Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Uni Eropa Sebut Yaman Alami Krisis Kemanusiaan Terburuk

Uni Eropa Sebut Yaman Alami Krisis Kemanusiaan Terburuk
Foto: rsi.ch
Foto: rsi.ch
Sana’a, NU Online
Uni Eropa (EU) menyebut Yaman sedang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Ia menuntut perlindungan warga sipil ditingkatkan, mengingat dalam tiga tahun terakhir banyak dari mereka yang meninggal.

Pernyataan Uni Eropa ini dikeluarkan usai terjadi peristiwa berdarah di kota pelabuhan Laut Merah Hudaibah. Dimana sedikitnya 55 orang tewas dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan koalisi Saudi-Uni Emirat Arab. Seorang juru bicara koalisi membantah bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

“Serangan udara berturut-turut di kota Hudaidah sekali lagi telah menelan lusinan korban jiwa dengan banyak orang terluka,” kata Uni Eropa, diberitakan Aljazeera, Ahad (5/8). 

Uni Eropa sangat menyayangkan apa yang terjadi di Yaman. Banyak hukum humaniter internasional, termasuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil pada masa perang, yang dilanggar selama konflik Yaman. 

Uni Eropa mengutuk pemboman daerah padat penduduk, penghancuran sekolah, fasilitas medis, daerah pemukiman, pasar, sistem air, pelabuhan, dan bandara.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 121 ribu orang telah meninggalkan kota Hudaibah sejak dimulainya serangan. Sejak meletus pada 2014, konflik Yaman  telah menyebabkan sedikitnya 10 ribu orang meninggal dan 22 juta orang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. 

Untuk meredakan konflik yang berlarut-larut itu, PBB melalui utusan khususnya untuk Yaman Martin Griffiths berusaha untuk menengahi dua kelompok yang saling berperang, yaitu pihak pemerintah yang didukung koalisi negara-negara Arab yang pimpinan Arab Saudi dan pihak oposisi Houthi yang didukung Iran.

Dia berencana untuk mengundang faksi-faksi yang berperang di negara itu untuk duduk bersama dan membahas solusi di Jenewa pada 6 September mendatang. (Red: Muchlishon)
BNI Mobile