IMG-LOGO
Daerah

Innalillahi, KH Mustofa Bakri Mustasyar PCNU Kota Pekalongan Wafat

Senin 6 Agustus 2018 16:35 WIB
Bagikan:
Innalillahi, KH Mustofa Bakri Mustasyar PCNU Kota Pekalongan Wafat
Almarhum KH Mustofa Bakri
Pekalongan, NU Online
Kabar duka menyelimuti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan nahdliyin Kota Pekalongan Mustasyar PCNU KH Mustofa Bakri bin H Abdul Qodir wafat karena sakit dalam usia 88 tahun, Senin (6/8) jam 14.30 wib di kediamannya Jenggot Gang 5, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Selama hidup beliau, seluruh waktunya dihibahkan untuk Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan mulai dari tingkat ranting, MWC hingga PCNU Kota Pekalongan.

Sosok yang dekat dengan Habib Luthfi bin Yahya itu pernah menjabat sebagai Rais PCNU Kota Pekalongan periode 2002-2007 dan 2007-2012 tidak pernah absen dalam kegiatan ngaji kitab Ihya Ulumuddin setiap Selasa malam di Kanzus Sholawat Pekalongan.

Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan Selasa (7/8) siangba'da dzuhur di Pekalongan dan menurut rencana akan dishalati  di Masjid Jami' Jenggot. Kabar yang sangat mengejutkan terkirim melalui akun media sosial seperti FB, Wathsapp, twitter, dan media sosial lainnya.

Pengurus Cabang NU Kota Pekalongan mengucapkan duka yang mendalam dan merasa kehilangan atas meninggalnya KH Mustofa Bakri. 

Menurut Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom, Beliau adalah sosok Rais yang tidak pernah absen dalam kegiatan NU Kota Pekalongan baik di tingkat cabang, MWC maupun Ranting NU.

"Inâlillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn, sampun tilar dunya KH Musthofa Bakri bin H. Abdul Qadir dalam usia -+88 tahun, meninggal jam 14.30 siang ini, Senin 6 Agustus 2018. Dimakamkan besok Selasa Wage 7 Agustus 2018 dan dishalatkan di Masjid Jami Al-Husain Jenggot jam 12.30, mohon hadiah fatihah kagem Almarhum," ujar Muhtarom. (Muiz)
Bagikan:
Senin 6 Agustus 2018 23:45 WIB
Tiga Ujian Allah Tingkatkan Takwa
Tiga Ujian Allah Tingkatkan Takwa
Bogor, NU Online
Kabar duka datang dari Lombok, NTB dan sekitarnya. Pada Ahad (5/8) kemarin mereka diuji dengan adanya musibah gempa. Ribuan rumah tinggal dan gedung instansi pemerintah dan swasta dikabarkan hancur lebur. Ratusan korban meninggal dunia dan terluka.

Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  H Abdul Hadi Hasan pada Senin (6/8) bersama santrinya mengadakan doa bersama untuk warga terdampak gempa Lombok. Doa bersama berlangsung di Majelis Taklim Al Ittihad Al Islami Annahdliyah Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Pada kesempatan tersebut ustadz muda yang akrab dipanggil Kang Hadi, mengutip sebuah firman Allah swt dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 155-156. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, Inna lillahi wa Inna ilaihi raajiun.'"

Menurut Kang Hadi, jika mengkaji ayat tersebut, akan dipahami bahwa Allah swt memberi tiga jenis ujian bagi hamba-Nya. Ujian pertama, Allah memberikan rasa takut.

"Setiap insan, apa pun agama, suku dan rasnya pasti memiliki rasa takut. Rasa takut itu tidak bisa diganggu gugat dan bagian dari fitrah insaniah. Ketakutan ada sebagai mesin penggerak yang akan menarik seseorang pada sebuah kekuatan pelindung Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana," papar Kang Hadi.

Ujian kedua, lanjutnya, Allah swt mewarnai kehidupan setiap insan di dunia ini dengan kelaparan. Rasa lapar dan haus sebuah kenikmatan yang selalu bersamaan, hal itu ada agar insan ingat dengan kondisi selainnya dan memahami kebutuhan ruhiyahnya.

"Kita ketahui lapar pada kondisi tertentu kadang menjadi bagian yang sakral, yaitu saat insan memasuki bulan suci ramadhan dan menyelami ibadah puasa dengan totalitas penghambaan," tambahnya.

Sedangkan ujian ketiga, Allah swt memberikan beragam kekurangan baik dari segi harta, nyawa dan kenikmatan lainnya. Kekurangan terwujud demi meminimalisir rasa kesombongan insan yang selalu menginginkan segala hal.

"Dengan kekurangan, insan dapat menundukan nafsu dan dirinya sehingga akan menjadi peminta-minta hanya kepada Yang Maha Kaya dan Maha Pemberi Reseki," kata Kang Hadi.

Ia menegaskan semua ujian dan cobaan itu ada sesungguhnya demi meningkatkan keimanan dan ketakwaan setiap insan kepada Allah. "Ingat, keduanya dapat diraih dengan tunduk patuh kepada arahan dan bimbingan alim ulama, bilkhusus kiai Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)
Senin 6 Agustus 2018 23:30 WIB
Keluarkan SP Tutup Hiburan Malam, Bupati Wonosobo Minta Dukungan PCNU dan Ansor
Keluarkan SP Tutup Hiburan Malam, Bupati Wonosobo Minta Dukungan PCNU dan Ansor
Bupati Wonosobo Eko Purnomo (foto: istimewa)
Wonosobo, NU Online
Aksi damai tagih janji Bupati Wonosobo yang dilakukan oleh ribuan Nahdliyin menegakan Perda No. 3 Tahun 2017 dan kelangsungan generasi anak bangsa di Wonosobo akhirnya membuahkan hasil.

Dalam aksi yang di laksanakan Senin (6/8) di depan Gedung Bupati tersebut, walaupun lamban dan sedikit alot ahirnya Bupati Wonosobo Eko Purnomo keluarkan pernyataan bahwa akan melaksanakan dan menegakkan Perda No. 3 Tahun 2017.

Sebelum di tandatangani pernyataan yang di keluarkan, Eko Purnomo meminta dukungan dan bantuan dari Ansor-Banser, PCNU, dan banom lainnya dalam melaksanakan dan menegakan Perda tersebut. 

Dalam pernyataan yang ditandatangani diatas materai yang dikeluarkan tertulis bahwa Bupati Wonosobo Eko Purnomo akan melaksanakan tugasnya  sebagai Kepala Daerah Wonosobo melaksanakan dan menegakkan Perda yakni menutup tempat hiburan karena telah melanggar Perda No. 3 Tahun 2017  tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Wonosobo. 

"Apabila saya tidak melaksanakan pernyataan ini, maka saya bersedia menanggung segala konsekuensinya dan bersedia dituntut secara hukum," tulis Eko dalam pernyataannya. 

Menaggapi permintaan Bupati Wonosobo, Ketua GP Ansor Wonosobo Santoso menyampaikan bahwa Ansor dan PCNU Wonosobo beserta banom lainnya akan memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Wonosobo untuk menutup tempat tempat hiburan yang melanggar Perda No. 3 Tahun 2017.

"Langkah Ansor, Banser, PCNU, dan Banom lainnya tidak hanya sampai penuntutan agar Bupati menutup hiburan malam karaoke saja," tandasnya. 

Dikatakan, dirinya beserta kader Ansor Banser Wonosobo, PCNU dan banom lainnya akan terus mengawal proses realisasi dan aksi Pemkab terhadap pernyataan yang telah dikeluarkan Bupati. (Sholeh Nahru/Muiz)

Senin 6 Agustus 2018 23:15 WIB
Santri Riyadlus Sholihin Probolinggo Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Gempa Lombok
Santri Riyadlus Sholihin Probolinggo Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Gempa Lombok
Ribuan santri Riyadlus sholihin Probolinggo gelar shalat ghaib
Probolinggo, NU Online
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, ribuan santri  Riyadlus Sholihin Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, Senin (6/8) menggelar shalat ghaib dan tahlil bersama.

Kegiatan ini dilakukan setelah sekitar 3 ribu santri menggelar shalat Dhuhur di masjid komplek PP Riyadlus Sholihin. Selanjutnya mereka menggelar shalat ghaib yang dilanjutkan dengan doa tahlil dan tahmid bersama-sama.

Pengasuh Pesantren Riyadlus Sholihin Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, Shalat Ghaib dan Tahlil bersama ini bertujuan sebagai edukasi kepada para santri agar memiliki kepedulian terhadap sesama yang terkena musibah.

“Sekaligus bersama-sama mendoakan agar para korban gempa yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. serta ratusan korban luka-luka segera diberikan kesembuhan dan tidak ada lagi korban bencana di Indonesia,” katanya.

Menurut Habib Hadi, kegiatan ini dalam agama Islam merupakan bentuk empati kepada sesama yang mengalami musibah. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini santri memiliki rasa empati dan kepedulian kepada sesama, terutama saat nantinya mereka lulus dan terjun ke masyarakat,” harapnya.

Sementara Syamsul Huda, salah satu santri PP Riyadlus Sholihin menuturkan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan para korban gempa di Lombok yang menelan puluhan korban jiwa meninggal dunia dan ratusan korban luka-luka.

“Dengan adanya tahlil dan doa bersama ini,  semoga arwah para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Sementara korban luka-luka segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG