bawah | Youtube NU Online