IMG-LOGO
Daerah

Sakoma Jombang Dilantik, Harus Jadi Penggerak Kemajuan Pendidikan

Ahad 2 September 2018 21:30 WIB
Bagikan:
Sakoma Jombang Dilantik, Harus Jadi Penggerak Kemajuan Pendidikan
Ketua PC LP Ma'arif NU Jombang, Nur Khozin
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Satuan Komunitas Pramuka Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Jawa Timur periode 2018-2023 dilantik, Sabtu (1/9) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kauman Jombang. 

Para pengurus baru ini juga melangsungkan rapat kerja (raker) setelah dilantik guna mendiskusikan serta menyusun program-program yang hendak dilakukan ke depan.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Ma'arif NU Jombang Nur Khozin mengatakan, keberadaan Sakoma sudah seharusnya bisa mendorong kemajuan pendidikan khususnya di lingkungan Ma'arif NU. Terlebih dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepramukaan.

"Harapan kita, ini menjadi organ yang dapat menggerakkan kemajuan pendidikan yang ada di NU melalui Ma'arif," ujarnya kala itu.

Kemajuan pendidikan di lingkungan NU menurutnya memang sangat penting didorong oleh para pegiat pendidikan. Satu sisi hal itu menjadi bagian dari tanggung jawab tersendiri, lantaran keberadaan NU harus selalu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai lini kehidupan mereka.

"Saya menganalogikan NU itu seperti rumah besar yang kita semua memiliki tanggung jawab rumah ini tetap bersih, rumah iki ada dinamisasi yang bermanfaat. Di dalamnya ada kamar-kamar, ada kamar pendidikan, kamar kesehatan, kamar kepemudaan dan sebagainya," ungkapnya.

Dengan demikian, eksistensi Sakoma ke depan diharapkan menjadi wadah yang cukup efektif untuk dunia pendidikan yang maju dan berkembang. Tentu, kata dia, hal ini butuh kerja keras dari setiap pengurus. Kesolidan antarpengurus setidaknya bisa mengantarkan pada misi kemajuan pendidikan NU di Jombang. 

"Jadi mari, dengan Sakoma itu menjadi media yang benar-benar bisa dianggap santrinya Mbah Hasyim, para muassis NU yang lain," ucapnya.

Sementara Ketua Sakoma Gus Shobih mengajak kepada semua pengurus yang baru dilantik ini untuk serius dan kompak dalam menggerakkan Sakoma, sehingga harapan menjadi salah satu media kemajuan pendidikan NU benar-benar terwujud dengan baik.

Hadir pada kesempatan ini, sejumlah pengurus Sakoma, MWC Ma'arif, Kortan Sakoma dari Kecamatan. Tampak pula KH Isrofil Amar sebagai Dewan Kehormatan Sakoma Jombang, Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid, Kakwarcab Jombang H Munif Kusnan. (Syamsul Arifin/Muiz)

Bagikan:
Ahad 2 September 2018 23:30 WIB
Mau Tak Mau Kader NU Harus Manfaatkan Medsos untuk Dakwah
Mau Tak Mau Kader NU Harus Manfaatkan Medsos untuk Dakwah
Bekasi, NU Online 
Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bisa memanfaatkan media sosial dengan sebaik mungkin. Sebab, revolusi industri keempat dewasa ini mengharuskan setiap orang untuk aktif di dunia digital.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Barat, Ziyad Ahmad, pada Latihan Kader Muda (Lakmud), di Pondok Pesantren Al-Ajhariyah, Kp Ceger, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (1/9) sore.

"Sekarang, kita semua pasti punya gajet. Nah, manfaatkanlah dengan sebaik mungkin dengan dakwah-dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di media sosial," ungkapnya.

Ziyad melanjutkan, selama ini kader NU tertinggal jauh dalam berselancar di media sosial. Maka, mau tidak mau, harus memulai untuk menyebar konten-konten positif yang meneduhkan.

"Itu harus kita lakukan sebagai bagian dari antitesis dari propaganda pihak lain yang berusaha memecah-belah dan menyebarkan permusuhan sesama anak bangsa," katanya.

Kemudian, Ziyad menginginkan agar kader NU dapat mengisi ruang-ruang formal yang non-agama. Artinya, jika sekolah atau kuliah, anak-anak jebolan pesantren jangan lagi melanjutkan pendidikan di ranah keagamaan.

"Kita bisa lihat bahwa kampus tertentu saat ini menjadi sarangnya kelompok pro-khilafah anti-NKRI. Mereka kuliah di kampus non-agama, tapi bisa membawa propaganda agama untuk menghancurkan NKRI," katanya.

Karena itu, kader NU yang sebagian besar adalah lulusan pesantren sebaiknya mengambil pendidikan formal yang bukan berkaitan agama, dan kemudian mengambil alih propaganda itu.

"Kita harus rebut itu," tegasnya, seraya menutup pembicaraan.

Lakmud bertema Menanamkan Jiwa Patriotik, Berorganisasi di Era Milenial itu dihadiri oleh sekitar 46 peserta dan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (31/8-2/9). (Aru Elgete/Abdullah Alawi)

Ahad 2 September 2018 23:18 WIB
Bekal dari GP Ansor untuk Pelajar NU: Ini Empat Kriteria Jadi Pemimpin
Bekal dari GP Ansor untuk Pelajar NU: Ini Empat Kriteria Jadi Pemimpin
Bekasi, NU Online 
Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Sedangkan pemimpin dalam bahasa Inggris adalah leader. Leader berasal dari kata Lead. Maka, pemimpin haruslah memenuhi empat kriteria. Yaitu yang berasal dari huruf L, E, A, dan D.

Itulah yang diungkapkan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyudin, saat memaparkan materi 'Kepemimpinan dan Keorganisasian', pada kesempatan Latihan Kader Muda (Lakmud) PC IPNU IPPNU Kabupaten Bekasi, di Pondok Pesantren Al-Ajhariyah, Cibitung, Bekasi, Sabtu (1/9) malam.

"Huruf pertama adalah L, yaitu loyalitas. Pemimpin harus membangun loyalitas bagi yang dipimpin Sebab kalau pemimpin bisa loyal, maka insyaallah yang lainnya juga bisa loyal," jelasnya.

Setelah itu, lanjut pria yang akrab disapa Bang Atet ini, kriteria pemimpin adalah sebuah kalimat yang berawalan huruf E, yaitu edukasi. Artinya, seorang pimpinan berkewajiban mencari dan memberikan pengetahuan.

"Karena pemimpin itu harus bisa mengedukasi dan memberikan pengetahuan terhadap yang dipimpin dan lingkungan yang mengetahui kepemimpinannya," katanya.

Kemudian, ia mencontohkan sebagaimana sopir. Bahwa terkadang, banyak sopir yang bisa membawa atau mengemudi mobil, tapi hanya sedikit yang juga bisa mengetahui bagaimana memperbaiki ketika mobilnya rusak.

"Jadi, pemimpin itu selain harus loyal, juga harus bisa mengedukasi," lanjutnya.

Selanjutnya, pemimpin harus memenuhi kriteria dengan kalimat yang berawalan huruf A, yakni advice. Artinya, mampu memberikan saran dan masukan untuk mengelola sebuah organisasi dalam segala sesuatu masalah.

"Terakhir huruf D, yaitu bisa dedikasi, diplomatis, dan terakhir adalah disiplin. Seorang pemimpin, jika ingin berdedikasi untuk organisasinya harus bisa melakukan diplomasi. Ujungnya adalah pemimpin harus disiplin," jelasnya.

Sebab, menurut Bang Atet, pemimpin yang tidak disiplin jangan diikuti. Disiplin artinya mampu menunjukkan keseriusannya dalam berorganisasi.

"Jadi, kita sebagai pemimpin harus bisa menyatukan ketiganya. Sedangkan disiplin, itu adalah hasil akhirnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Lakmud PC IPNU IPPNU Kabupaten Bekasi dihadiri oleh 46 peserta dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun di luar kabupaten. Diantaranya, dari Kota Bekasi, Indramayu, dan beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi. Lakmud ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak Jumat (31/8) hingga Ahad (2/9). (Aru Elgete/Abdullah Alawi)

Ahad 2 September 2018 23:6 WIB
LIGA SANTRI 2018
LSN Region Sumatera III, Dua Pesantren Berebut Tiket ke Seri Nasional
LSN Region Sumatera III, Dua Pesantren Berebut Tiket ke Seri Nasional
Paluta, NU Online
Kesebelasan Pondok Pesantren Daarul Muhsinin FC Kabupaten Labuhan Batu dan Pondok Pesantren Al Mukhlisin FC Kabupaten Padang Lawas (Palas) bertemu di babak final Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sumatera III, Senin (3/9) sore ini di lapangan Pondok Pesantren Al Mukhtariah Sungai Dua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Koordinator LSN Region Sumatera III Kali Akhmad Harahap melalui Ketua Panitia Pelaksana Alihot Ucok Sinaga mengatakan, Daarul Muhsinin dan Al Mukhlisin akan berlaga di final untuk memerebutkan juara untuk mendapatkan tiket ke Seri Nasional LSN 2018 yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah pada 1-7 Oktober mendatang.

Alihot mengatakan, Daarul Muhsinin FC melaju ke final setelah mengalahkan Daarul Ulum Asahan dengan skor 4-2 di semifinal yang digelar di lapangan Ponpes Al Mukhtariah Sungai Dua, Paluta, Ahad (2/9) siang.

Sedangkan  Al Mukhlisin Padang Lawas mencapai babak final setelah menghempaskan Islamic Center Medan 5-3 lewat drama adu penalti pada pertandingan kedua di lapangan yang sama, Ahad sore. 

"Di Pertandingan normal 2 X 35 menit, kedua kesebelasan santri ini berbagi angka 1-1 sehingga pemenangnya ditentukan lewat adu pinalti," kata Alihot Sinaga.  

Partai final, kata Alihot Sinaga, akan digelar Senin sekira pukul 14.30 WIB. Laga final ini akan dipantau langsung Penanggung Jawab LSN Region Sumatera III Drs Ance Selian dan utusan Panitia Pusat LSN 2018.    

Sementara untuk perebutan juara III LSN Region Sumatera III, kata Alihot, sudah diambil kesepakatan, bahwa Islamic Center dan Daarul Ulum sebagai juara III bersama.  

Sebelumnya, Penanggung Jawab LSN Region Sumatera III Ance Selian mengatakan, yang dikejar dalam LSN bukan sekadar meraih piala, tapi juga menunjukkan kepada publik bahwa santri bisa bermain sepakbola dan bidang-bidang lainnya.

"Kita harus tunjukkan bahwa santri bisa apa saja. Bisa main bola, bisa jadi pengusaha, bisa jadi politisi, dokter, polisi, tentara dan profesi lainnya. Mari terus gelorakan kebangkita pesantren," ujar Ance saat menutup LSN Sub Region I (Medan dan Deli Serdang) Rabu (15/8) lalu. (HAM/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG