IMG-LOGO
Nasional

Kondisi Lombok Pascagempa Kamis Siang

Kamis 9 Agustus 2018 21:0 WIB
Bagikan:
Kondisi Lombok Pascagempa Kamis Siang
Korban gempa Lombok di tenda pengungsian
Jakarta, NU Online
Belum pulih akibat dua gempa sebelumnya, yakni pada Ahad (29/7) dan Ahad (5/8), Lombok kembali diguncang gempa dengan kekuatan 6,2 skala richter pada Kamis (9/8) pukul 14.30 WITA selain beberapa guncangan yang relatif lebih kecil lainnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Nusa Tenggara Barat Muhammad Yakub mengatakan bahwa saat ini mengalami krisis logistik. "Stok makanan tidak bisa bertahan lama, satu jam habis," katanya kepada NU Online pada Kamis (9/8).

Di samping itu, Yakub juga menuturkan berdasarkan pantauannya di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat masih membutuhkan tim medis dan obat-obatan. "Kami butuh penanganan yang cepat," ujarnya.

Air yang menjadi kebutuhan utama juga harus mereka peroleh dengan iuran bersama. Pasalnya, kata Yakub, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Yang tak kalah penting, menurutnya, adalah kesehatan mental warga di sana. Ia meminta agar pemerintah atau lembaga manapun untuk menghadirkan psikolog guna memulihkan kejiwaan masyarakat.

Meskipun demikian, pos NU yang sudah didirikan oleh keluarga besar NU sampai saat ini masih terus berjalan. "NU tetap berjalan. LAZISNU NTB juga selalu beraktifitas," imbuh pria yang juga aktif di Barisan Ansor Serbaguna. (Syakir NF/Muiz)
Bagikan:
Kamis 9 Agustus 2018 23:39 WIB
Ini Pesan PBNU Usai Capres dan Cawapres Dideklarasikan
Ini Pesan PBNU Usai Capres dan Cawapres Dideklarasikan
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Jakarta, NU Online
Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah resmi dideklarasikan masing-masing partai koalisi pendukung, baik dari kubu Joko Widodo maupun kubu Prabowo Subianto, Kamis (9/8) malam.

Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar menyukseskan perhelatan pemilihan presiden (pilpres) Maret 2019 mendatang.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini di antara bentuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut ialah tetap menjaga persaudaraan atau ukhuwah. Hal ini untuk menghindari perpecahan antar-anak bangsa. 

“Mari kita sukseskan pilpres dengan tetap menjaga ukhuwah (persaudaraan), mari kita sukeskan, jangan sampai karena pilpres kita berantem,” ujar Kiai Said, Kamis (9/8) di Kantor PBNU Jakarta.

Guru Besar Ilmu Tasawuf itu mengingatkan kepada masyarakat jangan sampai pilpres seperti praktik-praktik politik di beberapa negara yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan, bahkan menggunakan sentimen agama.

“Jangan seperti praktik-praktik politik di beberapa negara yang menghalalkan segala cara bahkan menggunakan sentimen agama untuk mencapai kekuasaan politik,” jelasnya.

Dalam pilpres 2019 mendatang, capres Joko Widodo menggandeng cawapres KH Ma’ruf Amin. Adapun capres Prabowo Subianto didampingi cawapres Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon ini akan mendaftarkan diri secara resmi ke KPU RI, Jumat (10/8) besok. (Fathoni)
Kamis 9 Agustus 2018 22:55 WIB
Job Fair Tegal Jadi Ajang Pertemuan Pencari Kerja dan Perusahaan
Job Fair Tegal Jadi Ajang Pertemuan Pencari Kerja dan Perusahaan
Tegal, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan Bursa Lowongan Kerja (Job Fair) di Kabupaten Tegal. Berdasarkan pantauan, 30 perusahaan mengikuti job fair ini. Sedangkan jumlah pencari kerja sampai siang pukul 10.30 WIB mencapai 379. 

Bupati Kabupaten Tegal, Umi Azizah mengatakan, jumlah angka pengangguran di Kabupaten Tegal tidak bisa kami pungkiri cukup tinggi. Oleh sebab itu, persoalan ini akan ia atasi melalui revisi kebijakan tata ruang guna, menunjang penyerapan tenaga kerja yang ada. 

“Job Fair kali ini saya lihat sangat bernuasa kekeluargaan dan semoga para pendaftar atau pencaker bisa diterima semua, amin,” Kata Bu Umi, di Kantor NU Kabupaten Tegal, Rabu, (8/8). 

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Nur Nadlifah mengatakan, Job Fair bertujuan mempertemukan dua komponen antara perusahaan dan pencaker. Sejauh ini, sering kali terjadi ketimpangan yang terjadi karena hal-hal teknis yang menghambat.

“Ada pencaker nyari info tenaga kerja tapi di saat perusahaan menyediakan lowongan dan di saat itu pula pencaker tidak siap karena minim informasi dan tidak sesuai harapan pencaker (tidak kompeten),” katanya.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal, Ir. Bambang Susatyo, pengangguran selama ini mayoritas terjadi karena kurang adanya lapangan kerja yang memadai. Selain itu, pengangguran juga terjadi karena tenaga kerja kita minim kompetensi.

“Ada perusahaan yang pernah membutuhkan banyak tenaga kerja, tapi karena tenaga kerja kita tidak menguasai bidang yang dibutuhkan, maka yg terjadi tidak ada penyerapan tenaga kerja,” katanya. (Red-Zunus) 
Kamis 9 Agustus 2018 21:0 WIB
Dipinang Jokowi, Ini Target Pembangunan Kiai Ma'ruf Amin
Dipinang Jokowi, Ini Target Pembangunan Kiai Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin konferensi pers di Gedung PBNU, Kamis (9/8)
Jakarta, NU Online
KH Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya akan berfokus pada penguatan ekonomi untuk memajukan pembangunan Indonesia lima tahun ke depan. Hal itu ia sampaikan di hadapan wartawan di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (9/8) malam usai Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Kiai Ma’ruf Amin sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang.

Penguatan ekonomi, kata Kiai Ma’ruf Amin, sifatnya bukan membuang, tetapi menguatkan yang lemah. Kemitraan antara golongan yang ekonominya lemah dan yang kuat dapat dibangun di mana pemodal yang kuat menjadi mitra usaha dengan masyarakat lemah.

“Melalui koperasi, lalu kegiatan pesantren,” kata Kiai Ma’ruf.

Kiai Said Sebut Tokoh yang Layak Jadi Cawapres

Salah satu yang dapat dilakukan, ia mencontohkan adalah penyiapan produk yang sesuai dengan potensi pertanian sekaligus dibutuhkan masyarakat, misalnya beras dan jagung.

“Tidak boleh negara ini tergantung pangannya ke luar negeri. Semuanya harus memenuhi kebutuhan, tak boleh ada import beras dan jagung,” lanjutnya.

Ia menegaskan Indonesia tidak kurang lahan dan sumber daya manusianya. “Kenapa kita tidak mampu (memenuhi kebutuhan pangan)? Ini yang harus diperkuat. Pangannya, kedaulatannya, harus kita perhatikan,” beber Kiai Ma’ruf.

Selain persoalan ekonomi dan pangan, hal berikutnya adalah pembangunan karakter bangsa dan penegakkan hukum. Menurut Kiai Ma’ruf, kedua hal itu saling berkaitan. "Jika banyak yang melanggar hukum, pembangunan karakter bangsa kita (menandakan) tidak berhasil,” ujarnya. (Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG