IMG-LOGO
Daerah
NU PEDULI GEMPA LOMBOK

Pelajar NU Kraksaan Kumpulkan Dana untuk Lombok

Sabtu 11 Agustus 2018 9:9 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Kraksaan Kumpulkan Dana untuk Lombok
Probolinggo, NU Online
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang terkena musibah gempa bumi, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan melakukan pengumpulan dana untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/8).

Pengumpulan dana ini melibatkan para kader Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU Kota Kraksaan. Kegiatan ini diawali dengan doa bersama di Kantor PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kota Kraksaan. 

Selanjutnya para pelajar NU ini terbagi menjadi beberapa kelompok menuju ke beberapa sasaran. Diantaranya, Pasar Paiton, Pasar Kotaanyar, Pasar Semampir dan Pasar Maron. Tim penggalangan dana untuk korban gempa Lombok ini beranggotakan para komandan dan beberapa pengurus sekitar 50 orang dan dibagi menjadi 3 kelompok.

“Penggalangan dana untuk korban gempa bumi ini bertujuan untuk membantu meringankan beban penderitaan korban bencana alam di Lombok. Harapannya agar musibah ini dijadikan peringatan bagi kita semua,” kata Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam.

Hingga sore harinya, untuk perolehan sementara penggalangan dana ini masih mencapai Rp 1.320.500. Jumlah ini masih akan bertambah karena kegiatan penggalangan dana masih akan terus berlanjut di beberapa titik sasaran.

“Teknik penyaluran dana yang diperoleh nantinya akan melalui LAZISNU Kota Kraksaan. Semoga apa yang dilakukan oleh para pelajar NU di Kota Kraksaan ini mampu meringankan beban penderitaan saudara kita yang sedang terkena musibah gempa bumi di Lombok, NTB,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 11 Agustus 2018 23:30 WIB
Makam Orang Bakhil Banyak Kalajengking
Makam Orang Bakhil Banyak Kalajengking
Selain shalat, perintah dalam Islam adalah sedekah
Pati, NU Online
Habib Yahya Rosyad dari Grobogan, Jawa Tengah, mengatakan dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Pasalnya, walaupun dikerjakan dengan riya, tetapi mendapatkan pahala.

"Minimal pahalanya berasal dari menyenangkan orang," kata Habib Yahya dalam acara Sedekah Bumi dan Shalawat di Dukuh Sempu, Desa Jakenan, Pati, Jawa Tengah, Kamis (9/8).

Tetapi, kata Habib Yahya, sedekah harus diiringi dengan mendirikan shalat. "Percuma orang yang bersedekah tidak mendirikan shalat. Sebab sedekah dan shalat itu satu paket. Orang sedekah ya harus shalat, orang shalat ya harus bersedekah," terang dia.

Ia mengisahkan betapa celakanya seseorang yang dermawan, sering bersedekah akan tetapi mengabaikan shalatnya. Suatu hari di Madinah, lanjut Habib Yahya, ada seorang anak muda yang masih berumur 28 tahun yang  meninggal. Dia adalah seorang yang kaya raya atau rajul amal (pengusaha). Rumahnya 24 jam terbuka bagi setiap orang yang datang.

"Mereka yang datang ke rumahnya, tidak mungkin tidak, pasti akan dibantu. Ia dimakamkan di kompleks pemakaman dekat makam Nabi Muhammad saw. Nahas, saat jenazah hendak dimasukkan di makam ternyata di dalam lubang makamnya ada ular yang besar. Kemudian warga menutup makam tersebut dan menggali lubang makam yang lainnya hingga beberapa kali. Tetap saja ular tersebut masih muncul," cerita Habib Yahya.

Baca: Sedekah Bikin Kaya Dunia Akhirat

Warga pun penasaran terhadap almarhum. Bukankah selama ini ia adalah orang yang baik dan dermawan. Lantas bagaimana mungkin peristiwa tersebut terjadi. Kemudian warga bertanya kepada ibu almarhum. Sang ibu pun menjawab bahwa benar saja almarhum orang baik. Namun, sejak dari baligh sampai meninggal ia belum pernah shalat sama sekali

"Biasanya dalam Al-Qur'an kalau ada kata-kata yuqiimuunasshalaata pasti diikuti wamimmaa razaqnaahum yunfiquun," jelas Habib Yahya.

Habib Yahya meneruskan kisahnya tentang orang shalatnya sudah bagus tetapi masih saja bakhil, shalatnya tidak akan diterima oleh Allah. Suatu ketika ada seorang santri menyukai anak orang yang kaya raya. Kemudian ia mengatakan kepada ibunya dan memohon untuk melamarkan gadis pujaan hatinya kepada orang tua si gadis.

Tak menunggu waktu lama, sang ibu tadi pergi ke rumah orang tua si gadis untuk melamarkan anak laki-lakinya. Ayah si gadis menyetujui lamaran tersebut dengan sebuah syarat, yakni harus mencarikan kalajengking dua keranjang.

Sang ibu pun menceritakan syarat tadi kepada anaknya. Akhirnya sang anak laki-laki tersebut sowan ke kiainya mengadukan permasalahannya sekaligus meminta saran. Sang kiai menyarankan kepada sang anak laki-laki untuk mencari kalajengking di kuburannya orang bakhil. Lalu, sang santri tersebut pun benar-benar melaksanakan saran sang kiai. Dan benar, baru pada cangkulan pertama banyak sekali kalajengking yang keluar dari kuburan tersebut.

Akhirnya sang santri tadi membawakan kalajengking tersebut sebagai mas kawin di hadapan orang tua si gadis. Sang orang tua gadis tersebut langsung menerima lamaran sang santri tersebut tanpa pikir panjang.

"Jadi jangan sekali-kali medit walaupun shalatnya sudah bagus," tegas Habib Yahya. (Ahmad Solkan/Kendi Setiawan)
Sabtu 11 Agustus 2018 22:30 WIB
Ribuan Warga Hadiri Ruqyah Aswaja di Pekalongan
Ribuan Warga Hadiri Ruqyah Aswaja di Pekalongan
Pekalongan, NU Online
Tidak kurang seribu warga sekitar Medono mengikuti ruqyah massal dengan terapi Qur'ani. Kegiatan terselenggara berkat kerja sama Takmir Masjid Al-Muttaqin, Ranting NU Medono dan tim batik Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) PC Pekalongan, Jumat (10/8) malam.

Pada acara ini turut hadir pula Ustadz Zamqhoni selaku Ketua Ranting NU Medono, Ustadz Fuad yang juga Ta'mir Masjid Al-Muttaqin, serta Pembina JRA Pekalongan, Ustadz Andi Sevta.

Dalam sambutannya, Ustadz Zamqhoni memaparkan keinginannya sudah lama ingin menggelar ruqyah Aswaja ini di lingkungannya namun tidak tahu harus ke mana menghubungi. "Subhanallah, tiba-tiba JRA Pekalongan menemui kami," ucapnya penuh syukur.

Peserta ruqyah massal terapi Qur'ani sudah tampak memadati masjid usai shalat Isya. Bahkan peserta rela meluber hingga luar majid.

Acara dipimpin langsung Andi Sevta selaku Pembina JRA Pekalongan dan Hasan Bisri sebagai Ketua Tim Batik JRA Pekalongan. Sekitar pukul 20:15, acara dimulai dan berakhir hingga 22:45 WIB.

"Alhamdulillah, acara malam ini dihadiri ribuan orang dan berjalan dengan lancar," ucap Hasan.

Masih menurut Hasan Basri, JRA Pekalongan yang ia pimpin selalu mengadakan ruqyah massal terapi Qur'ani ini dengan cara safari "Ya kita pindah-pindah, dari satu masjid ke masjid yang lain, dari lembaga satu ke lembaga lain," ungkapnya.

"Selain mensyriarkan Al-Qur'an sebagai obat pertama dan utama, JRA juga bertujuan membentengi masyarakat dari paham-paham yang bertentangan dengan aqidah Aswaja an-Nahdliyah,” pungkasnya. (Alfin Maulana Haz/Ibnu Nawawi)

Sabtu 11 Agustus 2018 22:0 WIB
Terima Banyak Ucapan, Mas’ud: Tantangan bagi ISNU Jatim
Terima Banyak Ucapan, Mas’ud: Tantangan bagi ISNU Jatim
Jajaran pengurus PW ISNU Jatim.
Surabaya, NU Online
Ketua Pimpinan Wilayah  (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, Mas’ud Said, tidak menyangka bahwa perhelatan pelantikan bagi kepengurusannya mendapat perhatian berbagai kalangan. Termasuk dari Presiden RI Joko Widodo dan beberapa menteri dan pejabat lain. Hal tersebut dibuktikan dengan dikirimnya beberapa karangan bunga di sekitar lokasi pelantikan yakni Hotel Utami, Sidoarjo. 

“Kami tidak menyangka perhatian mereka kepada kita kayak begini. Memang saya pernah di Istana, namun sudah lama, empat tahun yang lalu,’’ ujar Mas’ud  Said kepada NU Online, Sabtu (11/8) malam.

Menurut mantan staf Kemensos ini, bagi para pejabat kiriman bunga itu hal yang biasa. Sebagai atensi dan perhatian. Tapi bagi ISNU  Jatim, itu sebagai spirit dan tanggung jawab yang besar serta strategis sebagai organisasi sarjana.

“Ini merupakan atensi dan perhatian dari pemimpin negeri bagi kelompok strategis, yakni organisasi cendikiawan dan profesional seperti ISNU. Ini merupakan tantangan bagi kita,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Ahad (12/8) pengurus PW ISNU Jatim yang baru akan dilantik oleh Pimpinan Pusat ISNU. Acara itu mendapat atenasi luar biasa dari berbagai pihak. Termasuk dari para pemimpin negeri seperti presiden dan beberapa kementrian. Tidak ketinggalan pemerintah daerah, pengusaha, Ormas, juga partai politik di Jatim juga melakukan hal serupa.

Meski ini gawe PW ISNU Jatim, tapi gaungnya sangat luar biasa. Laiknya acara nasional. Hal ini bisa dilihat dari beberapa karangan bunga ucapan selamat dari perbagai pihak. Di antaranya dari Presiden Jokowi, Menko Maritim, Menseneg, Menteri Sosial, Menteri Agama, Menteri Pertanian, Gubernur Jatim dan lainnya. Hingga saat ini setidaknya ada 45 ucapan yang berjejer di halaman hotel, tempat acara digelar. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG