IMG-LOGO
Nasional

Ada Ustadz Sebut Muhammad Sesat, LDNU: Ikutilah yang Jelas Keilmuannya

Kamis 9 Agustus 2018 15:30 WIB
Bagikan:
Ada Ustadz Sebut Muhammad Sesat, LDNU: Ikutilah yang Jelas Keilmuannya
Jakarta, NU Online
Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Ustadz Bukhori Muslim menghimbau agar masyarakat mengundang dan mengikuti ustadz atau para penceramah agama yang jelas asal-usulnya dan sanad keilmuannya. Bukan, mengikuti ustadz yang sedang tren tapi tidak jelas sanad keilmuannya. 

Ia sangat menyesalkan ada seorang ustadz yang mengatakan dalam ceramahnya bahwa Nabi Muhammad sesat sebelum diangkat menjadi seorang nabi. 

“Jika ada yang ketemu begitu, harap segera ditegur dan diberi peringatan,” kata Ustadz Bukhori kepada NU Online di Jakarta, Kamis (9/8).

Dosen UIN Jakarta ini berharap, para dai yang memiliki sanad keilmuan yang jelas agar aktif. Mereka harus terus berdakwah dengan menggunakan berbagai macam media yang ada sehingga masyarakat mendapatkan panduan yang jelas.

“Para ustadz yang jelas asal-usul keilmuannya harus sering merekam dakwahnya, agar media sosial diisi orang yang berilmu,” jelasnya. 

Masyarakat Islam Indonesia dihebohkan dengan ceramah seorang ustadz yang lagi ngetren. Pasalnya, dalam ceramahnya sang ustadz itu mengatakan kalau Nabi Muhammad berada dalam kesesatan sebelum diangkat menjadi seorang nabi. Ia mengutip Surat ad-Dhuha ayat tujuh dan mengartikannya secara harfiah.

“Setiap kita bodoh, ada di Alquran Surat ad-Dhuha, wa wajadakan dhooollan fa hada. Setiap orang itu sesat awalnya, Muhammad termasuk. Maka kalau ada yang Mauludan ini memperingati apa ini, memperingati kesesatan Muhammad,” kata ustadz tersebut dalam cuplikan video ceramahnya yang viral di media sosial. (Muchlishon)
Bagikan:
Kamis 9 Agustus 2018 23:39 WIB
Ini Pesan PBNU Usai Capres dan Cawapres Dideklarasikan
Ini Pesan PBNU Usai Capres dan Cawapres Dideklarasikan
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Jakarta, NU Online
Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah resmi dideklarasikan masing-masing partai koalisi pendukung, baik dari kubu Joko Widodo maupun kubu Prabowo Subianto, Kamis (9/8) malam.

Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar menyukseskan perhelatan pemilihan presiden (pilpres) Maret 2019 mendatang.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini di antara bentuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut ialah tetap menjaga persaudaraan atau ukhuwah. Hal ini untuk menghindari perpecahan antar-anak bangsa. 

“Mari kita sukseskan pilpres dengan tetap menjaga ukhuwah (persaudaraan), mari kita sukeskan, jangan sampai karena pilpres kita berantem,” ujar Kiai Said, Kamis (9/8) di Kantor PBNU Jakarta.

Guru Besar Ilmu Tasawuf itu mengingatkan kepada masyarakat jangan sampai pilpres seperti praktik-praktik politik di beberapa negara yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan, bahkan menggunakan sentimen agama.

“Jangan seperti praktik-praktik politik di beberapa negara yang menghalalkan segala cara bahkan menggunakan sentimen agama untuk mencapai kekuasaan politik,” jelasnya.

Dalam pilpres 2019 mendatang, capres Joko Widodo menggandeng cawapres KH Ma’ruf Amin. Adapun capres Prabowo Subianto didampingi cawapres Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon ini akan mendaftarkan diri secara resmi ke KPU RI, Jumat (10/8) besok. (Fathoni)
Kamis 9 Agustus 2018 22:55 WIB
Job Fair Tegal Jadi Ajang Pertemuan Pencari Kerja dan Perusahaan
Job Fair Tegal Jadi Ajang Pertemuan Pencari Kerja dan Perusahaan
Tegal, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan Bursa Lowongan Kerja (Job Fair) di Kabupaten Tegal. Berdasarkan pantauan, 30 perusahaan mengikuti job fair ini. Sedangkan jumlah pencari kerja sampai siang pukul 10.30 WIB mencapai 379. 

Bupati Kabupaten Tegal, Umi Azizah mengatakan, jumlah angka pengangguran di Kabupaten Tegal tidak bisa kami pungkiri cukup tinggi. Oleh sebab itu, persoalan ini akan ia atasi melalui revisi kebijakan tata ruang guna, menunjang penyerapan tenaga kerja yang ada. 

“Job Fair kali ini saya lihat sangat bernuasa kekeluargaan dan semoga para pendaftar atau pencaker bisa diterima semua, amin,” Kata Bu Umi, di Kantor NU Kabupaten Tegal, Rabu, (8/8). 

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Nur Nadlifah mengatakan, Job Fair bertujuan mempertemukan dua komponen antara perusahaan dan pencaker. Sejauh ini, sering kali terjadi ketimpangan yang terjadi karena hal-hal teknis yang menghambat.

“Ada pencaker nyari info tenaga kerja tapi di saat perusahaan menyediakan lowongan dan di saat itu pula pencaker tidak siap karena minim informasi dan tidak sesuai harapan pencaker (tidak kompeten),” katanya.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal, Ir. Bambang Susatyo, pengangguran selama ini mayoritas terjadi karena kurang adanya lapangan kerja yang memadai. Selain itu, pengangguran juga terjadi karena tenaga kerja kita minim kompetensi.

“Ada perusahaan yang pernah membutuhkan banyak tenaga kerja, tapi karena tenaga kerja kita tidak menguasai bidang yang dibutuhkan, maka yg terjadi tidak ada penyerapan tenaga kerja,” katanya. (Red-Zunus) 
Kamis 9 Agustus 2018 21:0 WIB
Kondisi Lombok Pascagempa Kamis Siang
Kondisi Lombok Pascagempa Kamis Siang
Korban gempa Lombok di tenda pengungsian
Jakarta, NU Online
Belum pulih akibat dua gempa sebelumnya, yakni pada Ahad (29/7) dan Ahad (5/8), Lombok kembali diguncang gempa dengan kekuatan 6,2 skala richter pada Kamis (9/8) pukul 14.30 WITA selain beberapa guncangan yang relatif lebih kecil lainnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Nusa Tenggara Barat Muhammad Yakub mengatakan bahwa saat ini mengalami krisis logistik. "Stok makanan tidak bisa bertahan lama, satu jam habis," katanya kepada NU Online pada Kamis (9/8).

Di samping itu, Yakub juga menuturkan berdasarkan pantauannya di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat masih membutuhkan tim medis dan obat-obatan. "Kami butuh penanganan yang cepat," ujarnya.

Air yang menjadi kebutuhan utama juga harus mereka peroleh dengan iuran bersama. Pasalnya, kata Yakub, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Yang tak kalah penting, menurutnya, adalah kesehatan mental warga di sana. Ia meminta agar pemerintah atau lembaga manapun untuk menghadirkan psikolog guna memulihkan kejiwaan masyarakat.

Meskipun demikian, pos NU yang sudah didirikan oleh keluarga besar NU sampai saat ini masih terus berjalan. "NU tetap berjalan. LAZISNU NTB juga selalu beraktifitas," imbuh pria yang juga aktif di Barisan Ansor Serbaguna. (Syakir NF/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG