Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kurban, Berpahala dan Memberi Manfaat Sosial

Kurban, Berpahala dan Memberi Manfaat Sosial
Jember, NU Online 
Berkurban bukan semata ibadah, tapi juga berfungsi membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.  Sebab, berkurban merupakan pelaksanaan perintah Allah, dan pada saat bersamaan ada unsur berbagi nikmat untuk sesama manusia. 

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan saat menjadi khatib Shalat Idul Adha di Masjid Al Kahfi, Dusun Sumberlanas Timur, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur, Rabu (22/8).

Menurutnya, berkurban jika diibaratkan berlayar, maka sekali kayuh, dua pulau terlampaui. “Begitu juga berkurban, dapat pahala sekaligus manfaat  sosial,” jelasnya.

Seraya mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW, Eksan membeberkan tiga kunci masuk surga. Yaitu menebar salam, memberi makan orang miskin dan shalat malam. 

Menebar salam, katanya, tidak boleh hanya dimaknai gemar mengucap assalamualaikum namun yang tak kalah penting adalah memaknainya dengan perilaku terhadap pengertian salam itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu menjaga keselamatan dan memberikan kesejukan di tengah masyarakat.

“Jadi salam tidak semata-maata diucapkan, tapi juga menghadirkan keselamatan dan kesejukan bagi orang lain,” jelasnya.

Kedua adalah memberi makan orang miskin. Dalam konteks ini, ibadah kurban juga termasuk di dalamnya.  Menurut  Eksan, memberi makan orang miskin adalah ibadah sosial yang perlu terus menerus diupayakan, lebih-lebih di tengah kehidupan yang cukup susah seperti ini. “Jangan lupa para fuqara juga punya kekuatan, yaitu doa,” urainya.

Ketiga yakni melaksanakan shalat malam. Ini penting dan masuk akal. Ketika yang lain terbuai dalam mimpinya, maka hamba yang bangun untuk shalat tahajjud, tentu mempunyai nilai lebih di sisi Allah. Sehingga tak heran jika poin ini menjadi salah satu kunci membuka pintu surga. “Ini ibadah istimewa, sarana dan waktu yang efektif untuk bermunajat kepada Allah,” tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi

Posisi Bawah | Youtube NU Online