IMG-LOGO
Daerah

Sakoma Jombang Cabang Sakoma Pertama di Indonesia

Senin 3 September 2018 10:0 WIB
Bagikan:
Sakoma Jombang Cabang Sakoma Pertama di Indonesia
Ketua PC LP Ma'arif NU Jombang, Nur Khozin
Jombang, NU Online
Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif (Sakoma) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Jawa Timur merupakan Sakoma pertama sebelum keberadaan Sakoma menjamur di Indonesia seperti saat ini.

Sejarah terkuak menyusul pernyataan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ma'arif NU Jombang baru-baru ini setelah menelusuri keberadaan Sakoma.

"Tentang sejarah Sakoma di Jombang ini merupakan Sakoma pertama yang ada di Indonesia. Ini istimewanya Sakoma di Jombang," kata Nur Khozin kepada NU Online, Ahad (2/9).

Dapat dikatakan menurutnya, Sakoma NU yang saat ini sudah berkembang di sejumlah daerah terinspirasi dari pendirian Sakoma di Jombang. "Jadi Jombang menjadi miqot dari beberapa organ dakwah NU ini," ujar dia.

Hal ini juga menurut dia, dikuatkan oleh pernyataan Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid yang sebelumnya pernah menjadi Ketua PC Ma'arif NU Jombang. Kala itu ia menjadi bagian penting untuk memobilisasi pembentukan-pembentukan Sakoma.

"Gus Salman (panggilan akrab KH Salmanudin Yazid) berulang kali menyampaikan di Kwarnas dalam rangka pengajuan pemberkasan bagaimana Sakoma di Indonesia," ucapnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Bagikan:
Senin 3 September 2018 23:47 WIB
LAZISNU Jombang Dorong UPZIS Tertib Berorganisasi
LAZISNU Jombang Dorong UPZIS Tertib Berorganisasi
Jombang, NU Online
Pengurus Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS) di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting di Jombang, Jawa Timur kini terbentuk cukup banyak, meski belum keseluruhan. 

Secara garis organisasi, sejumlah UPZIS tersebut adalah di bawah garis koordinasi Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) setempat.

Agar keberadaan UPZIS dapat berjalan maksimal, PC LAZISNU mendorongnya agar tertib berorganisasi. Salah satu tugas yang harus dilakukan masing-masing UPZIS adalah melaporkan keuangan yang dikelola, sejumlah kegiatan serta kewajiban ianah syahriyah setiap bulannya.

Direktur PC LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin memaparkan, secara teknis, kegiatan, serta putaran keuangan dan ianah setiap UPZIS tingkat ranting dilaporkan kepada Pengurus UPZIS tingkat MWCNU secara tertulis.

"Untuk laporan bulan Agustus kemarin, semua UPZIS ranting melaporkan keuangan dan kegiatan beserta kewajiban ianah syahriyah kepada UPZIS MWCNU terakhir tanggal 5 September ini," katanya, Senin (4/9).

Setalahnya, semua laporan tersebut kemudian direkapitulasi oleh UPZIS MWCNU, dan baru diteruskan kepada PC LAZISNU Jombang setelah rekapannya rampung sempurna.

"Nah selanjutnya UPZIS MWCNU melaporkan rekapitulasi laporan ranting kepada PC LAZISNU. Terakhir 10 September 2018 untuk laporan bulan sebelumnya," jelasnya.

Pria yang juga dosen di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang ini menegaskan, perihal laporan tersebut seolah perkara kecil namun tak mudah dilakukan, apalagi dilakukan secara istiqamah.

Kendati begitu, ia berharap semua Pengurus UPZIS baik di tingkat ranting maupun tingkat MWCNU (kecamatan) agar sudah mulai memperhatikan kewajibannya dalam menjalankan organisasi sebagaimana ia urai di atas. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)
Senin 3 September 2018 22:30 WIB
Terkait Isu Kekinian, NU Tanggamus Imbau Warga Tabayyun
Terkait Isu Kekinian, NU Tanggamus Imbau Warga Tabayyun
Tanggamus, NU Online
Keluarga besar Nahdlatul Ulama hendaknya tidak terprovokasi terkait kondisi perpolitikan saat ini. Yang mendesak dilakukan adalah klarifikasi atau tabayyun bila menghadapi banyak persoalan.

Hal tersebut diingatkan KH Amiruddin Harun saat koordinasi persiapan hari santri nasional 2018, Senin (3/9).

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanggamus, Lampung ini juga mengimbau secara khusus kepada pengurus Majelis Wakil Cabang NU sampai tataran ranting untuk bertabayun atas beragam isu yang menyerang NU. 

“Baik berupa pro maupun kontra Islam Nusantara, sampai persoalan majunya Kiai Ma'ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi,” katanya.  

Dalam pandangannya, pengurus NU harus melakukan tabayyun. Dan melakukan aksi nyata dalam menghadapi beragam persoalan hari ini. “Jangan biarkan warga NU mencari informasi dari sumber yang tidak jelas,” kata Kiai Amir saat sambutan. 

Rais PCNU Tanggamus, KH Syamsul Hadi juga berpesan agar warga berhati-hati jangan sampai organisasi digerogoti ideologi yang tidak sepaham dengan NU.  "Muslimat dan Fatayat NU, jangan sampai pengajian rutinan disusupi oleh kelompok-kelompok lain,” katanya. 

Kiai Syamsul Hadi mengingatkan agar dalam memilih dai juga selektif. “Masak pengajian Muslimat NU, penceramahnya tidak sepaham dengan kita," tegasnya. 

Dalam rapat koordinasi juga dibahas mengenai persiapan perayaan hari santri nasional 2018. Serta perlunya membentuk media dakwah sebagai jawaban atas tantangan zaman kekinian, memasuki era digital dan menghadapi generasi milenial. 

Pada kesempatan tersebut dibahas sejumlah media virtual yakni media sosial, maupun literal atau cetak berupa bulletin dan majalah  sebagai sarana dakwah dan benteng ajaran Ahlus sunnah wal Jamaah di Tanggamus. (Abdur Rouf Hanif/Ibnu Nawawi
 

Senin 3 September 2018 22:0 WIB
Kapolsek Juga Ingatkan Peserta Lakmud Bahaya Radikalisme
Kapolsek Juga Ingatkan Peserta Lakmud Bahaya Radikalisme
Cilacap, NU Online
Sebagai organisasi yang barafiliasi pada organisasi induk, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) haruslah melahirkan kader yang nantinya melanjutkan khidmat di NU. 

Hal tersebut yang ingin diraih Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Keseugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka menyelenggarakan kaderisasi formal yaitu Latihan Kader Muda atau Lakmud sejak Jumat hingga Ahad (31/8-2/9).

Kegiatan ini diikuti utusan dari setiap kepengurusan ranting maupun anak cabang dari luar Kesugihan dan dipusatkan di MI 01 Yabaki.

“Pengkaderan sangatlah vital bagi organisasi, karenanya diharapkan Lakmud nantinya menghasilkan kader yang militan dalam menggerakan roda organisasi,” kata Muhammad Musyafa, Ahad (2/9). 

Ketua PAC IPNU Kesugihan ini mengemukakan Lakmud bertujuan menghasilkan kader yang lebih berkualitas, sesuai dengan tema kegiatan yakni merajut militansi dalam progresivitas kaderisasi. 

“Para peserta nantinya diharapkan menjadi kader yang berjiwa militan dan kader yang siap menggerakan organisasi, tidak lagi digerakan atau hanya sebagai pengikut,” ungkap Gus Mumu, sapaan akrabnya.

Saat pembukaan acara, peserta juganmengikuti kuliah umum tentang mencegah masuknya paham radikal. Salah seorang narasumber adalah AKBP Asep Kusnadi, selaku Kepala Polsek Kecamatan Kesugihan. 

Dia mengatakan bahwa sudah banyak para pemuda khususnya pelajar yang terpengaruh paham radikalisme. “Mereka para pemuda berkeyakinan bahwa Pancasila sudah tidak relevan lagi diterapkan di Indonesia,” ungkapnya.

Dirinya mengingatkan Pancasila bukanlah agama. “Jadi sangatlah salah mereka yang mengatakan Pancasila tidak islami, karena bisa masuk di setiap agama, termasuk Islam, bahkan Pancasila adalah paham kenegaraan yang sangat islamis,” kata polisi kelahiran Kota Kuningan itu.

Dalam data pengurus, Kesugihan terakhir kali mengadakan acara Lakmud tahun 1994. Dua puluh tahun lebih, kawasan ini vakum dalam hal pendidikan kaderisasi.

“Walaupun acara ini adalah yang pertama setelah sekian lama, diharapkan para alumni pelatihan bisa melanjutkan hal serupa di kemudian hari,” kata Gus Mumu. Sehingga regenerasi organisasi tidak akan mati seperti dahulu, lanjutnya.

Kegiatan juga dihadiri pengurus dan intstruktur dari Pimpinan Wilayah IPNU IPPNU Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut diucapkan janji suci Panca Satya, atau lima janji yang harus dilaksanakan setelah Lakmud. (Dyaz/Ibnu Nawawi)
 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG