IMG-LOGO
Humor

Gus Dur dan Umbul-umbul di Papua

Jumat 17 Agustus 2018 6:30 WIB
Bagikan:
Gus Dur dan Umbul-umbul di Papua
Momen Hari Kemerdekaan 17 Agustus saat yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Mereka bertaruh nyawa saat berupaya mengibarkan bendera merah putih ke pucuk tiang tertinggi.

Namun, di saat rakyat Indonesia memeriahkan hari kemerdekaan dengan ramai-ramai mengibarkan bendera merah putih, kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) justru mengibarkan bendera bintang kejora.

Hal itu tak luput dari pandangan Gus Dur ketika berkunjung ke Papua. Pemandangan tersebut membuat ajudan dan orang-orang di sekitar Gus Dur tak bisa menyembunyikan kegeramannya.

“Gus, bagaimana ini? Mereka tidak mengibarkan bendera merah putih, ini pemberontakan,” kata salah seorang di sekitar Gus Dur.

Gus Dur menjawab enteng, “Ah, kata siapa itu bendera, anggap saja umbul-umbul.” (Ahmad)
Tags:
Bagikan:
Jumat 27 Juli 2018 0:30 WIB
HUMOR
Mobil Kiai Dibaptis, Mobil Pastur Dikhitan
Mobil Kiai Dibaptis, Mobil Pastur Dikhitan
Ilustrasi (trendotomotif)
Tersebutlah Kiai Ngumar yang bersahabat dengan Pastur Budi. Kedua pemuka agama ini selain rajin melakukan kegiatan bersama, juga sering saling berkunjung. Satu ketika Kiai Ngumar mengunjungi sahabatnya, Pastur Budi. Karena melewati perjalanan yang jauh, dan saat itu sedang musim banjir, mobil Kiai Ngumar pun belepotan lumpur.

Melihat mobil Kiai Ngumar, Pastur Budi menyuruh asistennya agar membersihkan mobil tersebut. Sekarang mobil Kiai Ngumar bersih dan kinclong seperti baru keluar dari dealer. Pendeta Budi langsung melapor, “Mobilnya sudah saya baptis, Kiai."

Lain waktu giliran Pastur Budi yang mengunjungi Kiai Ngumar. Rupanya mobil Pastur Budi ada masalah, knalpotnya mengalami sedikit kerusakan. Walaupun rusaknya cuma sedikit, Kiai Ngumar ingin memperbaiki knalpot itu. Menurut Kiai Ngumar, knalpot itu harus dipotong.

Melihat Kiai Ngumar memotong knalpot mobilnya, Pastur Budi tampak keheranan. Tapi langsung saja Kiai Ngumar memberitahu Pastur Budi, “Dulu mobil saya dibaptis, sekarang knalpot mobil Pastur Budi saya khitan.”

(Kendi Setiawan; humor ini diolah dari cerita humor Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti pada Lokakarya Nasional Pengarusutamaan Moderasi Beragama Sebagai Implementasi Resolusi Dewan HAM PBB 16/18, Kamis 26/7).
Selasa 24 Juli 2018 9:30 WIB
Tanya Jawab Orang Ateis dan Orang Berilmu
Tanya Jawab Orang Ateis dan Orang Berilmu
Ilustrasi humor
Ada seorang ateis di Rusia bertanya kepada orang berilmu dengan tiga pertanyaan. Pertanyaan pertama siapa yang menciptakan Allah SWT? "Tolong jawab dengan logika, dan jangan menggunakan dalil," katanya.

Pertanyaan kedua, kalau manusia di surga makan terus tanpa berak, apakah tidak besar perutnya? Tolong jawab dengan logika, jangan menggunakan dalil.

Pertanyaan ketiga, iblis itu kan tercipta dari api, dan nerakan itu adalah api. Pastilah setan tidak akan merasakan panas, karena sama-sama api. Sekali lagi tolong jawab dengan logika dan jangan menggunakan dalil.

Lantas orang berilmu tersebut berdiam sejenak lalu menjawab. "Pertanyaan pertama akan saya jawab. Kamu tahu, satu tambah satu dua, dua tambah dua empat, dan seterusnya. Nah siapa yang bisa menciptakan satu? tidak ada bilangan yang menghasilkan satu. nol ditambah nol tetap nol, bukan?" jawabnya.

"Dan dengan satu, bisa melahirkan angka yang lainnya," tambahnya.

"Kemudian pertanyaan kedua akan saya jawab. Kamu lahir dari perut ibu, makan, minum di dalamnya. Apakah perut kamu membesar? Begitu pun keadaan dalam surga. Bagaikan hidup dalam rahim ibu".

Sebelum menjawab pertanyaan ketiga, dengan spontan tangan kanan orang berilmu melayang dan mendarat di pipi orang ateis tersebut. "Plaaaak!" Sontak orang ateis itu marah.

Namun, orang berilmu langsung berkata, "pipi kamu terbuat dari daging? Tangan saya juga terbuat dari daging. Sakit toh? Begitu pun setan dan api. Pasti akan merasakan sakit ketika berada dalam neraka meskipun sama-sama tercipta dari api," ucapnya lugas. (Siti Aisyah)
Rabu 18 Juli 2018 10:30 WIB
Saat Gus Dur Membeli Kepala Ikan di Mesir
Saat Gus Dur Membeli Kepala Ikan di Mesir
Di balik pemikiran, kiprah, jasa-jasanya yang luar biasa, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah penggemar kuliner. Tempat-tempat kuliner lezat di dalam negeri tak luput dari penjelajahannya.

Kegemaran Gus Dur itu sejurus dengan kelihaiannya dalam memasak. Konon, Gus Dur pintar memasak saat menjadi mahasiswa di Mesir, Baghdad, dan kala berkelana di Eropa.

Bagi Gus Dur, untuk memperoleh makanan lezat tak harus merogoh kocek dalam-dalam. Apalagi saat menjadi mahasiswa di Mesir. Ia paham bagaimana caranya mengirit tapi tetap bisa makan enak.

Saat itu Gus Dur memasak kepala ikan. Asal giliran dia yang masak di asrama, para mahasiswa yang ikut bareng dengan Gus Dur senang karena makanannya enak dan tidak mengharuskan keluar uang banyak.

Suatu hari, Gus Dur tidak bisa memasak karena ada keperluan mendadak. Seorang sahabat menggantikan posisi Gus Dur untuk membeli kepala ikan dan memasak di asrama. Begitu tiba di tukang ikan, sahabat Gus Dur tersebut ditanya oleh si penjual:

“Mana kawanmu yang biasa ke sini?”

“Dia sedang sibuk dan saya yang mewakili,” jawab sahabat Gus Dur.

“Kawanmu itu hebat ya, punya kucing duapuluh, dia bisa memelihara dengan telaten,” ucap si penjual ikan.

“Kucing? Duapuluh? Nggak keliru Anda siapa kawan saya?” sergah sahabat Gus Dur agak kaget.

“Loh, temanmu si Abdurrahman itu, kalau ke sini selalu beli kepala ikan, katanya untuk kucingnya yang duapuluh ekor itu. Saya kasih murah karena dia mau memelihara hewan telaten seperti itu,” jelas di penjual ikan.

Mendengar itu, sahabat Gus Dur tidak jadi memesan kepala ikan dan ganti yang lain. Risikonya, harga belanjaan hari itu pun meningkat! (Fathoni) 

*) Disarikan dari buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam (2013)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG