IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Cetak Kader IPNU-IPPNU Melalui Santri Pesantren

Rabu 12 September 2018 9:30 WIB
Bagikan:
Cetak Kader IPNU-IPPNU Melalui Santri Pesantren
Probolinggo, NU Online
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nahdlatul Muta'allimin Kropak, Bantaran, Probolinggo, Jawa Timur menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Selasa (11/9).

Kegiatan dihadiri Majelis Ma'arif Nahdlatul Muta'allimin Jamalludin Al-Ghozi, alumni Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro. Juga ada Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Badrus Sholeh, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Ika Vita Nurjanah, Ketua PK IPNU Nahdlatul Muta'alimin Riki Susanto dan Ketua PK IPPNU Nahdlatul Muta'alimin Sofia Putri.

Selama kegiatan, para santri Pondok Pesantren Nahdlatul Muta'allimin mendapatkan beberapa materi meliputi leadership, ke-NU-an, ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, keorganisasian serta materi lain.

Ketua PK IPPNU Pondok Pesantren Nahdlatul Muta'allimin Sofia Putri mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan IPNU-IPPNU kepada kalangan santri baik putra dan putri. 

"Melalui kegiatan ini diharapkan akan tumbuh jiwa leadership di kalangan santri lewat materi Makesta. Serta mampu mencetak kader militan yang siap menggantikan perjuangan NU ke depan," katanya.

Sementara Majelis Ma'arif Nahdlatul Muta'allimin Jamalludin al-Ghozi meminta para santri agar senantiasa tidak melupakan perjuangan para ulama NU. “Juga mampu meneladani perjuangan yang ikhlas tanpa pamrih demi berjuangan dan membesarkan NU,” katanya.

Sebagai seorang santri pesantren, tidak boleh lupa dengan perjuangan para kiai terdahulu. Karena berkat beliau bisa merasakan belajar kitab. “Intinya perjuangan kiai-kiai itu patut kita teladani dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Sedangkan Badrus Sholeh memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus PK IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Nahdlatul Muta'allimin yang telah berinovasi menggelar kegiatan ini. Karena melalui pesantren IPNU-IPPNU bisa mencetak kader yang siap membesarkan organisasi dan bukan kader bermental tempe.

"Kegiatan ini sejalan dengan program dari IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo untuk mencetak kader IPNU dan IPPNU dari kalangan santri pesantren,” ungkapnya. Sebab keberlangsungan estafet kepengurusan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo menjadi tanggung jawab bersama, lanjutnya.

Makesta yang diikuti puluhan santri Pesantren Nahdlatul Muta'allimin ini dilaksanakan bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah. Momentum ini diharapkan mampu mencetak kader IPNU-IPPNU militan dan lebih baik. Serta bisa membawa perubahan dalam organisasi IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo masa mendatang. (Syamsul Akbar/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Rabu 12 September 2018 22:30 WIB
Jaga Al-Qur'an Lokal, Jurusan di IAIN Pontianak Adakan Workshop
Jaga Al-Qur'an Lokal, Jurusan di IAIN Pontianak Adakan Workshop
Pontianak, NU Online
Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan workshop manuskrip Al-Qur'an Nusantara. Kegiatan akan dilaksanakan Kamis, (20/9). 

Bukhori, selaku Kepala Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (Fuad) IAIN Pontianak mengungkapkan manfaat workshop. 

“Sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan manuskrip mushaf Al-Qur'an di Nusantara, khususnya wilayah Kalbar,” katanya, Rabu (12/9).

Menurutnya,  manuskrip mushaf sebagai benda cagar budaya yang harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan dengan sebaik-baiknya. “Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya menggagas berdirinya centre of execellent terkait mushaf kuno Nusantara,” ungkapnya. Karena akan ada laboratorium Qur'an Centre pada jurusan IAT Fuad IAIN Pontianak yang memiliki informasi yang komprefensif terkait manuskrip Al-Qur'an Nusantara, lanjutnya.

Karenanya, sasaran kegiatan ini tidak hanya sebatas pada mahasiswa jurusan IAT. “Tetapi juga meliputi dosen dan para peniliti yang memiliki perhatian dalam bidang mushaf Al-Qur'an," jelas Bukhori.

Bukhori juga mengungkapkan egiatan ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dan realisasi dari MoU. “Yaitu antara LPMQ dan Jurusan IAT Fuad IAIN Pontianak yang telah ditandatangani rektor tahun 2017 lalu,” katanya.

Sebelumnya, IAT Fuad IAIN Pontianak sudah menjalin kerja sama pengiriman mahasiswa yang melakukan PPL ke LPMQ pada tahun 2017. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan pada tahun berikutnya. 

Workshop kali ini bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang dan Diklat Penelitain Kementrian Agama dengan Jurusan IAT Fuad IAIN Pontianak. (Siti Maulida/Ibnu Nawawi)

Rabu 12 September 2018 22:0 WIB
Olimpiade Santri Bakal Warnai Hari Santri di Pringsewu
Olimpiade Santri Bakal Warnai Hari Santri di Pringsewu
Hari Santri Nasional (Ilustrasi)
Pringsewu, NU Online
Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2018 Kabupaten Pringsewu, Lampung bakal menggelar Olimpiade Santri dalam rangka memeriahkan dan memberi makna lebih pada Hari Nasional yang jatuh pada 22 Oktober mendatang. Ketua Panitia HSN 2018 Kabupaten Pringsewu KH Munawir menjelaskan, olimpiade ini terbagi menjadi empat jenis olimpiade.

“Ada empat olimpiade yang akan dilombakan untuk para santri di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini yaitu Olimpiade Kitab, Olimpiade Olahraga, Olimpiade Pena dan Olimpiade Seni,” jelas Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pringsewu yang biasa disapa Gus Nawir ini, Rabu (12/9).

Lebih lanjut Gus Nawir menjelaskan, keempat olimpiade ini akan mulai digelar pada 7 Oktober 2018 di beberapa tempat. Untuk Olimpiade Kitab jelasnya, akan mengawali rangkaian olimpiade yang akan dilaksanakan di Komplek Gedung NU Pringsewu.

“Olimpiade kitab akan diikuti oleh para santri pondok pesantren dan Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) atau majelis taklim yang terdiri dari 4 cabang perlombaan yaitu Hafalan Nadhom, Kreasi Lalaran Nadhom, Qiro’atul Kutub dan Tahfidzul Qur’an. Masing-masing perlombaan terdiri dari dua kategori putra dan putri,” jelasnya.

Untuk Olimpiade olahraga yang akan dipusatkan di Gedung Pringsewu Futsal akan mempertandingkan dua cabang lomba yaitu Futsal dan Tenis Meja. Tidak hanya diikuti oleh para santri, olimpiade olahraga ini juga akan diikuti oleh para kiai, ustadz dan para tokoh agama di Kabupaten Pringsewu.

“Disamping ikut serta meramaikan gelaran HSN 2018, kita berharap para kiai dan tokoh agama di Pringsewu sehat jasmaninya. Tentunya bertanding dengan sesamanya. Tidak dengan yang muda-muda,” candanya.

Sementara untuk Olimpiade Seni, panitia pelaksana sudah mempersiapkan 3 cabang lomba yaitu kaligrafi, paduan suara dan pidato. Untuk paduan suara lagu yang harus dinyanyikan adalah Lagu Indonesia Raya dan Lagu Syubbanul Wathan.

“Kita ingin menumbuhkan cinta para generasi muda khususnya para santri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui paduan suara ini,” terangnya tentang Lomba Paduan Suara yang akan digelar pada 13 Oktober 2018 di Aula Gedung NU Pringsewu ini.

Dan Olimpiade yang terakhir tambahnya adalah Olimpiade Pena yang akan digelar dalam bentuk sayembara Desain Grafis Meme Hari Santri Nasional 2018 dan Lomba Menulis Artikel. Untuk keterangan lebih detail tentang lomba ini terangnya, para peserta bisa mengunjungi website http://harisantri.nupringsewu.or.id/.

“Panitia sudah menyediakan hadiah yang menarik bagi para peserta sayembara di Olimpiade Pena ini. Dan pendaftaran juga gratis,” ujar Gus Nawir.

Olimpiade Pena ini juga akan diwarnai dengan Pelatihan Jurnalistik bagi para santri yang ditujukan untuk lebih memperdalam keilmuan tentang berbagai hal seperti cara meliput dan menyajikan Informasi secara benar dan profesional, pemanfaatan medsos sebagai media dakwah wasathiyah serta cara menangkal informasi hoaks dan radikal.

“Dengan pelatihan jurnalistik ini kita juga berharap para santri mampu mengelola Media Informasi Pesantren, seperti mading, web, blog,buletin dan sejenisnya sehingga syiar pesantren akan lebih bergaung,” pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Rabu 12 September 2018 21:45 WIB
Peringati Tahun Baru Hijriah, PMII Salatiga Ziarah Kubro
Peringati Tahun Baru Hijriah, PMII Salatiga Ziarah Kubro
Salatiga, NU Online
Memperingati Tahun Baru Hijriah 1440, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Salatiga, Jawa Tengah melakukan sejumlah kegiatan pada Selasa (12/9).

Dimulai pukul 13.00 WIB, peringatan dengan ziarah ke makam Imam Baihaqi yang merupakan salah satu senior dan guru bagi kader-kader PMII Kota Salatiga. Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam ulama-ulama yang ada di Salatiga. Kegiatan tersebut diikuti pengurus rayon, komisariat, dan cabang yang berjumlah sekitar 60 orang.

“Kader-kader PMII Salatiga harus membudayakan berziarah ke makam-makam para ulama, karena ini budaya kita. Kalau bukan kita siapa yang akan melakukanya," tegas M Farid Kurniawan, Ketua Cabang PMII Kota Salatiga.

Sementara Ahmad Wasi’ Uzzulfa, sekretaris PC PMII Kota Salatiga menambahkan kegiatan tersebut bertujuan agar budaya ziarah tidak luntur. Selain itu, sebelum pembacaan dzikir dan tahlil, mereka menyempatkan berdialog membicarakan seperti apa perjuangan tokoh yang diziarahi.

"Selain agar kader mengetahui peran para ulama, hal tersebut juga untuk meningkatkan ghirah berorganisasi, dan ghirah berjuang di  PMII,” lanjutnya.

Ahmad Sudibyo, selaku ketua Bidang Agama PC PMII Kota Salatiga mengatakan harapannya agar ziarah dan budaya-budaya PMII yang lain, dapat dilakukan terorganisir oleh struktural. Hal itu mengingat anggota mereka jumahnya mencapau lebih dari seribu orang setiap kali rekrutmen. Akidah para anggota dapat tertanam kuat.

Setelah selesai melakuka ziarah pada pukul 18.00 WIB, dilanjutkan dengan mujahadah dan pembacaan Ijazah Hizib Bukhori yang dilaksanakan di Gedung PCNU Kota Salatiga. Ijazah Hizib Bukhori diperoleh PC PMII Kota Salatiga, hasil dari sowan meminta arahan kepada KH Sonwasi Ridwan, rais Syuriyah PCNU Kota Salatiga.

“Saya senang melihat sahabat-sahabat melakukan kegiatan seperti ini, karena memang sahabat PMII lah yang nantinya akan meneruskan perjuangan-perjuangan kami yang sudah tua ini. Jadi sahabat-sahabat juga harus membiasakan diri, karena yang dilakukan ini adalah ciri khas dari kita Nahdlatul Ulama,” ungkap Miftahuddin selaku Majelis Pembina Cabang PMII Kota Salatiga. (Ahwadwasi Uzzulfa/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG