IMG-LOGO
Daerah

Lewat LSPT, Pesantren Tebuireng Kirim Bantuan ke Lombok

Sabtu 1 September 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Lewat LSPT, Pesantren Tebuireng Kirim Bantuan ke Lombok
Jombang, NU Online
Musibah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah meluluh-lantahkan bangunan dan fasilitas umum. Yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat adalah membangun kembali sarana dan prasarana yang ada, serta tersedianya aneka kebutuhan dasar.

Karenanya, Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang, Jawa Timur ikut menyalurkan bantuan untuk warga Lombok. Sembako dan kebutuhan pakaian layak dikirimkan demi meringankan derita masyarakat di sana.

“Alhamdulillah untuk gerakan penggalangan kita berhasil mengumpulkan dana puluhan juta rupiah serta beberapa barang untuk para korban bencana di Lombok,” kata Afif Abdul Rokhim Sabtu (1/9).

Menurut Direktur LSPT ini, di samping dana, juga terkumpul pakaian layak. Selain itu juga makanan pokok dan kebutuhan bayi, seperti susu dan lain sebagainya. “Bantuan ini akan kita salurkan ke posko LSPT yang ada di sana,” jelasnya.

Setidaknya ada ribuan pakaian layak yang didapat dari penggalangan dan berhasil dikumpulkan dari Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng dan pesantren sekitar. “Sebanyak 15 ribu paket pakaian akan dikirimkan ke posko LSPT di Lombok,” kata Afif. 

Menurut laporan para alumni yang membuka posko di Lombok, ada sejumlah barang yang mendesak untuk diterima warga. “Seperti terpal, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, bahan pokok, popok bayi dan susu,” jelasnya. 

Dirinya berharap, sejumlah barang dan dana yang dikirim ke lokasi dapat meringankan beban masyarakat. “Semoga sedikit yang bisa kami berikan ini dapat membantu saudara di Lombok yang sangat membutuhkan,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Sabtu 1 September 2018 22:0 WIB
Perkuat Kader, Ansor Lasem Gelar PKD
Perkuat Kader, Ansor Lasem Gelar PKD
PKD Ansor Lasem, Jateng
Rembang, NU Online
Puluhan kader Gerakan Pemuda Ansor Lasem mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Sabtu-Ahad (1-2/9) di Pesantren Ash-Sholatiyah Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberi materi ke NU-an, Islam Nusantara, Sejarah Ansor, Banser dan meteri wajib yaitu Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Ketua GP Ansor Lasem Syarifuddin Ahmad menuturkan, Pelatihan Kepemimpinan Dasar(PKD) dengan tema Membangun Militansi Kader Demi Kemajuan Organisasi bertujuan untuk membentuk kader-kader cinta NKRI dan menjaga amaliah ahlussunnah wal jamaah.

"Ulama kita dulu dirikan Ansor punya pemikiran ke depan untuk kelangsungan negara kita, tujuan utamanya adalah sebagai generasi penurus dan mengembangkan pemikiran para ulama NU," ujarnya.

Sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Syarifuddin mengatakan, siapapun yang akan mengobok-obok negara Indonesia, sama halnya mengancam NU maka Ansor menjadi pertama yang akan menghadang.

Sementara itu Rais PCNU Lasem KH Ahmad Atabik mengapresiasi kegiatan PKD yang dilaksanakan Ansor Lasem.

"Negara ini harus selalu mempersiapkan kader-kader bangsa salah satunya melalui pengkaderan Ansor ini, melihat Indonesia merupakan bangsa yang besar dan beragam maka kader Ansor harus siap mengorbankan nyawa untuk menjaga kondusifitas bangsa" katanya.

Hadir pula pada acara pembukaan, Kapolsek, Danramil, Camat Lasem dan jajaran pengurus NU, Banom dan lembaga di lingkungan NU Lasem. (Red: Muiz)
Sabtu 1 September 2018 21:30 WIB
Saat Ribuan Siswa Tegal Pandu Baca Risalah Awal
Saat Ribuan Siswa Tegal Pandu Baca Risalah Awal
Pembacaan kitab Risalah awal pelajar SMP Tegal
Tegal, NU Online
Sebanyak 1.261 orang bersama-sama membaca kitab Risalah Awal (Ta’limul Mubtadi-in) di halaman SMP 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (31/8).

Pembacaan kitab dipandu oleh 20 siswa anggota Rohis sekolah setempat dari atas panggung saat peluncuran pembelajaran Kitab Risalah Awal "Ta'limul Mubtadiin" untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Tegal.

Pembacaan Risalah Awal yang terdiri atas 15 bagian itu berlangsung 30 menit. Kegiatan itu diikuti antara lain Plt Bupati Tegal Hj Umi Azizah yang duduk berdampingan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Retno Suprobowati dan Camat Slawi, Elliya Hidayah.

Selain itu, para guru, staf sekolah, santri Attauhidiyyah Giren, Talang dan komite sekolah yang hadir. Tampak hadir Pengasuh Pesantren Attauhidiyah Giren Talang Tegal, KH Muhammad Khasani yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Tegal, A'wan PCNU Kabupaten Tegal KH Moh Yusuf dan Ketua PC LP Ma'arif NU Tegal H Alfatah.

"Risalah Awal merupakan karya KH Said bin Armia, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren, Talang dan Cikura, Bojong, Kabupaten Tegal," ujar Alfatah kepada NU Online, Sabtu (01/9). 

Kitab ini menjelaskan sifat-sifat Allah dan para Rasul secara gamblang dalam bahasa Jawa Tegal. 

Seperti penjelasan tentang sifat-sifat wajibnya Allah, sifat tidak mungkinnya (mukhal) Allah, dan sifat jaiznya Allah atau kewenangan Allah serta sifat-sifat wajib yang dimiliki para Rasul, sifat mukhalnya para Rasul dan sifat jaiznya para Rasul.

Plt Bupati Tegal, Umi Azizah menyambut baik peluncuran pembelajaran Risalah Awal untuk SD dan SMP di Kabupaten Tegal. Hal ini sebagai salah satu upaya Pemkab Tegal mewujudkan Kabupaten Tegal yang agamis dan religius seperti dicita-citakan Almarhum Ki Enthus Susmono.

"Risalah Awal yang disusun menggunakan bahasa Jawa Tegal sekaligus memberikan pembelajaran dan pengenalan kepada anak-anak terhadap Bahasa Tegal. Adapun lagu yang dilantunkan bersama-sama akan memudahkan anak-anak mempelajari nilai-nilai Islam," jelas Umi.

Kepala SMP Negeri 1 Slawi yang juga Ketua PC LP Ma'arif NU Kabupaten Tegal H Alfatah menyebutkan, sebelumnya pada Agustus lalu telah dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembelajaran kitab Risalah Awal.  

Bimtek diikuti 69 guru Mapel PAI yang terdiri dari 44 peserta Guru SMP Negeri, 24 peserta Guru SMP Swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU dan 1 peserta Guru SMP Swasta lain.

"Risalah Awal merupakan pembelajaran akidah Islam tentang bagaimana manusia mengenal Tuhan dan Rasul sebagai dasar akidah yang fundamental," imbuhnya. (Nurkhasan/Muiz)
Sabtu 1 September 2018 18:0 WIB
Pelajar NU Karanglewas Berlatih Menulis Bersama di Tepi Kali Logawa
Pelajar NU Karanglewas Berlatih Menulis Bersama di Tepi Kali Logawa
Banyumas, NU Online 
Riverside Coffe Shop Purwokerto Jumat, (31/8) sore terlihat sedikit ramai. Puluhan kursi pengunjung yang tersedia tampak dipenuhi oleh para remaja yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah. 

Mereka terlihat sedang khidmat mengikuti pelatihan menulis yang digelar oleh Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Karanglewas, berkerja sama dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) Anfat dan Sekolah Kampoeng Menulis Purwokerto di Kafe yang terletak di tepi kali Logawa itu. 

Mengusung tema Menulis Essay: Mudah dan Asyik, panitia menghadirkan beberapa pemateri. Antara lain Titi Anisatul Laely, selaku pegiat literasi Banyumas, Era Prima Nugraha, Pembina IPNU Banyumas, Nur Laela Diryat yang juga dosen Unsoed Purwokerto, serta Manager Kamponeng Menulis Purwokerto Khafid Syabani. 

Fajar Pujianto, ketua panitia kegiatan menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng beberapa organisasi dan komunitas untuk saling menebar manfaat. Khususnya bagi para pelajar agar mampu menulis esai dengan mudah. 

"Lewat menulis esai juga bisa mendatangkan banyak rezeki, yaitu dengan mengikuti lomba menulis yang sekarang banyak diadakan oleh beberapa pihak," kata Fajar. Selain itu juga salah satu syarat mendapatkan program beasiswa strata dua, karena banyak yang mengharuskan untuk membuat karya ilmiah berupa esai, lanjutnya. 

"Itu bisa menjadi peluang yang besar jika para pelajar bisa membuat atau menulis esai yang baik dan benar," katanya kepada NU Online di sela acara. 

Ketua PAC IPNU Karanglewas, Ikhasnudin menjelaskan menulis esai juga menjadi salah satu syarat tertulis mengikuti jenjang pengkaderan kedua di IPNU IPPNU, yaitu Latihan Kader Muda (Lakmud). 

"Dengan begitu, para remaja IPNU dan IPPNU secara tidak langsung telah belajar membuat karya tulis yang menjadi kreasi tersendiri tentunya," ucap pria yang akrab disapa Ikhsan ini. 

Tak hanya itu, lanjut Ikhsan peserta juga diharapkan mampu menulis kondisi lingkungan sekitar dengan tulisan esainya. "Serta berharap agar IPNU IPPNU bisa menjadi wadah belajar tentang dunia kepenulisan melalui lembaga pers dan jurnalistik," ungkapnya. 

Titi Anisatul Laely, salah satu pemateri menjelaskan, para peserta rata-rata mempunyai berbagai masalah yang komplek. "Misalnya malu, takut dan tidak percaya diri terhadap tulisannya sendiri, juga takut tulisannya ditertawakan," ungkapnya. 

Hal tersebut sebenarnya bisa disiasati dengan cara rajin berlatih dalam menulis. "Juga jangan mudah menyerah dalam berlatih menulis," katanya. 

Baginya, harus ada kemauan kuat untuk belajar menulis, juga motivasi yang tinggi dari dalam diri sendiri. "Dan tentu saja terus meningkatkan kemampuan dalam ilmu dan pengetahuan menjadi poin utama yang terus ditingkatkan terus menerus," pungkasnya. (Kifayatul Ahyar/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG