IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila

Senin 6 Agustus 2018 15:30 WIB
Bagikan:
Mahasiswa STISNU Tangerang Gelar Ngaji Pancasila
Worshop STISNU Tangerang
Bogor, NU Online
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang gelar kegiatan Workshop Maksimalisasi Output Ngaji Pancasila di Villa Wier Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (4-5/8). 

Koordinator Pengabdian Masyarakat ngaji pancasila HM Mahrusillah mengingatkan bahwa sosialisasi Islam dan Kebangsaan bagi mahasiswa STISNU adalah sebuah keharusan dan ejawantah dari pengabdian pada negeri. 

Ia mengingatkan kepada tim ngaji Pancasila tentang bahaya yang sedang mengancam keutuhan bangsa saat ini, bertebaran hoaks dan fitnah di dunia maya serta makin maraknya pemahaman pada generasi muda yang anti Pancasila dan ingin mengganti sistem berbangsa dan bernegara dengan khilafah islamiyah. 

"Ngaji Pancasila harus disosialisasikan lagi di sekolah-sekolah yang belum kita datangi," ujarnya.
 
Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Muhamad Qustulani menambahkan bahwa ngaji Pancasila harus merambah pada dunia maya atau digital. Mahasiswa harus memiliki vlog dan menjadi youtuber dengan mensosialisasikan pentingnya ngaji pancasila. 

"Saya menantang anda (mahasiswa) untuk buat vlog di youtube tentang ngaji pancasila, lalu share di watshapp,  facebook atau aplikasi lainnya," tegasnya.
 
Ketua tim ngaji Pancasila Sudrajat menyatakan siap untuk konsisten dan mengisi ngaji Pancasila di dunia maya, dan tidak akan berhenti sosialisasi tentang Islam dan kebangsaan.
 
"Kami semangat dengan tantangannya, rapatkan barisan untuk roadshow ngaji pancasila." tambahnya.
 
Hadir pada pembukaan acara tersebut Nurullah Dosen STISNU Nusantara, KH Dede Mathlub Fahad Pengurus Rabithah Ma'hadi Indonesia Kabupaten Tangerang,  KH Fahmi Irfani Ketua MWC NU Curug,  Adi Supriyanto Ketua Ikatan Pengusaha Santri Kota Tangerang,  Ecep Ishak Direktur Pusat Studi dan Pengembangan Nusantara, dan mahasiswa serta pengurus Dewan Mahasiswa STISNU Tangerang. (Ahmad Suhendra/Muiz)
Bagikan:
Senin 6 Agustus 2018 23:45 WIB
Tiga Ujian Allah Tingkatkan Takwa
Tiga Ujian Allah Tingkatkan Takwa
Bogor, NU Online
Kabar duka datang dari Lombok, NTB dan sekitarnya. Pada Ahad (5/8) kemarin mereka diuji dengan adanya musibah gempa. Ribuan rumah tinggal dan gedung instansi pemerintah dan swasta dikabarkan hancur lebur. Ratusan korban meninggal dunia dan terluka.

Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  H Abdul Hadi Hasan pada Senin (6/8) bersama santrinya mengadakan doa bersama untuk warga terdampak gempa Lombok. Doa bersama berlangsung di Majelis Taklim Al Ittihad Al Islami Annahdliyah Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan tersebut ustadz muda yang akrab dipanggil Kang Hadi, mengutip sebuah firman Allah swt dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 155-156. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, Inna lillahi wa Inna ilaihi raajiun.'"

Menurut Kang Hadi, jika mengkaji ayat tersebut, akan dipahami bahwa Allah swt memberi tiga jenis ujian bagi hamba-Nya. Ujian pertama, Allah memberikan rasa takut.

"Setiap insan, apa pun agama, suku dan rasnya pasti memiliki rasa takut. Rasa takut itu tidak bisa diganggu gugat dan bagian dari fitrah insaniah. Ketakutan ada sebagai mesin penggerak yang akan menarik seseorang pada sebuah kekuatan pelindung Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana," papar Kang Hadi.

Ujian kedua, lanjutnya, Allah swt mewarnai kehidupan setiap insan di dunia ini dengan kelaparan. Rasa lapar dan haus sebuah kenikmatan yang selalu bersamaan, hal itu ada agar insan ingat dengan kondisi selainnya dan memahami kebutuhan ruhiyahnya.

"Kita ketahui lapar pada kondisi tertentu kadang menjadi bagian yang sakral, yaitu saat insan memasuki bulan suci ramadhan dan menyelami ibadah puasa dengan totalitas penghambaan," tambahnya.

Sedangkan ujian ketiga, Allah swt memberikan beragam kekurangan baik dari segi harta, nyawa dan kenikmatan lainnya. Kekurangan terwujud demi meminimalisir rasa kesombongan insan yang selalu menginginkan segala hal.

"Dengan kekurangan, insan dapat menundukan nafsu dan dirinya sehingga akan menjadi peminta-minta hanya kepada Yang Maha Kaya dan Maha Pemberi Reseki," kata Kang Hadi.

Ia menegaskan semua ujian dan cobaan itu ada sesungguhnya demi meningkatkan keimanan dan ketakwaan setiap insan kepada Allah. "Ingat, keduanya dapat diraih dengan tunduk patuh kepada arahan dan bimbingan alim ulama, bilkhusus kiai Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)
Senin 6 Agustus 2018 23:30 WIB
Keluarkan SP Tutup Hiburan Malam, Bupati Wonosobo Minta Dukungan PCNU dan Ansor
Keluarkan SP Tutup Hiburan Malam, Bupati Wonosobo Minta Dukungan PCNU dan Ansor
Bupati Wonosobo Eko Purnomo (foto: istimewa)
Wonosobo, NU Online
Aksi damai tagih janji Bupati Wonosobo yang dilakukan oleh ribuan Nahdliyin menegakan Perda No. 3 Tahun 2017 dan kelangsungan generasi anak bangsa di Wonosobo akhirnya membuahkan hasil.

Dalam aksi yang di laksanakan Senin (6/8) di depan Gedung Bupati tersebut, walaupun lamban dan sedikit alot ahirnya Bupati Wonosobo Eko Purnomo keluarkan pernyataan bahwa akan melaksanakan dan menegakkan Perda No. 3 Tahun 2017.

Sebelum di tandatangani pernyataan yang di keluarkan, Eko Purnomo meminta dukungan dan bantuan dari Ansor-Banser, PCNU, dan banom lainnya dalam melaksanakan dan menegakan Perda tersebut. 

Dalam pernyataan yang ditandatangani diatas materai yang dikeluarkan tertulis bahwa Bupati Wonosobo Eko Purnomo akan melaksanakan tugasnya  sebagai Kepala Daerah Wonosobo melaksanakan dan menegakkan Perda yakni menutup tempat hiburan karena telah melanggar Perda No. 3 Tahun 2017  tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Wonosobo. 

"Apabila saya tidak melaksanakan pernyataan ini, maka saya bersedia menanggung segala konsekuensinya dan bersedia dituntut secara hukum," tulis Eko dalam pernyataannya. 

Menaggapi permintaan Bupati Wonosobo, Ketua GP Ansor Wonosobo Santoso menyampaikan bahwa Ansor dan PCNU Wonosobo beserta banom lainnya akan memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Wonosobo untuk menutup tempat tempat hiburan yang melanggar Perda No. 3 Tahun 2017.

"Langkah Ansor, Banser, PCNU, dan Banom lainnya tidak hanya sampai penuntutan agar Bupati menutup hiburan malam karaoke saja," tandasnya. 

Dikatakan, dirinya beserta kader Ansor Banser Wonosobo, PCNU dan banom lainnya akan terus mengawal proses realisasi dan aksi Pemkab terhadap pernyataan yang telah dikeluarkan Bupati. (Sholeh Nahru/Muiz)

Senin 6 Agustus 2018 23:15 WIB
Santri Riyadlus Sholihin Probolinggo Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Gempa Lombok
Santri Riyadlus Sholihin Probolinggo Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Gempa Lombok
Ribuan santri Riyadlus sholihin Probolinggo gelar shalat ghaib
Probolinggo, NU Online
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, ribuan santri  Riyadlus Sholihin Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Senin (6/8) menggelar shalat ghaib dan tahlil bersama.

Kegiatan ini dilakukan setelah sekitar 3 ribu santri menggelar shalat Dhuhur di masjid komplek PP Riyadlus Sholihin. Selanjutnya mereka menggelar shalat ghaib yang dilanjutkan dengan doa tahlil dan tahmid bersama-sama.

Pengasuh Pesantren Riyadlus Sholihin Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, Shalat Ghaib dan Tahlil bersama ini bertujuan sebagai edukasi kepada para santri agar memiliki kepedulian terhadap sesama yang terkena musibah.

“Sekaligus bersama-sama mendoakan agar para korban gempa yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. serta ratusan korban luka-luka segera diberikan kesembuhan dan tidak ada lagi korban bencana di Indonesia,” katanya.

Menurut Habib Hadi, kegiatan ini dalam agama Islam merupakan bentuk empati kepada sesama yang mengalami musibah. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini santri memiliki rasa empati dan kepedulian kepada sesama, terutama saat nantinya mereka lulus dan terjun ke masyarakat,” harapnya.

Sementara Syamsul Huda, salah satu santri PP Riyadlus Sholihin menuturkan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan para korban gempa di Lombok yang menelan puluhan korban jiwa meninggal dunia dan ratusan korban luka-luka.

“Dengan adanya tahlil dan doa bersama ini,  semoga arwah para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Sementara korban luka-luka segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Muiz)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG