IMG-LOGO
Nasional

Perlunya Gerakan Penulisan Sejarah dengan Kacamata Santri

Ahad 2 September 2018 9:30 WIB
Bagikan:
Perlunya Gerakan Penulisan Sejarah dengan Kacamata Santri
Tangerang Selatan, NU Online
Khazanah intelektual di Nusantara begitu kaya. Para ulama sejak dahulu sudah menulis kitab dengan berbagai fan keilmuan. Namun, hal demikian belum banyak dikaji.

Ketua Program Studi Sarjana Islam Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Ahmad Ginanjar Sya'ban mengatakan perlunya hal tersebut menjadi sebuah gerakan nasional untuk mencetak generasi baru. Yakni santri yang peneliti dan akademisi serta peneliti dan akademisi yang santri.

"Saya pikir harus menjadi gerakan nasional untuk mempertahankan warisan intelektual menjadi alam yang hidup di bawah kesadaran kita," ujarnya saat mengisi kajian di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (1/9).

Bahkan, sampai saat ini, belum ditemukan kitab peninggalan Kerajaan Demak. Mengingat demikian, Direktur INC itu menyatakan harus ada pembentukan tim riset guna menelusuri keberadaannya.

"Harus dibikin tim riset untuk menggali bagaimana peninggalan-peninggalan Demak yang bersifat fisik. Bukan hanya artefak seperti masjid, tapi juga karya tulis intelektual," katanya.

Hal ini, menurutnya, bisa menjadi rekomendasi kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin MZ. "Kan orang santri. Tinggal bikin program," ujarnya. Pasalnya, hal tersebut merupakan bagian dari identitas bangsa yang mesti diketahui.

Ulil Abshar Abdalla memperkuat usulan tersebut. Menurutnya, kacamata santri perlu digunakan dalam penulisan sejarah.

"Perlu penulisan sejarah dalam kacamata santri," ungkapnya.

Diskusi rutin bertema Islam Nusantara dan Poros Studi Islam ini dihadiri puluhan orang dari berbagai kalangan. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Ahad 2 September 2018 23:50 WIB
Empat Keterpurukan karena Gempa Lombok dan Cara Mengatasinya
Empat Keterpurukan karena Gempa Lombok dan Cara Mengatasinya
Reruntuhan akibat gempadi Lombok Utara
Mataram, NU Online
Bencana gempa bumi yang melanda tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) harusnya menjadikan umat Islam yang ada di Lombok semakin mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu tanda bahwa umat Islam semakin dekat kepada Allah dengan adanya gempa tersebut adalah dengan terus berlanjutnya berbagai kegiatan di banyak bidang.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halimy, Sesela, Gunungsari, Lombok Barat, TGH Munajib Kholid mengatakan saat ini warga Lombok menghadapi keterpukurkan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Keterpurukan dalam bidang pendidikan ialah berhentinya kegiatan pendidikan baik di madrasah atau sekolah formal maupun pesantren. Demikian juga kajian-kajian yang biasa dilakukan di masjid dan mushala, seperti terhenti karena masyarakat takut memasuki bangunan dan masjid.

“Seharusnya kegiatan pendidikan tetap harus berjalan, walaupun di tenda-tenda pengungsian,” kata Tuan Guru Najib di kediamannya di Sesela, Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (1/9).

Keterpurukan berikutnya dalam bidang ekonomi, terlihat dari kegiatan usaha yang juga terhenti. Pengusaha yang punya toko semuanya tutup di daerah gempa. Pelaku usaha kecil pun belum bisa bangkit.

Bagi para  pengusaha, seandainya gempa dianggap sebaga salah satu teguran maka tentu kaum Muslim akan banyak menyadari hal itu. Di antaranya dengan cara bertanya pada diri sendiri, misalanya apakah selama ini kurang memperhatikan zakat, melakukan riba, kurang menimbang mengukur dan menakar dalam perdagangan. 

Dalam bidang kesehatan, walaupun banyak paramedis berdatangan ke pengungsian, akan sia-sia kalau tidak diiringgi perngobatan spiritual. “Pendekatan spiritual ini mutlak, karena yang diinginkan Allah dengan adanya bencana gempa ini adalah kembali kepada Allah,” katanya.

Kesehatan spiritual sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jika kesehatan fisik diusahakan dengan pengobatan kedokteran, kesehatan jiwa atau psikologis dapat disembuhkan dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Sementara itu dalam bidang keamanan, seadainya di suatu tempat seperti di kampung warga tidur di pengungsian dapat menenangkan diri mereka dengan beritirahat. Idealnya ketenangan bukan semata-mata tenang tidur dan istirahat, tetapi tenang dalam beribadah.

"Karena fenomena yang kita lihat mereka yang tinggal di pengungsian ini kurang tidur, mereka baru bangun setelah matahari terbit. Artinya shalat subuhnya terabaikan. Seharusnya pengugnsian ini menggantikan fungsi masjid dan muslaha atau rumah untu beribadah," papar Tuan Guru Najib.

Jika umat Islam dapat tenang beribadah di pengungsian, keamanan yang ada di sekitar kampung dapat dijamin.  Sebab, kata Tuan Guru Najid, bukan manusia yang memelihata sesuatu,melainkan Allah.

Keterpurukan dalam bidang keamaman berpangkal pada perilaku manusia, karena mereka tidak sadar sedang disayangi oleh Allah dengan adanya bencna gempa bumi.

"Semua keterpurukan ini hendaklah kita bangkitkan kembali menjadi kebangkitan yang sempurna dengan mengembalikan semua yang terjadi kepada Allah dan tidak berlarut-larut dalam keterperukuan," tegasnya. (Kendi Setiawan)

Ahad 2 September 2018 23:30 WIB
Asian Games Resmi Ditutup, Jadikan sebagai Momentum Kebangkitan
Asian Games Resmi Ditutup, Jadikan sebagai Momentum Kebangkitan
Jakarta, NU Online
Perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang secara resmi ditutup Presiden Olympic Council of Asia Sheik Ahmad Al Fahad Al Sabah bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden International Olympic Committee Thomas Bach, turut mendampingi Menko PMK Puan Maharani dan Menpora Imam Nahrawi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad (2/9) malam.

Presiden Jokowi bersama Gubernur NTB melalui vidionya menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir pada penutupan Asian Games 2018 karena sedang berada di Lombok, NTB. "Asian Games 2018 memang sampai disini tetapi semangat Asia tetap di dada, selamat dan terima kasih kepada kontingen seluruh negara peserta atas capaian prestasi, kehangatan dan semangatnya, inilah energi of Asia yang sesungguhnya bersatu membawa kebaikan," kata Presiden.

"Terima kasih kepada kontingen Indonesia atas capaian prestasinya berkat optimisme, energi yang positif perolehan medali emas jauh melebihi target, terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung sukses Asian Games ke-18 ini dan menjadikan Indonesia negara besar di mata dunia," tutur Presiden dalam vidionya.

Presiden berharap dukungan doa dari seluruh peserta Asian Games dan rakyat Indonesia  seluruhnya agar mendoakan Kota Lombok agar dapat pulih dari bencana alam. "Semoga Lombok cepat pulih dan lebih baik dari sebelumnya," harap Presiden. 

Wapres Jusuf Kalla merasa bersyukur atas sukses penyelenggaraan Asian Games 2018, ia juga berterima kasih kepada Inasgoc, Kementerian PUPR, Kemenpora, CdM, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Jawa Barat, sponsor, jurnalis dan awak media, volunteer, TNI/Polri. "Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya yang telah memberikan contoh yang baik kepada seluruh warga Asia sehingga Indonesia meraih tiga sukses Asian Games yakni sukses penyelenggaraan, sukses sarana prasarana dan sukses prestasi yang merupakan capaian tertinggi Indonesia di Asian Games," ujar Kalla.

Wapres berharap Asian Games 2018 menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional. "Capaian prestasi di Asian Games ini menjadi sejarah dan menjadi momentum persatuan dan kesatuan bansa, mohon maaf atas kekurangan seperti ketersediaan tiket karena animo masyarakat yang sangat begitu besar dibandingkan kursi yang disediakan, kepada para atlet dari 45 negara peserta silakan kunjungi lagi Indonesia, sampai jumpa di Asian Games 2022 China," katanya.

Prosesi penutupan AG dilakukan penurunan Bendera OCA dan serah terima bendera OCA dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan Ketua Inasgoc Erick Thohir kepada Presiden OCA dilanjutkan diserahkan ke delegasi China oleh Menko PMK Puan Maharani sebagai tuan rumah Asian Games selanjutnya di tahun 2022.

Sebelumnya telah dipertunjukkan seni pencak silat, parade atlet dan ribuan volunteer dilanjutkan performa dari beberapa bintang tamu dalam dan luar negeri yang memukau dibalut dengan pencahayaan dan pertunjukkan kembang api yang tak kalah meriahnya saat acara pembukaan Asian Games 2018.

Pada Asian Games tahun 2018 ini kontingen tuan rumah Indonesia berhasil menempati rangking empat dengan raihan 98 medali dengan rincian 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu sementara juara umum diraih kontingen China dengan 132 medali emas, 92 perak dan 65 perunggu.

Prestasi membanggakan ini sangat jauh berbeda saat Indonesia mengikuti Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, saat itu Indonesia hanya mampu menempati rangking 17 dengan perolehan 4 medali emas, 5 perak dan 11 perunggu. (Red-Zunus)
Ahad 2 September 2018 22:5 WIB
Bangga Pahlawan Olahraga Indonesia
Bangga Pahlawan Olahraga Indonesia
Presiden Joko Widodo didampingi Menpora Imam Nahrawi memberikan bonus kepada para atlet berprestasi
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo didampingi Menpora Imam Nahrawi memberikan bonus kepada para atlet berprestasi yang telah menorehkan catatan prestasi membanggakan bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Bonus bagi para atlet ini diberikan langsung oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, Ahad  (2/9) pagi.  

Presiden mengatakan senang dengan raihan para atlet Indonesia di ajang Asian Games 2018. Karena itu, Ia pun  meminta langsung kepada Menpora untuk segera mengirimkan uang bonus kepada atlet peraih medali tersebut.

"Kita tahu semua nanti sore Asian Games akan ditutup tapi rasanya kita ingin melakukan acara pembukaan Asian Games lagi. Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," kata Jokowi yang langsung disampung tepuk tangan gemuruh.

"Yang jelas saya ingin mengatakan Indonesia bangga atas prestasi para atlet, Indonesia bangga atas perjuangan para atlet dalam meraih prestasi. Indonesia bangga atas ketulusan para pelatih, official dan  Indonesia bangga para pengurus cabang-cabang olahraga,” tambahnya.

Masih katanya, bahwa dunia sangat terkejut dengan torehan sejarah yang saudara-saudara ciptakan. Karena memang di Asian Games sebelumnya kita meraih 4 medali emas kemudian melompat menjadi 31 emas. “Saat kita menargetkan 16 emas banyak yang ragu. Tapi hari ini betul-betul nyata dan benar ada yaitu 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Ini adalah lompatan besar, karena sebelumnya kita berada di urutan 17 sekarang ada diurutan 4,” ujarnya.
    
Ia melanjutkan, karenanya kemarin dirinya menyampaikan kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali diberikan secepat-cepatnya sebelum acara penutupan dilakukan. Bahkan, jika masih ada atlet yang meraih medali hari ini sebelum penutupan Asian Games nanti malam, maka dia juga akan langsung memberikannya sore ini juga di Istana Negara.

"Kalau pagi ini atau siang nanti atau sore nanti masih ada tambahan medali, akan saya berikan langsung juga nanti di sini. Tahu-tahu ada tambahan lagi saya berikan di sini. Siapa tahu," kata Jokowi.

Atas raihan prestasi ini, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para atlet. "Terima kasih pahlawan Indonesia," katanya.Pemberian bonus itu langsung diberikan oleh Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Negara. 

Jokowi menyerahkan buku tabungan kepada perwakilan 9 orang atlet yakni dari emas tiga orang, Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Harum Sari (pencak silat) dan Aris Susanti Rahayu (panjat tebing). Dari perak yakni Ari Wahyuni (angkat besi), Aswat (panjat tebing) dan Alexander Elbert (soft tennis). Dan perunggu yakni Nining Purwa Ningsih (sepeda), Amri Rusdana (pencak silat) dan Bunga Nyimas (skateboard). Saat penyerahan, Jokowi mengecek langsung buku tabungan yang diberikan. Dia mengeja nominal saldo yang tertera di buku tabungan para atlet. (Red-Zunus)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG