IMG-LOGO
Internasional

Perkuat Islam Moderat, Saudi Kembangkan Aplikasi Penilaian Khutbah

Rabu 8 Agustus 2018 14:0 WIB
Perkuat Islam Moderat, Saudi Kembangkan Aplikasi Penilaian Khutbah
Ilustrasi khutbah
Riyadh, NU Online
Otoritas Kerajaan Arab Saudi mengembangkan sebuah aplikasi ponsel yang memungkinkan warga negara Saudi untuk memberi penilaian terhadap khatib dan isi khutbah yang disampaikan. Termasuk panjang pendeknya khutbah. 

Menteri Agama Kerajaan Arab Saudi mengatakan, Abdul Lathif al-Syeikh, mengatakan, aplikasi tersebut berfungsi untuk memantau kualitas khutbah dan dikaji hingga menit ke menit. Para jamaah juga bisa memberikan penilaian terhadap khatib berdasarkan beberapa aspek yang ada. Sebagaimana yang dilaporkan surat kabar Al-Watan, dikutip bbc Rabu (8/8).

Al-Syeikh menyebutkan, agama tidak sepantasnya dijadikan sebagai alat untuk merusak pikiran orang, juga mengganggu keamanan dan stabilitas negara. 

Beberapa bulan terakhir, Saudi gencar melakukan pembaharuan paham keagamaan. Saudi berupaya mempromosikan dan menerapkan Islam moderat di wilayah kerajaan. Salah satunya adalah dengan memantau khutbah. Apakah khutbah diarahkan untuk menjadikan umat menjauh dari pengaruh asing, pemikiran partisan, dan paham Ikhwanul Muslimin.

Sejak 2014 silam, Otoritas Saudi menyatakan bahwa organisasi Ikkwanul Muslimin sebagai sebuah organisasi teroris dan terlarang.

Pembaharuan Saudi di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan, memang didorong penuh oleh Putera Mahkota Muhammad bin Salman. Untuk menyukseskan Visi Saudi 2030, ia melakukan banyak reformasi. Termasuk menerapkan kembali ke Islam moderat dan melakukan liberalisasi masyarakat secara bertahap. (Red: Muchlishon)
Rabu 8 Agustus 2018 20:45 WIB
Mahkamah Agung Israel Dipetisi agar Batalkan UU Kontroversial
Mahkamah Agung Israel Dipetisi agar Batalkan UU Kontroversial
Foto: rti.ie
Tel Aviv, NU Online
Sebuah organisasi yang mewakili minoritas Arab-Israel, The Legal Center for Arab Minority Rights (LCAMR), mengajukan sebuah petisi ke Mahkamah Agung Israel. Mereka menuntut agar Undang-Undang Negara Bangsa Yahudi dibatalkan.

“Para pemohon menyerukan Mahkamah Agung Israel membatalkan UU Negara Bangsa Yahudi yang merupakan UU rasis dan bertentangan dengan semua norma hukum internasional,” tulis LCAMR dalam sebuah pernyataan, dilansir laman kantor berita Anadolu, Selasa (7/8).

Petisi LCAMR tersebut diserahkan atas nama kepemimpinan politik Arab di Israel. Petisi tersebut terdiri dokumen dengan jumlah halaman hampir 60 lembar. 

LCAMR menyebut, UU Negara Bangsa Yahudi menjadikan warga Palestina-Israel terpinggirkan. Padahal jumlah mereka 20 persen dari total populasi penduduk Israel. 

“Undang-undang ini memiliki semua karakteristik apartheid,” tegas LCAMR.  

Baca juga: Indonesia hingga Komunitas Yahudi Kecam UU Negara Bangsa Yahudi

“Ini menjamin karakter etnis-religius Israel sebagai eksklusif Yahudi dan menguasai hak istimewa yang dinikmati oleh warga Yahudi,” tambahnya. 

Parlemen Israel (Knesset) mengesahkan UU Negara Bangsa Yahudi pada 19 Juli lalu. Segera setelah itu, gelombang protes datang dar mana-mana, terutama negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

UU Negara Bangsa Israel ditentang karena dianggap rasis dan menegasikan warga Israel non-Yahudi. Diantara isi dari UU ini adalah menurunkan status bahasa Arab hanya menjadi ‘status khusus’ dan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi negara, orang-orang Yahudi sebagai mayoritas memiliki hak eksklusif dalam menentukan nasib Israel, dan Yerusalem diakui sebagai ibu kota Israel yang “utuh dan bersatu.” (Red: Muchlishon)
Rabu 8 Agustus 2018 19:30 WIB
Selama 25 Tahun, Total Jamaah Haji 54 Juta Orang
Selama 25 Tahun, Total Jamaah Haji 54 Juta Orang
Riyadh, NU Online
Otoritas Kerajaan Arab Saudi merilis data yang menyebutkan bahwa total jamaah haji yang datang ke Mekkah selama 25 tahun adalah 53.928.358 orang. Sementara jumlah jamaah haji selama 10 tahun terakhir mencapai 23,834,151 orang.

Tahun 1415 H (1994 M) merupakan musim haji dengan jamaah terendah selama 25 tahun terakhir yaitu 3.161.573 jamaah. Sementara tahun 1433 H (2012 M) menjadi musim haji dengan jamaah terbanyak, yakni 31,161,573 orang.

Juru bicara Otoritas terkaitTayseer Al-Mufraj mengatakan, program statistik haji terus dilakukan setiap tahunnya untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang pelaksanaan haji. Mulai dari penyediaan layanan yang diperlukan untuk para peziarah, baik sosial atau kesehatan, makanan atau transportasi.

Selain itu, data statistik tersebut juga digunakan untuk memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam melayani jamaah haji dan menjaga keamanan serta kenyamanan mereka.

“Serta menyediakan informasi dan data yang akurat terkait statistik haji untuk peneliti, cendekiawan dan yang lainnya,” kata Al-Mufraj, dikutip dari laman kantor berita resmi Saudi, SPA, Rabu (8/8).

Untuk itu, lanjut Al-Mufraj, Otoritas yang berwenang akan mengumumkan data statistik layanan yang disediakan oleh badan-badan pemerintah kepada para jamaah haji secara berkala mulai hari pertama bulan Dzulhijjah.

Al-Mufraj menambahkan, pembatasan jumlah jamaah haji setiap tahunnya dimaksudkan untuk membantu semua lembaga negara dalam merencanakan dan mengembangkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan jamaah dengan informasi yang akurat. Termasuk untuk mengetahui perkembangan dan peningkatan metode penghitungan, inventaris dan statistik, dalam upaya untuk mencapai tingkat profesionalisme tertinggi, ketepatan, dan kelengkapan.

Per Selasa (7/8), jumlah jamaah haji yang datang dari luar negeri melalui udara, darat dan laut telah mencapai 978.159 orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan 61.505 jamaah atau hampir 7 persen. (Red: Muchlishon)
Selasa 7 Agustus 2018 15:30 WIB
Gempa Lombok, PBB Sampaikan Dukacita untuk Indonesia
Gempa Lombok, PBB Sampaikan Dukacita untuk Indonesia
New York, NU Online
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan dukacita kepada pemerintah dan keluarga korban gempa yang terjadi di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahad (5/8) malam. 

“Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, dan berharap yang terluka cepat pulih,” kata juru bicara Guterres, dilaporkan UN News, Senin (6/8).

Terlebih, PBB juga mengaku siap untuk memberikan bantuan kepada para korban dan pemerintah Indonesia jika diperlukan.

“PBB siap untuk mendukung upaya penyelamatan dan bantuan yang berkelanjutan bila diperlukan,” tambahnya.

Pada Ahad lalu, gempa dengan kekuatan 7 skala richter mengguncang dan memporak-porandakan Lombok. Dilaporkan hingga hari ini ada 104 orang meninggal akibat bencana alam itu. Sebagian besar mereka meninggal karena tertimbun reruntuhan bangunan. 

Dilaporkan pula bahwa gempa ini menyebabkan 209 orang luka-luka. Tidak hanya itu, gempa tersebut juga mengakibatkan puluhan ribu rumah dan fasilitas umum lainnya rusak. 

Usai gempa 7 skala richter itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 230 gempa susulan dan enam diantara dirasakan sangat kuat. Data dikeluarkan BMKG per Selasa (7/8) pukul 07.00 WITA. (Red: Muchlishon) 
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG