IMG-LOGO
Daerah

Gelar Konfercab, NU Majalengka Diingatkan Bahaya Wahabi

Ahad 9 September 2018 20:30 WIB
Bagikan:
Gelar Konfercab, NU Majalengka Diingatkan Bahaya Wahabi
Majalengka, NU Online
Warga NU diminta mewaspadai ajaran Wahabi yang saat ini sudah merangsek masuk ke dalam sendi kehidupan seperti sekolah, pondok pesantren, gerakan radikal dan sejenisnya. Salah satu solusi melawan itu yakni membentengi nadliyin dengan mengamalkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Hal itu disampaikan KH Yusuf Karim pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) VII, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahad (9/9). Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Manba'ul Huda, Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka. 

Rais PCNU Kabupaten Majalengka ini menuturkan, ajaran Wahabi saat ini sudah berkembang pesat dan jika dibiarkan akan berbahaya bagi umat Islam. “Karena dapat merusak akidah umat, dan memecah belah persatuan dan kesatuan serta merongrong keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” katanya."

Dan dalam sejarahnya, NU selalu berada di garda terdepan dalam melawan ajaran Wahabi. “Seperti contoh di Arab Saudi dulu, ulama NU melakukan protes ketika makam Nabi Muhammad SAW akan dipindahkan oleh kelompok Wahabi. Dan alhamdulilillah sampai saat ini batal dilaksanakan," katanya saat sambutan. 

Pafa Konfercab, pihaknya berharap kegiatan ini mendapatkan keberkahan dan kelancaran serta ridha dari Allah SWT. Serta misi NU yang paling utama menjaga mazhab Aswaja tidak sampai ternodai oleh kelompok ajaran apapun.  

KH Yusuf Karim bersyukur karena Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah melakukan seleksi terhadap para pengurus. "Saat ini ada program dari PBNU dalam menyeleksi setiap pengurus dan anggotanya melalui Madrasah Kader NU,” ungkapnya.

Tujuan madrasah kader agar paham tentang NU. “Sedangkan bagi calon pengurus NU harus lulus madrasah kader, dan jika tidak, maka tidak layak menjadi pengurus," ungkapnya.

Kiai Muhamad Umar mengatakan mulanya pesimistis ketika ditunjuk menjadi ketua panitia. Namun seiring berjalannya waktu, dukungan pelaksanaan Konfercab mengalir dari berbagai kalangan. 
Hal itu dibuktikan dengan semua orang bangga menjadi warga NU."Orang yang berjuang untuk membesarkan NU, sesuai dengan amanat pendiri NU yakni KH M Hasyim Asy'ari, maka akan diakui sebagai santrinya sampai anak cucunya, dan didoakan hidupnya husnul khatimah," papar pengasuh Pesantren Manba'ul Huda ini.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama Majalengka KH Harun Bajuri menambahkan Konfercab merupakan musyawarah tertinggi yang dilakukan setiap lima tahun sekali. Agenda ini digelar untuk meminta pertanggungjawaban pengurus sebelumnya dan menentukan kepengurusan yang akan duduk masa khidmat 2018  hingga 2023.

"Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia Konfercab dan semua pihak yang telah mendukung acara ini hingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya. Dirinya juga memohon maaf apabila dalam kepengurusan selama lima tahun banyak kekurangan, lanjutnya. 

Bupati Majalengka H Sutrisno mengatakan, diakui atau tidak bahwa dirinya saat ini merupakan warga NU dengan mengamalkan segala bentuk amaliahnya."NU itu merupakan Ormas terbesar di Indonesia. Memiliki pengaruh yang luar biasa di tanah air ini. Sehingga harus bangga menjadi kader NU," ujarnya. 

Sutrisno menambahkan, hadirinya NU di tengah masyarakat Indonesia ini di antaranya sebagai bentuk jawaban atas keperihatinan, ketertinggalan, dan tekananan penjajah terhadap golongan pribumi. "Dan yang utama hadirnya NU guna menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljamaah di tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya. 

Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan ada tradisi yang tidak pernah dilupakan oleh para pendiri NU ketika ingin melakukan aktivitas apapun. Yakni meminta nasihat dan saran serta masukan. Hal itu seperti dilakukan KH Hasyim As'ari ketika ingin mendirikan NU meminta pendapat KH Kholil Bakalan Madara."Tradisi semacam ini yang harus kita jaga dan lestarikan di kalangan NU,"tandasnya.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Bupati Majalengka H Sutrisno, Ketua MUI Majalengka KH Anwar Sulaeman, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Nasir dan Surahman, para alim ulama, pengurus PCNU, badan otonom NU, serta ratusan tamu  undangan lain. (Tata Irawan/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Ahad 9 September 2018 23:59 WIB
Melihat Relawan NU Peduli di Atas Bukit Lombok Timur
Melihat Relawan NU Peduli di Atas Bukit Lombok Timur
relawan NU Peduli angkut barang dengan cara dipanggul
Lombok Timur, NU Online
Ahad 9 September 2018 rombongan Tim Relawan NU Peduli berpencar setiap hari sebagaimana biasanya. Ada yang ke Lombok Timur, ada yang ke Lombok Utara dan juga Lombok Tengah bagian Utara serta Lombok barat bagian Utara yang merupakan pusat warga korban gempa.

Kali ini, NU Online mengikuti rombongan Tim NU Peduli yang siap kerjakan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Dasan Erot Dusun jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Lombok Timur yang terletak di atas bukit pegunungan.

Waktu tempuh dari Kota Mataram sekitar 2 jam dengan jarak 67 KM ini memiliki kesan perjuangan yang luar biasa, yang mana lokasi yang dituju memiliki jalan seadaanya saja serta begitu tinggi dan lenggak lenggoknya tanjakan membuat relawan mendorong mobil yang membawa rombongan serta logistik dan terpal untuk bisa sampai tujuan.

Tak hanya itu, mobil Baru Avanza Veloz keluaran 2017 tersebut pun mati sekitar tiga kali dalam menempuh tanjakan yang kurang lebih 1.5 KM tersebut.

Koordinator Rombongan Raden Bambang Dwi Minardi menyebutkan itu semua demi misi kemanusiaan.  Dia buka baru kali pertama mendatangi lokasi tersebut. Pria yang pernah aktif di PMII ini menyebut dirinya bersama rombongannya hadirannya dalam rangka membantu warga untuk membuat Huntara membawa terpal, tali rafia dan kebutuhan lainnya.

"Semoga warga bisa nyaman untuk sementara waktu sambil menunggu waktu yang tepat untuk membangun rumah permanen," ujar Bambang yang juga ASN/PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok timur ini.

Ahad (09/09) siang saat relawan sedang berkerja juga kembali di goyang oleh Gempa dengan kekuatan 4.8 SR. Namun tak tampak ketakutan dari wajah warga setempat karena kalau di sekitaran 5 SR rupanya sudah di anggap biasa mengingat telah sebulan lebih Lombok NTB di guncang gempa.

"Kalau masih sekitaran 5 di sini terasa biasa," kata Nurudin tokoh warga setempat.

Dia juga berterimakasih dan merasa terbantu atas partisipasi masyarakat dan relawan dari NU Peduli. Di samping itu, Nurudin juga mengajak  NU Online melihat rumah warga sisa sisa gempa yang telah rata dengan tanah. 

"Ini rumah yang bertembok rata-rata hasil kerja di Malasyia baru bisa begini, itupun dengan mereka selama 2 tahun minimal baru bisa buat," urainya dengan nada pilu.

Sementara warganya adalah petani semua dan sisanya memilih menjadi TKI.  Jumlah KK di lingkungan pegunungan tersebut adalah 45 KK dengan jumlah sekitar 200 jiwa. (Hadi/Muiz)

Ahad 9 September 2018 23:30 WIB
Ansor Padasari Cup U-16 Jaring Pesebakbola Profesional
Ansor Padasari Cup U-16 Jaring Pesebakbola Profesional
Ansor Cup untuk sepak bola usia 16 tahun
Tegal, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor Ranting Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Jawa Tengah menggelar Turnamen Sepakbola U-16 tahun untuk kali pertama. 

Kompetisi yang bertajuk GP Ansor Cup U-16 2018 berlangsung selama 12 hari yakni Senin (27/8) hingga hingga Senin (10/9) di Stadion Gertukung, Padasari.

Ketua GP Ansor Padasari Solihin mengungkapkan, misinya menggelar Ansor Cup U-16 untuk memberikan wadah kepada pesepakbola muda agar bisa mengembangkan bakat dan skill yang dimiliki. Selain itu juga untuk mencari bibit-bibit pemain bagus dan profesional. 

"Ini juga menyangkut peran Pemuda Ansor dalam memberikan edukasi yang baik terhadap para pemain dan pelatih muda," katanya kepada NU Online, Ahad (9/9).

Dijelaskan, Kompetisi Ansor Cup U-16 diikuti delapan Tim Sepakbola di Desa Padasari yang terbagi dalam dua Grup. Grup A terdiri dari Garuda Sakti Jr, Tunas Muda Jr, Persejta Jr dan Arselgi. Sedangkan Grup terdiri Ades Jr, Ampel City, Gelora Muda Jr dan Rajawali Jr.

Solihin berharap, ajang turnamen Ansor Cup bisa dijadikan sebagai wadah silaturahmi dalam bentuk olahraga, untuk kemajuan Ansor di bidang olahraga.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ciri khas dan kegiatan unggulan Ranting Padasari. Kami juga berharap turnamen bisa digelar secara terus menerus di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Abdul Aziz menuturkan, Ranting Ansor lain juga memiliki program-program unggulan sehingga semua ranting di Kecamatan Jatinegara bisa lebih semarak dan berinovasi dalam kegiatan.

“Pimpinan Cabang Ansor mengapresiasi ranting Padasari. Semoga hal ini bisa diikuti oleh ranting-ranting lain untuk mempunyai program unggulan sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing. Harapannya Program kegiatan Ansor di Jatinegara ini bisa bervariasi saling melengkapi satu sama lain,” pungkasnya. (Nurkhasan/Muiz)
Ahad 9 September 2018 19:30 WIB
Ma’arif NU Banyumas Gelar Pelatihan Kurikulum 2013 Revisi
Ma’arif NU Banyumas Gelar Pelatihan Kurikulum 2013 Revisi
Banyumas, NU Online
Sebagai upaya penyempurnaan implementasi kurikulum madrasah, Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar workshop kurikulum 2013 (K13) revisi.

Kegiatan diperuntukkan bagi tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta berlangsung di aula Pengurus Cabanag Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas, (3-5/9) dan dilanjutkan dengan masa pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan sejak Kamis hingga Sabtu (6-8/9). 

Ketua PC LP Ma’arif NU Banyumas, Fauzi mengatakan bahwa agenda ini merupakan pelatihan bertahap yang diikuti 120 peserta dari MI dan MTs. “Workshop dilakukan sebagai tindaklanjut amanat implementasi kurikulum 2013 yang sudah direvisi,” katanya, Sabtu (8/9).

Perubahan kurikulum ini memberikan konsekuensi kepada satuan pendidikan untuk melakukan pengembangan manajemen pembelajaran di kelas. “Perubahan kurikulum 2013 revisi harus dipahami oleh setiap pendidik, terutama di lingkungan LP Ma’arif NU,” ungkapnya. Sehingga masing-masing satuan pendidikan dapat segera menyesuaikan langkah ini untuk direalisasikan pada kelas pembelajaran, lanjutnya di ruang Sekretariat LP Ma’arif.

Dikatakan, pelaksanaan workshop K13 revisi ini bertujuan menyesuaikan perubahan dan pengembangan kurikulum terbaru. Dua angkatan ini untuk guru MI dan MTs dengan harapan ke depan memiliki instruktur nasional tersendiri atau narasumber yang disiapkan LP Ma’arif secara internal.

“Workshop kali ini lebih disiplin dan komitmen,” tegasnya. Peserta yang terlambat tidak diperkenankan masuk ke ruang materi, karena tertinggal satu sesi materi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Sehingga peserta tidak boleh terlambat, lanjut Wakil Dekan I FTIK IAIN Purwokerto itu.

Sementara, Endro Suharyanto, guru MI Ma’arif NU 1 Langgongsari Cilongok menyampaikan bahwa salah satu perubahan K13 revisi pada mata pelajaran matematika dan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk kelas 4, 5 dan 6. Keduanya tidak masuk pada tema pembelajaran yang terintegrasi, namun menjadi mata pelajaran tersendiri.

“Kurikulum revisi masih tetap menggunakan pendekatan saintifik dan terintegrasi, hanya kedua mata pelajaran itu saja yang terpisah,” ungkapnya. Hal ini tentu berkonsekuensi pada perubahan format administrasi pembelajaran di kelas, termasuk hasil evaluasi siswa, lanjutnya. 

Endro berharap dengan workshop K13 revisi dapat satu persepsi dalam pengelolaan pembelajaran. “Terutama dalam mengintegrasikan antartema pembelajaran dan memberikan evaluasi hasil belajar siswa,” tandasnya. (Musmuallim Ma’arif/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG