IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Bentangkan Bendera 13 Meter, Ribuan Santri Al-Muhibbin Peringati Kemerdekaan


Jumat 17 Agustus 2018 09:00 WIB
Bagikan:
Bentangkan Bendera 13 Meter, Ribuan Santri Al-Muhibbin Peringati Kemerdekaan
Jombang, NU Online 
Santri Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73 dengan melakukan upacara bendera di halaman pesantren, Kamis (16/8) malam.

Ribuan santri ini melaksanakan upacara dengan ciri khas menggunakan sarung dan kopiah. Acara dimulai setelah jamaah Shalat Isya di masjid Al-Muhibbin. Layaknya upacara pada umumnya, acara tersebut juga diawali pembukaan, pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi, pembacaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945, lanjut amanat pembina upacara dan ditutup dengan doa.

Penanggung jawab acara Muhammad Fadlan Murtadlo mengatakan upacara bendera ini rutin digelar di pesantrennya. Hal ini digunakan untuk memupuk rasa nasionalis santri. Ini sesuai dengan ajaran para ulama yang menganjurkan untuk mencintai negara sendiri.

"Upacara bendera ini sebagai wujud nyata kecintaan para santri kepada negaranya. Dengan kemerdekaan maka Muslim Indonesia bebas beribadah dan beraktivitas. Tidak semua negara mendapatkan hal ini," jelasnya.

Acara upacara ini semakin terasa lengkap saat para santri menampilkan drama proses merebutkan kemerdekaan. Para santri ini memperagakan proses perjuangan para pahlawan untuk memperebutkan kemerdekanan dari penjajah dulu. 

Upacara resmi ditutup dengan penyulutan obor yang diiringi oleh letusan suara mercon silih berganti. Selain itu, sebuah bendera berukuran jumbo sepanjang 13 meter dibentangkan para santri di lantai dua dan tiga ribath Al-Hambali.

"Dengan tampilan drama maka pesan yang ingin disampaikan lebih cepat sampai dibandingkan ceramah panjang lebar," ungkap Fadlan.

Sedangkan menurut Ketua Pesantren Bumi Damai Al-MuhibbinBahrul Ulum Achmad Fauzi  Darmawan kegiatan ini sengaja dilakukan di malam hari agar tak mengganggu kegiatan para santri ditambah upacara bendera pada pagi hari biasanya dilakukan di sekolah atau madrasah masing-masing. Upacara ini merupakan rangkaian acara perayaan HUT-RI ke-73 karena masih ada lomba-lomba antar santri.

"Santri harus bisa mengisi nikmat dari Allah berupa kemerdekaan Indonesia dengan melakukan hal yang positif dan bermanfaat buat bangsa. Jiwa raga santri itu harus mau cinta agama dan negara," ungkap Fauzi.

Ia juga menjelaskan bahwa persiapan upacara ini konsepnya berasal dari santri, diisi oleh santri dan untuk menghibur para santri sendiri. Acara sendiri berlangsung tertib, meriah dan penuh kejutan.

"Saya kaget juga tadi di lapangan ada tulisan HUT-RI ke-73. Apalagi tadi dramanya buat sedikit merinding, suasana malam yang tenang dan teduh membuat upacara terasa lebih khidmat" pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG