IMG-LOGO
Daerah

ISNU Majalengka Sukses Gelar Pelatihan Seleksi CPNS

Selasa 4 September 2018 18:0 WIB
Bagikan:
ISNU Majalengka Sukses Gelar Pelatihan Seleksi CPNS
Majalengka, NU Online
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sukses menggelar pelatihan simulasi Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS. Kegiatan digelar di aula Hayati Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam  (STAI PUI) Majalengka, Senin (3/9).

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai 326 orang bahkan ada yang daftar saat acara hendak dimulai. Mereka berasal dari lulusan tenaga kesehatan, pendidikan, teknis, sampai honorer katagori II.

Ketua ISNU Kabupaten Majalengka Ade Iwan Ridwanullah menuturkan, kegiatan ini merupakan acara perdana ISNU Majalengka untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Yakni menyiapkan sumber daya untuk persiapan mengikuti test CPNS CAT 2018.

"Alhamdulillah para peserta mayoritas mengaku merasa puas dan bersyukur telah ada pelatihan semacan ini di Majalengka,” katanya. Model pelatihan seperti ini diharapkan ada keberlanjutannya dengan kegiatan bimbingan test CPNS yang diadakan ISNU Majalengka, lanjut dosen UIN Bandung ini.

Dikatakannya, antusiasme masyarakat yang ingin menjadi PNS setiap tahunnya sangat tinggi. Namun sayangnya, banyaknya yang mencari informasi dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. “Tidak jarang ada oknum nakal yang sengaja mengambil keuntungan dengan melakukan penipuan dalam setiap penerimaan CPNS,” ujarnya.

Disampaikannya bahwa penerimaan CPNS adalah gratis, transparan dan menggunakan sistem CAT. “Jadi tidak ada lagi pihak-pihak yang mengklaim mampu meloloskan jadi PNS," tegasnya.

Karena itu ISNU memfasilitasi masyarakat melalui pelatihan simulasi. Dalam pelatihan ini juga diberikan kisi-kisi soal yang terdiri dari materi seputar TIU, TWK, dan TKP dan peraturan yang berlaku saat ini.

"Dalam simulasi setiap peserta akan dipungut biaya dan akan dihadirkan tutor yang sudah berpengalaman,” ungkapnya. 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Majalengka, KH Harun Bajuri berkenan hadir dan membuka kegiatan ini. Sedangkan doa dipimpin KH Ali Rahman dari jajaran Syuriah PCNU Majalengka. (Tata Irawan/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Selasa 4 September 2018 23:0 WIB
Gali Potensi, Ansor Wanasari Gelar Madrasah Jurnalistik
Gali Potensi, Ansor Wanasari Gelar Madrasah Jurnalistik
Ansor Wanasari Brebes gelar sekolah desain grafis
Brebes, NU Online
Sebagai upaya menggali potensi kader Ansor dalam bidang desain grafis, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes menggelar Madrasah Jurnalistik Desain Grafis

Masih minimnya kader Ansor yang menguasai desain grafis menjadi dasar diselenggarakannya acara tersebut dengan mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh mendalami desain grafis.

"Kami ingin ada kader Ansor yang menguasai desain grafis," ucap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari Bayu, saat membuka acara di SMK Ma'rif NU Wanasari, Senin (3/9) malam.

Menurut Bayu, madrasah desain grafis yang mengambil tema Kreativitas Tunjang Syiar Nahdliyah digelar untuk memberikan dasar dalam hal desain grafis. Sehingga ke depannya kader-kader Ansor akan mampu memahami desain secara lebih baik dan mapan. 

Bayu menandaskan, setelah selesai pelatihan peserta diharapkan mampu membuat desain meme, poster, pamflet dan edit vidio untuk dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di media sosial.

Sementara Ketua panitia madrasah desain grafis, Mahmud Sobirin mengatakan peserta berjumlah 15 peserta perwakilan dari Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Wanasari. Co-Founder Ekanum Group dan Graphic Designer Mohamad Aris sebagai narasumber dalam pelatihan ini. (Rizal Amri/Wasdiun/Muiz)
Selasa 4 September 2018 22:0 WIB
IPNU-IPPNU Wanasari Gelar School of Nasionalism Student
IPNU-IPPNU Wanasari Gelar School of Nasionalism Student
IPNU-IPPNU Wanasari Brebes gelar kegiatan
Brebes, NU Online
Sebagai upaya membangun jiwa nasionalisme dan patriotisme di kalangan pelajar, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wanasari, Brebes menggelar School of Nasionalism Student. 

Peserta merupakan perwakilan dari pelajar SMP/MTS dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se Kecamatan Wanasari di Aula Kantor Kecamatan setempat, Sabtu-Senin (1-3/9).

Ketua Panitia School Of Nasionalism Student Septa Maulana menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun pelajar berjiwa nasionalisme cinta tanah air. "Karena pelajar adalah pilar yang paling berharga yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan yang akan datang. Bila ingin kokoh, maka harus dibangun jiwa nasionalismenya sejak dini," ujarnya.

Dengan mengusung tema Dari Pelajar, Untuk Agama, Bangsa dan Negeri diikuti 120 pelajar. 

Ketua PAC IPNU Wanasari Edi Purwanto menambahkan, generasi muda sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa merupakan kaum intelektual, agent of change, dan agent of social control. 

"Generasi muda harus mampu memimpin diri sendiri seperti hidup disiplin terhadap tugas dan kewajibannya, juga harus mampu mempengaruhi diri untuk tetap menjaga moral, kejujuran, aspek sosial dengan tetap berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945," tegas Edi.

Selain itu, lanjutnya, setelah mampu memimpin diri sendiri kemudian memipin organisasi. Juga harus memiliki wawsan dan prestasi yang membanggakan sehingga masyarakat percaya pada generasi milenial. 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Brebes Dwi Satrio menegaskan, maju tidaknya bangsa ini sangat bergantung pada generasi muda sekarang. Karena di bahu pemudalah terpikul beban berat dan tantangan bangsa NKRI. 

School Of Nasionalism Student dibuka Sekretaris Camat Wanasari Ukristo dengan mengalungkan tanda peserta. 

Dalam sambutannya, dia mengaku bangga ada pemuda yang aktif ikut serta dalam membangun pelajar patriot. Sebab di zaman now, globalisasi yang semuanya sudah canggih ada kemungkinan rasa nasionalisme dan patritisme terkikis. 

Namun dengan adanya kegiatan penanaman nasionalisme dan patriotisme ada harapan cerah kalau Indonesia dan NKRI tetap ada dan dijunjung tinggi. (Wasdiun/Muiz)
Selasa 4 September 2018 19:30 WIB
NU Kota Tasikmalaya Bertekad Jadi Perekat Seluruh Elemen
NU Kota Tasikmalaya Bertekad Jadi Perekat Seluruh Elemen
Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq.
Tasikmalaya, NU Online
KH Ate Musodiq sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sependapat dengan wali kota setempat. Yakni bersama untuk lebih meningkatan ekonomi warga.

"Ya betul sekali karena diakui atau tidak, bahwa NU suka bicara kematian saja, tapi lupa kepada kehidupan,” kata Kiai Ate, Selasa (4/9). 

Karenanya yang tengah dipikirkan bagaimana membangun ekonomi. “Seperti setiap kecamatan harus punya minimarket NU agar nahdliyin belanja ke sana,” ungkapnya. Karena dengan melakukan pemberdayaan ekonomi, maka angka kebodohan dan kemiskinan dapat dikurangi. Apalagi kalangan tersebut mayoritas warga NU, lanjutnya.

Untuk itu, dalam kepengurusannya nanti akan melakukan sinergi dengan pemerintah kota. “Ini suatu keharusan karena inti dari pemerintahan bagaimana menyejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Dirinya berharap keberadaan NU menjadi peneduh agar terus bermanfaat bagi warga khususnya Kota Tasikmalaya dengan menggandeng pemerintahan setempat.

Kiai Ate pun mengungkapkan program kerja mendesak usai terpilih bagaimana menata kembali keorganisasian sampai akar rumput. “Kepengurusan 69 ranting yang ada harus diaktifkan kembali bahkan sampai anak ranting,” tegasnya. Hal tersebut sebagai konsekuensi keberadaan struktural NU, lanjutnya.

Dirinya kemudian memberikan tamsil bila akan diselenggarakan kegiatan, maka akan didukung kepengurusan di bawahnya. "Misal kalau pengajian NU nanti di masjid agung, kita targetkan minimal sepuluh ribu warga NU hadir. Ini sebagai butki bahwa NU besar secara massa," ujarnya.

Selanjutnya, kata Kiai Ate, NU punya lembaga pendidikan. “Bagaimana meningkat mutu dari sekolah tinggi hingga memiliki universitas NU,” ungkapnya. 

Hal yang sama juga berlaku dalam bidang kesehatan. "Harusnya kita punya rumah sakit NU seperti di kota dan kabupaten lain," ucapnya.

Perihal agenda politik Pemilu, NU tetap mengikuti fatsun PBNU yakni memosisikan tetap netral. “Dengan demikian NU menjadi payung bagi seluruh kepentingan politik,” jelasnya.

Hal tersebut juga berlaku kepada kader NU yang menjadi calon anggota legislatif maupun yang telah memiliki jabatan di legislatif maupun eksekutif. “NU akan tetap jadi peneduh semua," katanya.

Pelantikan PCNU Kota Tasikmalaya akan digelar dalam dua atau tiga pekan mendatang. 

Kiai Ate menyampaikan bahwa pelantikan akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil, sekaligus meresmikan keberadaan mini market NU di jalan dr Soekardjo 47 Kota Tasikmalaya. (Nurjani/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG