IMG-LOGO
Internasional

Hadiri Silaturahim NU Se Dunia, Menag Ungkap Tiga Tantangan Warga NU

Ahad 19 Agustus 2018 8:0 WIB
Bagikan:
Hadiri Silaturahim NU Se Dunia, Menag Ungkap Tiga Tantangan Warga NU
Menag RI H Lukman Hakim Saifuddin (berdiri)
Makkah, NU Online
Menteri Agama H Lukman Saifuddin menyampaikan, di era global seperti sekarang ini, ada tiga tantangan warga NU. 

Tiga tantangan tersebut Menag ungkap di acara Silaturahim NU Se Dunia di Hotel Al-Wihdah Jarwal Mekkah Arab Saudi, Sabtu (18/18).

Menurutnya, tantangan pertama adalah perihal wawasan. Banyak orang jadi konservatif, tekstualis, bahkan radikal dan ekstrim salah satunya karena wawasan pengetahuan.

"Maka perlu warga NU menyebarkan wawasan pengetahuan," ungkapnya.

Tantangan kedua adalah politik. Menag mencotohkan seperti gerakan ISIS itu tak lepas dari kepentingan politik. Sedangkan tantangan terakhir atau ketiga adalah terkait internal NU sendiri dalam mengenalkan nilai-nilai NU yang moderat.

"Kita jangan terjebak dalam prilaku yang ekstrim, misalnya dalam menyampaikan Islam Nusantara, kita harus menyampaikannya dengan kerendahan hati," terang putra KH Saifuddin Zuhri ini.

Hadir dalam acara, Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Habib Zein bin Smith,  KH Turmudzi dari Lombok Praya, KH Kafabihi Makhrus Lirboyo, KH Ali Masykuri, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan ulama-ulama yang lain. 

Hadir pula Dubes RI untuk Arab Saudi H Agus Maftuh Abegebriel, beberapa perwakilan-perwakilan PCINU sedunia,  Wakil Gubernur (terpilih) Jawa Timur Emil Dardak, Ustadz Yusuf Mansur dan nahdiyyin yang berangkat haji. (Zaim/Muiz)

Bagikan:
Ahad 19 Agustus 2018 23:50 WIB
Facebook Akui Lamban Tangani Ujaran Kebencian atas Rohingya di Myanmar
Facebook Akui Lamban Tangani Ujaran Kebencian atas Rohingya di Myanmar
Ilustrasi (Reuters)

Yangon, NU Online
Perusahaan Facebook mengaku pihaknya terlalu lambat mengatasi gelombang ujaran kebencian di Myanmar. Raksasa media sosial ini juga menyadari dirinya lamban mempekerjakan lebih banyak orang Burma dan berinvestasi teknologi untuk mengidentifikasi konten yang bermasalah.

Pengakuan tersebut muncul setelah Reuters merilis hasil investigasinya bahwa Facebook gagal membendung konten kebencian, dan hingga kini masih menjadi sarana untuk menghina dan mendiskriminasi minoritas Muslim Rohingya.

Reuters menemukan lebih dari 1.000 contoh unggahan, komentar, gambar dan video yang merendahkan dan menyerang Rohingya dan Muslim lainnya di Facebook pekan lalu.

Ada banyak sekali unggahan yang menyebut Rohingya dan Muslim lainnya dengan panggilan "anjing", "pemerkosa", serta ujaran yang mendesak minoritas itu dimusnahkan saja. Ada juga unggahan gambar anti-Muslim yang bernuansa pornografis tayang di Facebook sejak enam tahun lalu.

Selama bertahun-tahun, kata Reuters, Facebook menjadi arena yang didominasi ujaran kebencian, dan ditengarai menjadi salah satu pemicu letusan kekerasan etnis selalu terulang di negeri mayoritas umat Buddha ini. Karyawan Facebook di sana juga jauh dari memadai untuk kepentingan pengawasan konten. Pada 2015, misalnya, hanya ada dua karyawan yang mengerti bahasa Burma.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah secara online, Kamis kemarin, Facebook mengklaim telah menggunakan alat pendeteksi otomatis ujaran kebencian dan mempekerjakan lebih banyak karyawan berbahasa Burma untuk meninjau konten-konten kebencian.

Di penghujung Agustus tahun lalu, sekitar 700 ribu orang Rohingya terusir dari tanah kelahirannya di Myanmar, dan mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh. Hal ini terjadi lantaran operasi militer Myanmar sebagai aksi balasan menyusul segelintir militan Rohingya yang menyerang pos-pos keamanan pemerintah setempat. (Mahbib) 

Ahad 19 Agustus 2018 23:30 WIB
Saudi Sediakan Hotel Kapsul Gratis untuk Jamaah Haji
Saudi Sediakan Hotel Kapsul Gratis untuk Jamaah Haji
Foto: Ahmad Al-Rubaye/AFP
Makkah, NU Online
Kerajaan Arab Saudi terus melakukan inovasi terkait dengan penyediaan fasilitas untuk para jamaah haji. Tahun ini, Saudi menyediakan hotel minimalis berbentuk kapsul. Para jamaah haji bisa memakai fasilitas ini untuk istirahat secara gratis. 

Hotel kapsul tersebut mulai beroperasi hari ini, Ahad (19/8). Menurut Haji dan Asosiasi Amal Hadiah Mu'tamer, antara 18 hingga 24 hotel kapsul modern akan disediakan bagi para peziarah untuk tidur siang gratis dalam enam hari mendatang.

Kepala Badan Amal itu Mansour al-Amir mengatakan, Hotel kapsul ditempatkan di Mina, sebuah kota barat di dekat kota suci Makkah. Hotel tersebut terdiri dari beberapa kamar kapsul yang terbuat dari fiberglass, masing-masing panjangnya tiga meter dan tingginya satu meter. 

Hotel kapsul juga dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti kasur, seprai bersih, lampu, pendingin udara, dan cermin besar. Para jamaah haji bisa ganti baju, mandi, dan menyimpang barang-barang. Fasilitas ini dimaksudkan untuk membantu para jamaah haji yang tidak bisa memesan hotel di lokasi namun butuh tempat untuk istirahat.

Para jamaah diberi waktu tiga jam untuk istirahat. Ketika mereka bangun untuk shalat, maka para pekerja akan membersihkan kamar kapsul itu sebelum menyerahkan kepada jamaah berikutnya.

“Kami selalu memikirkan mengenai jamaah dan bagaimana membuat mereka lebih nyaman selama menunaikan ibadah haji,” kata al-Amir, dilansir AFP. (Red: Muchlishon)
Ahad 19 Agustus 2018 22:30 WIB
Ditahan 8 Tahun, Akhirnya Surat Warga Palestina Sampai di Tepi Barat
Ditahan 8 Tahun, Akhirnya Surat Warga Palestina Sampai di Tepi Barat
Yerusalem, NU Online
Warga Palestina yang tinggal di wilayah Tepi Barat yang diduduki akan menerima pengiriman khusus surat-surat dengan berat lebih dari 10 ton. Surat tersebut merupakan surat yang ditahan Israel selama delapan tahun terakhir.

Para pekerja pos telah memilah-milah ribuan karung surat di kota Jericho, Tepi Barat selama beberapa hari terakhir setelah pemerintah Israel mengizinkan masuknya surat-surat dan paket-paket dari negara tetangga Yordania.

Menurut pejabat Otoritas Palestina, surat-surat tersebut memang sengaja dibuat di Yordania sejak 2010 silam karena Israel tidak akan mengizinkan pengiriman langsung ke Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Surat dengan tujuan Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah perbatasan yang berada di bawah kontrol Israel, tentu saja harus melewati pemeriksaan Israel. 

“Sebuah tim dibentuk dari seluruh kota (Jericho) untuk menyampaikan (surat) kepada orang-orang sesegera mungkin,” kata Hussein Sawafta, direktur jenderal Pelayanan Pos Palestina, dilansir laman Reuters, Ahad (19/8).

Di Jericho, surat-surat tersebut diperiksa begitu ketat. Bahkan, kursi roda dan mainan termasuk barang-barang yang ikut disortir. 
Seorang pejabat pos Palestina, Ramadhan Ghazawy, mengatakan, beberapa barang mungkin susah untuk dikirim karena isinya telah tumpah dari amplop dan kotak yang rusak serta sebagian yang lain alamat yang tertera tidak jelas.

“Ada mainan untuk anak-anak. Mungkin mainan-mainan tersebut berumur satu tahun ketika hadiah itu dikirim. Sekarang mereka delapan,” kata Ghazawy. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG