IMG-LOGO
Pemberdayaan

Kian Berkembang, KUBe NU Pacarpeluk Dilirik Publik

Senin 3 September 2018 16:0 WIB
Bagikan:
Kian Berkembang, KUBe NU Pacarpeluk Dilirik Publik
Kegiatan KUBe NU Pacarpeluk Jombang, tanam semangka
Jombang, NU Online
Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Nahdlatul Ulama (NU) Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang didirikan sejak beberapa bulan lalu. Keberadaannya hingga kini kian dilirik publik, bahkan sebagian dari mereka berkunjung langsung ke KUBe ini.

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk Nine Adien Maulana mengatakan, ada beberapa usaha yang dibidik kelompok usaha ini, salah satunya tanaman semangka di lahan seluas 7000 meter persegi. Usaha ini dinilai cukup membantu perekonomian warga.

"Yayasan Astra Honda Motor (AHM) salah satunya, berkunjung ke KUBe NU Pacarpeluk ini Kamis, 30 Agustus 2018 kemarin meninjau langsung tanaman semangka," katanya kepada NU Online, Ahad (2/9).

Dari hasil kunjungannya, imbuh dia, Yayasan AHM mengapresiasi terhadap upaya NU Pacarpeluk dalam membantu kesejahteraan warganya. Mereka ingin upaya ini menjadi contoh tersendiri bagi pengurus NU yang lain.

"Ia ingin NU Pacarpeluk bisa menjadi contoh desa sejahtera bagi desa-desa lain," ucapnya.

Kesejahteraan warga NU menurut dia memang sudah seharusnya menjadi perhatian serius saat ini, pengurus NU dapat melakukan terobosan-terobosan yang inovatif untuk membantu menjembatani ekonomi warganya.

"Penggerak NU memang harus peduli bergerak di akar rumput untuk kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Ia membeberkan, NU Pacarpeluk selama ini berupaya imbang antara internalisasi nilai-nilai ke-NUan di tengah masyarakat dengan usaha memediasi kesejahteraan ekonomi mereka. (Syamsul Arifin/Muiz)
Tags:
Bagikan:
Kamis 16 Agustus 2018 4:30 WIB
NU Sukabumi Gagas Koperasi Pondok Pesantren
NU Sukabumi Gagas Koperasi Pondok Pesantren
Sosialisasi dan pembentukan koperasi pesantren di Sukabumi
Sukabumi, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pembentukan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Acara bertempat di Kantor PCNU Sukabumi, Rabu (15/8) diikuti 40 perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Sukabumi.

Ketua Panitia, Aceng Ahmad acara tersebut bertujuan agar pondok pesantren-pondok pesantren di Kabupaten Sukabumi bisa mandiri dalam pengelolan dan potensi-potensi yang ada. 

"Contohnya ada salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sukabumi yang berpotensi dalam pengelolan budidaya lele dengan sistem bioplog. Potensi itu belum bisa berkembang dengan baik dikarenakan banyak terkendala seperti kurangnya fasililtas dalam pengembangan budidaya tersebut," kata pria yang juga Sekretaris NU Care-LAZISNU Sukabumi.

Diharapkan dengan berdirinya koperasi pondok pesantren nantinya bisa mendorong dan membantu berbagai hal terkait kebutuhan pesantren dan santri. "Nantinya anggota koperasi bisa saling mensuport dalam hal pembiayaan, dari mulai bioplognya, pakannya dan lainnya," ujarnya.

Aceng yakin dengan berdirinya kopontren di setiap pesantren nantinya bisa juga membantu perekonomian para asatidz di pesantren tersebut. "Contoh para ustadz bisa mengambil dulu kebutuhan sembakonya dari koprasi pesantren kalau Kopontren tersebut bergerak di bidang perdagangan, karena tujuan koperasi adalah bagaimana anggotanya bisa hidup sejahtera," tambah Aceng.

Acara dihadiri Kabid Koperasi Kabupaten Sukabumi, Muharom; dan Wakil Sekretraris PCNU Sukabumi, H Sirojudin Yusuf. (Ahmad Sodiqin/Kendi Setiawan)
Kamis 9 Agustus 2018 10:45 WIB
Saatnya Petani Nahdliyin Makmur
Saatnya Petani Nahdliyin Makmur
H Mustholihin Madjid (tengah berkopiah) bersama pimpinan BCA
Pemalang, NU Online
Peluang petani nahdliyin di seluruh pelosok nusantara untuk menjadi sejahtera dalam hidupnya cukup besar. Hal ini melihat potensi pertanian yang bisa dilakukan warga NU memiliki pasar yang cukup menjanjikan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus) H Mustholihin Madjid kepada NU Online pada saat penyerahan bantuan pembinaan dan penyaluran KUR petani NU di Pemalang kerja sama PCNU Pemalang dengan BCA, Selasa (7/8) kemarin.

Dikatakan, dalam penanaman jahe yang saat ini dilakukan petani NU di Kabupaten Tegal, Pemalang dan Jepara, dalam kurun waktu 1 tahun di atas lahan 1 hektar bisa menghasilkan keuntungan bersih hingga Rp400 jutaan.

"Ini sangat luar biasa bila dibandingkan dengan hasil pertanian lainnya, dan petani NU bisa makmur" ujar mantan Ketua PP LPNU Pusat ini.

Menurut Mustholihin, dari hasil survey yang ia lakukan tentang kondisi lahan pertanian, masih terdapat ribuan hektar yang bisa dimanfaatkan untuk penanaman jahe yang sesuai stadar kualitas ekspor.

"Dan ini harus kita lakukan, apalagi pihak bank sudah siap mengucurkan dananya, pabrik pengolah jahe sudah siap menampung dan tenaga ahlinya juga sudah siap, tinggal petani pemilik lahan kita dorong agar memanfaatkan lahan pertanian untuk tanaman jahe," ujar pegiat pemberdayaan nahdliyin ini dengan semangat.

Untuk keberlangsungan petani jahe yang saat ini dalam program petani jahe percontohan, dirinya menggandeng PT Azma Agro Nusantara untuk menyediakan teknologi, tenaga penyuluhnya hingga pembeli, dan pihak bank BCA sebagai penyalur dana KUR, sehingga keberlangsungan penanaman jahe terjamin.

Direktur Bank Central Asia (BCA) Suwignyo Budiman mengatakan, pihaknya mendukung penuh terhadap upaya petani NU menanam jahe. Pasalnya, marketnya cukup besar khususnya untuk kesehatan dan kecantikan baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami mencermati bahwa sektor penting yang mendukung tercapainya kedaulatan pangan salah satunya adalah sektor pertanian. Oleh sebab itu, sebagai institusi yang juga dekat dengan masyarakat, kami ingin memberikan kontribusi lebih kepada para petani di Indonesia, salah satunya untuk petani NU di daerah Pemalang dan Jepara,” urai Suwignyo.

Tak hanya penyaluran KUR, BCA juga memberikan bantuan pembinaan kepada kelompok petani NU bersama PT Azma Agro Nusantara agar dapat membantu para petani dalam menerapkan teknik penyemaian benih Jahe Emprit.

Penanaman Jahe Emprit secara organik dan pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair, selain itu juga akan dibuat lahan percontohan tanaman Jahe Emprit seluas 5 hektar di daerah Jepara.

“Selain untuk kesehatan, kami menyadari bahwa jahe memiliki manfaat besar lainnya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Karenanya, BCA mengambil langkah untuk bersama-sama mendukung petani jahe emprit di Pemalang dan Jepara untuk menumbuhkembangkan usahanya sehingga mampu berdampak bagi kemakmuran masyarakat,” pungkas Suwignyo. (Muiz)
Rabu 8 Agustus 2018 11:0 WIB
Direktur BCA Harap Program KUR Dimanfaatkan Petani Nahdliyin
Direktur BCA Harap Program KUR Dimanfaatkan Petani Nahdliyin
Kerjasama NU Pemalang dengan pihak bank untuk petani jahe
Pemalang, NU Online
Direktur Bank Central Asia (BCA) Suwignyo Budiman berharap program pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani nahdliyin. Pasalnya, di samping bagi hasilnya sangat rendah, juga dananya cukup besar.

Hal tersebut disampaikan kepada NU Online usai BCA menyerahkan bantuan dan menyaalurkan KUR BCA kepada petani jahe di Pemalang dan Jepara di Hotel Regina bekerjasama dengan PCNU Pemalang, Selasa (7/8) kemarin.

Dikatakan, saat ini kebutuhan jahe untuk pasar dalam dan luar negeri cukup besar. Di dalam negeri saat ini rata-rata diperlukan jahe 2.500 ton pertahun. "Pasar jahe, masih cukup menjajikan di dalam negeri," ujarnya

Dikatakan, Kesediaan BCA menyalurkan KUR kepada petani jahe di Kabupaten Pemalang dan Jepara bukan tanpa sebab. Setelah melihat percontohan yang ada di Pemalang di atas lahan 5 hektar, dirinya sangat yakin petani jahe yang dikelola nahdliyin sebagai percontohan dapat berkembang dengan baik.

"Tugas BCA adalah di samping sebagai penyalur dana KUR, juga melakukan pembinaan agar jahe yang dihasilkan memenuhi standar kualitas ekspor, sehingga petani bisa untung, apalagi kebutuhan jahe untuk pengobatan dan kosmetik cukup tinggi," ujarnya. 

Untuk menjaga kualitas jahe berstandar ekspor, PCNU Pemalang menggandeng PT Azma Agro Nusantara untuk penyediaan bibit, tenaga ahli hingga manajemen yang diperlukan petani.

Ketua PCNU Pemalang H Ahmad Dasuki mengatakan, program petani jahe yang ada di Pemalang merupakan program percontohan di atas lahan 5 hektar dengan melibatkan pihak bank dan tenaga ahli. Jika hasilnya memenuhi standar pembeli, maka akan dicoba juga di daerah-daerah lain.

"Ini adalah upaya kongkrit PCNU Pemalang memberdayakan nahdliyin untuk memanfaatkan lahannya ditanami jahe dengan pasar yang cukup besar dan keuntungan yang cukup menjanjikan," jelas Dasuki. (Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG