IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional
NU PEDULI LOMBOK

Tak Ketinggalan, NU Balikpapan Kirim Bantuan untuk Lombok

Kamis 16 Agustus 2018 0:30 WIB
Bagikan:
Tak Ketinggalan, NU Balikpapan Kirim Bantuan untuk Lombok
Tim NU Peduli di Kantor PWNU NTB (foto: Yusuf Tantowi)
Jakarta, NU Online
Bantuan dan relawan NU Peduli Gempa Lombok dari berbagai daerah terus berdatangan di Posko Utama NU Peduli PWNU NTB. Rabu (15/8) malam ini datang relawan dari PCNU dan LAZISNU Balikpapan, Kalimantan Timur. 

“Mereka juga perwakilan dari orang Lombok yang merantau di Kalimantan,” tutur relawan NU Peduli, Yusuf Tantowi seperti diunggah dalam akun facebook-nya.

Selain itu, juga baru datang Tim Kesehatan Universitas Islam Malang (Unisma) Jawa Timur. Mereka datang dengan menggunakan jalur udara dan laut.

“Terdiri dari delapan orang dokter, tim medis dan membawa obat-obatan,” tambah Yusuf.

Relawan juga membawa donasi, tenaga, dan barang-barang bantuan lainnya untuk warga terdampak gempa bumi Lombok.

Sementara itu, NU Care-LAZISNU pusat merilis bantuan berbentuk dana hingga Rabu siang mencapai Rp1.859.555.652 rupiah. Dana tersebut merupakan dana yang dikumpulkan oleh NU Care-LAZISNU pusat (Rp748.923.804) digabung dengan NU Care-LAZISNU Bali (Rp100.000.000), NU Care-LAZISNU Jawa Tengah (Rp440.653.200), dan Jawa Timur (Rp569.000.000).

Jumlah ini telah melampaui target awal yang hanya satu miliar rupiah. Jumlah ini juga dipastikan terus bertambah karena NU Care-LAZISNU pusat terus melakukan penggalangan. Adapun NU Care-LAZISNU Jateng menargetkan penggalangan untuk tahap pertama hingga 17 Agustus. Sementara LAZISNU Jatim dengan dukungan PWNU Jatim memaksimalkan penggalangan melalui masjid pada pelaksanaan shalat Jumat.

Bantuan NU Peduli ditargetkan menyasar para pengungsi dan kelompok rentan (difabel, lanjut usia, perempuan dan anak-anak). Hingga berita ini ditulis penerima manfaat bantuan dari NU Peduli telah mencapai 4.000 jiwa yang tersebar di empat kabupaten kota di NTB. Adapun relawan dan sumber daya manusia yang dilibatkan tak kurang dari 264 orang. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Kamis 16 Agustus 2018 23:0 WIB
BCA Mataram Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui NU NTB
BCA Mataram Salurkan Bantuan Korban Gempa Melalui NU NTB
BCA Mataram bantu korban gempa lewat NU NTB
Mataram, NU Online
Pada Kamis  (16/08)  Posko Utama NU Peduli Korban Gempa Lombok di Halaman Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram terus dibanjiri logistik untuk di didistribusikan kepada korban gempa lombok.

Beragam elemen dan lembaga termasuk warga NU se Indonesia telah banyak dan  ikut serta ambil bagian dalam meringankan beban warga Lombok dengan mendonasikan segala jenis bantuan. Dan  kini dari BCA Mataram tampak ikut mempercayakan NU NTB untuk mendistribusikan bantuan logistik.

"Alhamdulillah, PWNU NTB mengucapkan banyak terimakasih kepada warga Indonesia yang hampir tiap saat, donasi terus masuk di Posko NU Peduli Korban Gempa yang terpusat di Halaman Kantor NU NTB," kata Ketua LPBI NU NTB Yek Agif kepada NU Online. 

Ia juga secara khusus berterimakasih kepada BCA (Bank Central Asia) Mataram yang telah menyalurkan bantuan berupa logistik melalui NU NTB.

Dikatakan, BCA Mataram mendonasikan logistik berupa 80 sak beras isi 5 Kg, 10 Dus minyak goreng, 15 dus  Mi ABC, 6 Bisc Rose cream, 4 Dus Bisc Butter pack, 2 Dus wafer with coffe, dan dua dus kecap manis 135 ml. 

"Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan dan di balas kebaikannya," kata Agif sapaan akrabnya.

NU NTB masih akan terus membuka posko untuk menerima donasi dari pihak manapun untuk didistribusikan kepada warga yang terkena musibah gempa di Lombok. (Hadi/Muiz)

Kamis 16 Agustus 2018 21:30 WIB
Sambutan Menaker dalam Upacara Pengibaran Bendera HUT RI
Sambutan Menaker dalam Upacara Pengibaran Bendera HUT RI

Jakarta, NU Online

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri memberikan sambutan pada Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka HUT ke-73 RI. Menaker antara lain menyampaikan banyak sekali prestasi yang ditorehkan selama empat tahun ini. Berbagai tantangan baik dari dalam maupun luar negeri dapat ditaklukan.

World Economic Forum melaporkan bahwa daya saing Indonesia Indonesia berada di peringkat 36 saat ini. Lompatan terjadi secara signifikan dari rangking 62 di tahun 2016, dan rangking 47 di tahun 2017. 

Permasalahan utama seperti pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi juga mampu ditaklukan. Hal itu karena pemerintah melakukan dua kunci strategi yakni pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia. Konsentrasi pada infrastruktur akan selesai, dan pada 2019 akan berkonsentrasi pada pembangunan SDM.

Pada momen peringatan Hari Kemerdekaan ini, Menteri Hanif juga pengapresiasi para pegawai kementerian yang menerima penghargaan Satya Lancana Karya Satya dari presiden, atase dan staf teknis tenaga kerja yang berprestasi dalam pelayanan dan perlindungan TKI di luar negeri.

Pidato selengkapnya, klik link berikut ini. Sambutan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. (Kendi Setiawan)

Kamis 16 Agustus 2018 20:0 WIB
Penyebab Kurangnya Syukur Menurut Gus Mus
Penyebab Kurangnya Syukur Menurut Gus Mus
Gus Mus dalam silaturahim alim ulama dan Nahdliyin Pucukwangi
Pati, NU Online
KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan di antara krisis-krisis yang dihadapi masyarakat kita saat ini yakni krisis syukur. Mengapa krisis syukur terjadi?

"Karena orang bersyukur harus merasa dulu bahwa ia mendapatkan anugerah dari Allah swt. Sebab, bila tidak merasa mendapat anugerah Allah maka dia tidak akan bersyukur," kata Gus Mus di Lapangan Tiwongso, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati, Rabu (15/8) dalam rangka Silaturahim Alim Ulama dan Warga NU se-Kecamatan Pucakwangi.

Perihal mensyukuri anugerah Allah swt, kiai asal Rembang tersebut menerangkan adanya syukuran yang dilakukan oleh umat Islam apabila melaksanakan ibadah haji. "Hendak berangkat haji syukuran. Seusai pulang haji syukuran," katanya.

Akan tetapi, Gus Mus mengatakan tidak pernah menemui orang syukuran karena shalat. Padahal sholat dan haji sama-sama rukun Islam. "Mengapa kalau haji disyukuri, namun shalat tidak? Karena orang menganggap bila shalat bukanlah anugreah Allah swt. Orang sebatas memahami shalat hanyalah sebuah kewajiban, bila bukan kewajian maka tidak akan dijalankan," papar Mbah Mus

Selain itu, kiai yang budayawan ini memaparkan bahwa sebenarnya manusia sudah diberi anugrah dari Allah swt berupa kemampuan bernafas. "Kita tak mau bersyukur, karena belum pernah sesak nafas," katanya.

Gus Mus lalu mengisahkan seorang temannya yang tidak pernah sakit sama sekali seperti Fir'aun. Suatu ketika sakit bahkan sampai dimasukkan ruang ICU. Gus Mus pun menyempatkan untuk menjenguk.

Akhirnya, Gus Mus pun bertemu temannya tersebut di dalam ruangan ICU dan kalimat yang pertama kali dilontarkannya temannya adalah, "Ternyata bernafas itu nikmat sekali." (Ahamd Solkan/Kendi Setiawan)

 

 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG