IMG-LOGO
Daerah

HPN Punya Tugas Penting untuk Perkuat Pemberdayaan Ekonomi

Selasa 4 September 2018 13:30 WIB
Bagikan:
HPN Punya Tugas Penting untuk Perkuat Pemberdayaan Ekonomi
Karawang, NU Online
Jumlah warga NU yang besar merupakan potensi pasar menggiurkan bagi pengusaha mana pun. Kondisi tersebut harus dikonsolidasikan oleh para pengusaha NU yang ada di Himpunan Pengusaha Nahdliyin untuk memperkuat ekonomi umat dan sekaligus kemandirian usaha.

“HPN mempunyai tugas yang sangat penting yaitu bagaimana mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Insyaallah HPN akan terus dikenal di pintu rumah-rumah orang NU. Konfercab ini menjadi tonggak perkembangan HPN Karawang ke depan,” ujar Ketua PC HPN Kabupaten Karawang Muhammad Hasyim saat memberikan sambutan dalam kegiatan Konfercab I HPN Karawang akhir pekan lalu di Akhsaya Hotel Karawang.

Setelah melalui dua tahun masa khidmat pertama, sambung Hasyim, HPN Karawang telah melakukan khidmah. Di dalam HPN sudah banyak aktivitas yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengintegrasi, dan mengonsolidasi potensi barang dan jasa untuk memakmurkan dan menyejahterakan jamaah dan jam’iyah NU.

Hasyim memahami betul bahwa tantangan dan potensi yang besar memerlukan energi dan tata kelola yang baik sehingga pengurus yang baru bisa menangkap peluang ekonomi dan bisnis agar bisa mewujudkan kemakmuran bersama.

“Dalam konferensi ini, kita memang dituntut bisa mengembangkan potensi ekonomi dan bisnis yang lebih baik untuk lima tahunan ke depan,” tegasnya.

Ada beberapa program kerja yang kita dorong sesuai dengan kultur dan sumber daya ekonomi di Karawang. Yaitu bagaimana Karawang ini menjadi lumbung padi.

Karena di HPN ini memang belum ada anggota yang profesional di bidang pangan, tepatnya pada satu tahun lalu HPN Karawang sudah mendorong dibentuknya badan usaha untuk mewadahi para petani dari mulai tanam sampai dengan pemasaran.

HPN Karawang sudah meluncurkan badan usaha yang digerakkan dan ditangani oleh para petani dengan nama PT Hikmah Pangan Nusantara. Sebab itu dengan pola-pola seperti ini HPN akan banyak berbuat.

“Agar para petani di karawang bukan hanya menjadi objek, tetapi juga menjadi subjek sehingga nanti mendongrak kemakmuran,” terang Hasyim.

Pihakanya juga sudah mendorong semua sumber daya yang ada di Karawang. Bagaimana kita menangkap dan mengelola badan usaha berupa lembaga kesehatan yaitu rumah sakit sehingga menjadi leading usaha di bidang kesehatan untuk kebutuhan warga NU. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Selasa 4 September 2018 23:0 WIB
Gali Potensi, Ansor Wanasari Gelar Madrasah Jurnalistik
Gali Potensi, Ansor Wanasari Gelar Madrasah Jurnalistik
Ansor Wanasari Brebes gelar sekolah desain grafis
Brebes, NU Online
Sebagai upaya menggali potensi kader Ansor dalam bidang desain grafis, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes menggelar Madrasah Jurnalistik Desain Grafis

Masih minimnya kader Ansor yang menguasai desain grafis menjadi dasar diselenggarakannya acara tersebut dengan mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh mendalami desain grafis.

"Kami ingin ada kader Ansor yang menguasai desain grafis," ucap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari Bayu, saat membuka acara di SMK Ma'rif NU Wanasari, Senin (3/9) malam.

Menurut Bayu, madrasah desain grafis yang mengambil tema Kreativitas Tunjang Syiar Nahdliyah digelar untuk memberikan dasar dalam hal desain grafis. Sehingga ke depannya kader-kader Ansor akan mampu memahami desain secara lebih baik dan mapan. 

Bayu menandaskan, setelah selesai pelatihan peserta diharapkan mampu membuat desain meme, poster, pamflet dan edit vidio untuk dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di media sosial.

Sementara Ketua panitia madrasah desain grafis, Mahmud Sobirin mengatakan peserta berjumlah 15 peserta perwakilan dari Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Wanasari. Co-Founder Ekanum Group dan Graphic Designer Mohamad Aris sebagai narasumber dalam pelatihan ini. (Rizal Amri/Wasdiun/Muiz)
Selasa 4 September 2018 22:0 WIB
IPNU-IPPNU Wanasari Gelar School of Nasionalism Student
IPNU-IPPNU Wanasari Gelar School of Nasionalism Student
IPNU-IPPNU Wanasari Brebes gelar kegiatan
Brebes, NU Online
Sebagai upaya membangun jiwa nasionalisme dan patriotisme di kalangan pelajar, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wanasari, Brebes menggelar School of Nasionalism Student. 

Peserta merupakan perwakilan dari pelajar SMP/MTS dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se Kecamatan Wanasari di Aula Kantor Kecamatan setempat, Sabtu-Senin (1-3/9).

Ketua Panitia School Of Nasionalism Student Septa Maulana menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun pelajar berjiwa nasionalisme cinta tanah air. "Karena pelajar adalah pilar yang paling berharga yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan yang akan datang. Bila ingin kokoh, maka harus dibangun jiwa nasionalismenya sejak dini," ujarnya.

Dengan mengusung tema Dari Pelajar, Untuk Agama, Bangsa dan Negeri diikuti 120 pelajar. 

Ketua PAC IPNU Wanasari Edi Purwanto menambahkan, generasi muda sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa merupakan kaum intelektual, agent of change, dan agent of social control. 

"Generasi muda harus mampu memimpin diri sendiri seperti hidup disiplin terhadap tugas dan kewajibannya, juga harus mampu mempengaruhi diri untuk tetap menjaga moral, kejujuran, aspek sosial dengan tetap berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945," tegas Edi.

Selain itu, lanjutnya, setelah mampu memimpin diri sendiri kemudian memipin organisasi. Juga harus memiliki wawsan dan prestasi yang membanggakan sehingga masyarakat percaya pada generasi milenial. 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Brebes Dwi Satrio menegaskan, maju tidaknya bangsa ini sangat bergantung pada generasi muda sekarang. Karena di bahu pemudalah terpikul beban berat dan tantangan bangsa NKRI. 

School Of Nasionalism Student dibuka Sekretaris Camat Wanasari Ukristo dengan mengalungkan tanda peserta. 

Dalam sambutannya, dia mengaku bangga ada pemuda yang aktif ikut serta dalam membangun pelajar patriot. Sebab di zaman now, globalisasi yang semuanya sudah canggih ada kemungkinan rasa nasionalisme dan patritisme terkikis. 

Namun dengan adanya kegiatan penanaman nasionalisme dan patriotisme ada harapan cerah kalau Indonesia dan NKRI tetap ada dan dijunjung tinggi. (Wasdiun/Muiz)
Selasa 4 September 2018 19:30 WIB
NU Kota Tasikmalaya Bertekad Jadi Perekat Seluruh Elemen
NU Kota Tasikmalaya Bertekad Jadi Perekat Seluruh Elemen
Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq.
Tasikmalaya, NU Online
KH Ate Musodiq sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sependapat dengan wali kota setempat. Yakni bersama untuk lebih meningkatan ekonomi warga.

"Ya betul sekali karena diakui atau tidak, bahwa NU suka bicara kematian saja, tapi lupa kepada kehidupan,” kata Kiai Ate, Selasa (4/9). 

Karenanya yang tengah dipikirkan bagaimana membangun ekonomi. “Seperti setiap kecamatan harus punya minimarket NU agar nahdliyin belanja ke sana,” ungkapnya. Karena dengan melakukan pemberdayaan ekonomi, maka angka kebodohan dan kemiskinan dapat dikurangi. Apalagi kalangan tersebut mayoritas warga NU, lanjutnya.

Untuk itu, dalam kepengurusannya nanti akan melakukan sinergi dengan pemerintah kota. “Ini suatu keharusan karena inti dari pemerintahan bagaimana menyejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Dirinya berharap keberadaan NU menjadi peneduh agar terus bermanfaat bagi warga khususnya Kota Tasikmalaya dengan menggandeng pemerintahan setempat.

Kiai Ate pun mengungkapkan program kerja mendesak usai terpilih bagaimana menata kembali keorganisasian sampai akar rumput. “Kepengurusan 69 ranting yang ada harus diaktifkan kembali bahkan sampai anak ranting,” tegasnya. Hal tersebut sebagai konsekuensi keberadaan struktural NU, lanjutnya.

Dirinya kemudian memberikan tamsil bila akan diselenggarakan kegiatan, maka akan didukung kepengurusan di bawahnya. "Misal kalau pengajian NU nanti di masjid agung, kita targetkan minimal sepuluh ribu warga NU hadir. Ini sebagai butki bahwa NU besar secara massa," ujarnya.

Selanjutnya, kata Kiai Ate, NU punya lembaga pendidikan. “Bagaimana meningkat mutu dari sekolah tinggi hingga memiliki universitas NU,” ungkapnya. 

Hal yang sama juga berlaku dalam bidang kesehatan. "Harusnya kita punya rumah sakit NU seperti di kota dan kabupaten lain," ucapnya.

Perihal agenda politik Pemilu, NU tetap mengikuti fatsun PBNU yakni memosisikan tetap netral. “Dengan demikian NU menjadi payung bagi seluruh kepentingan politik,” jelasnya.

Hal tersebut juga berlaku kepada kader NU yang menjadi calon anggota legislatif maupun yang telah memiliki jabatan di legislatif maupun eksekutif. “NU akan tetap jadi peneduh semua," katanya.

Pelantikan PCNU Kota Tasikmalaya akan digelar dalam dua atau tiga pekan mendatang. 

Kiai Ate menyampaikan bahwa pelantikan akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil, sekaligus meresmikan keberadaan mini market NU di jalan dr Soekardjo 47 Kota Tasikmalaya. (Nurjani/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG