IMG-LOGO
Daerah

Komunitas Internet Marketers NU di Yogyakarta Gelar Pelatihan

Senin 27 Agustus 2018 8:0 WIB
Bagikan:
Komunitas Internet Marketers NU di Yogyakarta Gelar Pelatihan
Yogyakarta, NU Online
Pengurus dan anggota komunitas Internet Marketers Nahdlatul Ulama atau IMNU Yogyakarta menggelar pelatihan market place. Kegiatan dilaksakan di Sekertariat IMNU setempat, jalan. Dongkelan, Kota Yogyakarta, Ahad (26/8).

Hadir anggota IMNU beserta pengurus dan warga NU lain. Selain itu bergabung sebagai fasilitator atau pemateri Muhammad Wahib yang juga Ketua Umum IMNU Yogyakarta. 

Wahib Subejo, sapaan akrab dari Muhammad Wahib, mengungkapkan bahwa kegiatan ini untuk kian mengenalkan peluang dan kesempatan dengan memanfaatkan internet. "Kelas dan pelatihan rutin yang diselenggarakan IMNU bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh lagi mengenai pengetahuan dan pemahaman lanjutan para anggota terkait market place dan online shop,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa visi dan tujuan jangka panjang dari pelatihan ini diharapkan mampu menciftakan kemandirian. “Hal tersebut sebagaimana tagline, tujuan dan harapan IMNU, yakni muda berintegritas serta mandiri,” tandasnya.

Sementara terpisah Said Muhammad, yang juga merupakan penasihat IMNU Yogyakarta mengapresiasi semangat dan kinerja rekan anggota dan pengurus IMNU. (Sulaeman/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Senin 27 Agustus 2018 23:30 WIB
LAZISNU Jatim Sambut Baik Taman Baca LAZISNU Jombang
LAZISNU Jatim Sambut Baik Taman Baca LAZISNU Jombang
Jombang, NU Online
Pimpinan Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Jombang mendirikan taman baca di sejumlah mushalla, masjid serta Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Terobosan ini mendapat tanggapan positif dari Pimpinan Wilayah (PW) LAZISNU Jawa Timur (Jatim).

Ketua PW LAZISNU Jatim H Noor Shodiq Askandar mengapresiasi pendirian taman baca tersebut. Hal itu menurut pandangannya merupakan langkah konkret mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk lebih gemar membaca. 

"Sip. Kreasi baru yang bermanfaat," ungkapnya kepada Ketua PC LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin melalui pesan singkat WhatsApp (WA) menanggapi pendirian taman baca, yang kemudian dikirim kepada NU Online, Senin (27/8).

Pada zaman milenial ini, kehadiran taman baca dinilai sangat penting. Anak-anak muda akan cukup terbantu dalam memperkaya berbagai pengetahuannya, sehingga mereka akan lebih siap menghadapi beragam tantangan zaman.

"Taman bacaan ini sangat penting untuk generasi muda," imbuhnya.

Sesuai data yang dihimpun NU Online, program pendirian taman baca oleh LAZISNU Jombang merupakan kali kedua terhitung sejak 2017 lalu. Hal itu juga sudah menjadi salah satu amanah Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU sebelumnya.

Dalam hal ini, merujuk pada hasil Muskercab sebelumnya, bahwa pada periode Agustus 2018 sampai dengan Juli 2019 mendatang, PC LAZISNU berkewajiban mendirikan taman baca di 30 masjid, mushalla, TPQ di 10 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau kecamatan.

Tahap demi tahap pendirian taman baca kali kedua dilalui sejak beberapa hari lalu. Namun demikian khusus pekan ini, LAZISNU fokus terhadap mengoleksi sejumlah buku. Kemudian dalam pekan selanjutnya dipastikan sudah siap mendirikan beberapa taman baca sesuai lokasi yang diamanahkan hasil Muskercab.

LAZISNU juga bersedia menampung bantuan dari masyarakat yang hendak menyumbangkan buku-bukunya untuk menyukseskan pendirian taman baca.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, beberapa pihak di Kecamatan Kabuh meminta LAZISNU mendirikan taman baca. Mereka berkoordinasi dengan pengurus MWCNU setempat, dan disampaikan kepada LAZISNU. Sementara LAZISNU memastikan taman baca akan berdiri di Kabuh dalam pekan depan setelah proses koleksi buku rampung. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)

Senin 27 Agustus 2018 23:0 WIB
Fatayat NU NTB Kunjungi Pesantren Darul Mutaqqin Lombok Utara
Fatayat NU NTB Kunjungi Pesantren Darul Mutaqqin Lombok Utara
Lombok Utara, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul ulama Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengunjungi Pondok Pesantren Darul Mutaqqin di Desa Gumantar Lombok Utara, Senin (27/8).

Rombongan yang dipimpin langsung Hj Wartiah selaku Ketua PW Fatayat NU NTB ini meninjau sejumlah gedung yang rata dengan tanah. Termasuk menyaksikan dari dekat asrama santri darurat (tenda) yang menjadi tempat tinggal para santri selama masa rehabilitasi. 

Mantan aktivis Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Kota Mataram ini juga mengharapkan agar ada perhatian khusus demi kenyamana para santri. “Karena sekarang musim hujan, tentu harus diantisipasi,” katanya.

Dirinya berharap kehadirannya bersama rombongan memberikan manfaat. "Mudah-mudahan dengan kedatangan kami membawa mamfaat ke depan, dengan demikian kita bisa membawa apa yang menjadi hak-hak pondok pesantren di sini" kata salah seorang Ketua Komisi di DPRD NTB ini.   

Hj Wartiah juga mengapresiasi semangat para santri dan guru yang bisa menjalankan aktifitas belajar di tengah goyangan gempa yang hampir setiap saat terjadi di Lombok NTB. "ini langka, tapi ini ada di Pesantren Darul Mutaqin, santri-santrinya tetap tinggal walaupun keadaan apa adanya," ujarnya.

Ustadz Hasanul Mutaqqin selaku Pengasuh Pesantren Darul Mutaqin mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan PW Fayat NU NTB. Dirinya menceritakan, walapun ada gedung yang masih berdiri tegak, namun tidak berani dipakai. Belum lagi beberapa gedung pun rata dengan tanah. “Hal ini diharapakan agar menjadi perhatian bersama untuk menjaga umat,” ungkapnya. 

Yang juga layak disyukuri, keadaan ini tidak menimbulkan trauma bagi para kiai, ustadz, dan juga santri. Sehingga mereka tetap bertahan di Pesantren Darul Mutaqin. (Hadi/Ibnu Nawawi)

Senin 27 Agustus 2018 22:30 WIB
LTN NU Latih Santri Cara Menjadi Kreator Konten Positif
LTN NU Latih Santri Cara Menjadi Kreator Konten Positif
Cirebon, NU Online
Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pelatihan konten dakwah di era digital. Kegiatan tersebut diadakan di Pondok Pesantren As-salafie Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (27/8).

Ketua LTN PBNU Harry Usmayadi mengungkapkan, bahwa 36,1 persen umat Islam di Indonesia, atau sekitar 57,33 juta merupakan warga Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, potensi yang cukup besar tersebut harus dimanfaatkan dengan maksimal.

Pria yang akrab disapa Cak Usma itu juga menuturkan, pihaknya sudah membuat sejumlah akun media sosial dan portal (website) untuk bisa mempublikasikan dakwah-dakwah positif. Untuk memaksimalkan perannya, LTN NU juga sudah memberikan pelatihan-pelatihan ke sejumlah wilayah dengan melibatkan PCNU ataupun LTN NU dimasing-masing cabang NU.

"Kita sudah melakukan pelatihan juga, untuk bisa memanfaatkan media sebagai alat dakwah positif," katanya di hadapan sekitar 300 peserta se-wilayah III Cirebon.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren As-Salafie KH Wawan Syaerozi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LTN NU PBNU dan Kemkominfo ini. Menurutnya, informasi hoaks lebih banyak dibandingkan dengan informasi yang benar.

Direktur Nusa TV ini juga mengemukakan, bahwa santri sudah seharusnya menguasai media. Karena menurutnya, jika tidak dikuasai oleh santri, maka porsi-porsi dakwah di media akan dikuasai oleh orang-orang yang intoleran. "Oleh karena itu, santri harus bisa aktif juga di media sosial," ujar Kiai Wawan.

Adanya pelatihan ini, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada santri, terkait cara mengemas konten media yang menarik dan bisa dijadikan sebagai dakwah di era digital. "Diharapkan, semua peserta bisa menyerap ilmu dari acara ini dan bisa mengaplikasikannya," katanya.

Sementara itu, Septriana Tangkari, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo mengatakan, bahwa pengguna internet di Indonesia, sudah mencapai 51,8 persen atau sekitar 132 juta penduduk. Jumlah tersebut akan terus meningkat, dengan upaya peningkatan infrastruktur di daerah.

"Memang yang sudah maksimal itu Pulau Jawa. Tapi infrastruktur wilayah lainnya juga akan ditingkatkan," kata Septri.

Untuk saat ini, jaringan internet di Indonesia sudah 4G, sehingga kualitasnya cukup baik. Ia juga menuturkan, bahwa sebagian besar pengguna internet di Indonesia, mengakses melalui telpon seluler.

Septri juga mengingatkan, dengan berkembang dan mudahnya akses internet ini, membuat semua orang bisa menyebarkan informasi dengan cepat. Sayangnya, saat ini masih banyak yang menggunakannya untuk menyebarkan informasi bohong, provokatif atau intoleran.

"Oleh karena itu, santri harus bisa mengambil peran untuk bisa membuat konten yang positif," ujar Septriyani. (Syakir NF/Ahmad Rozali)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG