IMG-LOGO
Daerah

Kiai Muda Jatim Tawarkan Mondok Gratis bagi Korban Gempa Lombok

Sabtu 15 September 2018 3:0 WIB
Bagikan:
Kiai Muda Jatim Tawarkan Mondok Gratis  bagi  Korban Gempa Lombok
Lombok, NU Online

Rombongan kiai muda Jawa Timur (Jatim) mengunjungi korban gempa di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),Jumat (21/9). Kiai-kiai tersebut berasal dari Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Darul Ulum Rejoso Jombang, An-Nur Malang, Darunnajah Malang, Al Fitrah Surabaya dan beberapa pesantren di Jawa Timur.

Kunjungan para kiai ini difokuskan pada pesantren yang mengalami bencana gempa. Mereka membagikan bantuan uang tunai, terpal dan sembako. Selain itu, rombongan ini juga menghibur para santri dengan game dan guyonan kocak ala santri.

"Kita berkunjung ke pesantren di wilayah Lombok utara dan Lombok timur. Total ada dana Rp. 50 juta dari iuran para kiai muda dan reka," jelas ketua rombongan dari Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Zahrul Azhar Asumta, Jumat (14/8).

Pria yang juga Wakil Ketua ISNU Jawa Timur tersebut  menambahkan pihaknya menawarkan beasiswa mondok gratis bagi  santri korban gempa di Pulau Jawa hingga pesantrennya dibangun kembali. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar para santri terus berjalan.

"Jika ada yang  berminat untuk mondok tanpa biaya, akan kami fasilitasi," ungkap Gus Hans, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hans dan rombongan juga sempat berdiskusi dengan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar terkait pembangunan daerahnya  pasca Gempa. Berbagai usulan dan tukar pemikiran disampaikan kiai-kiai muda Jawa Timur ini, dana mendapat respon yang cukup bagus.

Ia juga berjanji  akan datang kembali ke Lombok bila dibutuhkan dan keadaan korban gempa belum pulih. Dikatakannya, peduli terhadap sesama harus terus digalakkan sebagai bentuk tenggang  rasa. Tanpa sikap tenggang rasa dan persatuan, kemajuan hanya utopia.

"Kita melakukan diskusi dengan Bupati Lombok Utara tentang masa depan dan target pembangunan daerah pasca gempa,” pungkasnya.

Rombongan kiai muda tersebut diterima oleh H. Najmul Akhyar di garasi rumahnya  karena dia khawatir gempa  sewaktu-waktu datang  hingga merobohkan rumahnya (Syarif Abdurrahman/Aryudi AR).


Bagikan:
Sabtu 15 September 2018 23:30 WIB
Teater dan Akustik Semarakkan Gebyar Suro Jepang Pakis
Teater dan Akustik Semarakkan Gebyar Suro Jepang Pakis
Kudus, NU Online
Dalam rangka parade Gebyar Suro XVIII 1440 H, yang diadakan oleh Jamiyah Manaqib Jawahirul Ma'ani, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, panitia menghadirkan Teater dan Akustik IPNU-IPPNU Jepang untuk mengisi panggung pentas seni, Jumat (14/9) malam.

Kegiatan Gebyar Suro merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Jamiyah Manaqib Jawahirul Ma'ani Desa Jepang Pakis yang digagas oleh Almarhum KH Maslah, pimpinan Jamiyah manaqib tersendiri.

Muhammad Yarfa'Yarfa', demisioner IPNU Jepang Pakis mengatakan puncak acara adalah pengajian menyambut Tahun Baru Muharram, tetapi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Setelah pengajian di awal, baru ada stand bazzar dan panggung seni selama lima hari, berlangsung dari bakda asar hingga malam," jelasnya.

Menurut Yarfa, pementasan IPNU-IPPNU Jepang, baik teater maupun akustik menunjukkan mereka mampu berkarya dengan baik. Penampilan diawali oleh Mimpi Akustik yang terlebih dulu menunjukkan performnya dengan tiga buah lagu yang dibawakan dan mampu menarik perhatian para pengunjung. Tak ayal, ratusan orang memadati depan panggung untuk melihat penampilan mereka.




Tak sebatas menghibur dengan akustik islami, Teater Gapura Langit membius penonton dengan penampilan yang mereka suguhkan. Mengangkat teater Kkmedi yang meliputi 'hiruk pikuk dunia santri', pertunjukan itu menceritakan bagaimana santri menerapkan hasil dari menimba ilmu di pesantren.

Cerita juga menggambarkan walaupun tergolong dari kalangan santri yang biasa, namun, dengan takdhimnya pada kiai, santri tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

"Pertunjukan didesain dengan selingan komedi santri yang mengocak perut para penonton, memberikan hiburan yang menarik juga memberi pesan yang begitu baik kepada masyarakat," terang Lina, salah satu pengunjung. (Fakhrudin/Kendi Setiawan)

Sabtu 15 September 2018 23:0 WIB
IPNU Pringsewu Gandeng Ansor Perkuat Silaturahim
IPNU Pringsewu Gandeng Ansor Perkuat Silaturahim
Pringsewu, NU Online
Setyoko terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pringsewu, Lampung. Dan demi memperkuat silaturahim di internal badan otonom atau Banom NU, telah mengajak Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Setyoko saat menghadiri pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang diselenggarakan GP Ansor Kabupaten Pringsewu di Desa Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Jumat (14/9).

“IPNU siap bersinergi dengan Ansor dan Banser untuk menyukseskan kegiatan yang dilaksanakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu,” katanya.

M Yunus selaku Bendahara IPNU Pringsewu mengatakan bahwa perlunya untuk lebih intensif lagi dalam menjalin silaturahim dan komunikasi dengan Ansor. “Karena itu salah satu cara untuk bisa saling bersinergi,” ungkapnya. 

Secara khusus, IPNU ingin bersinergi dengan Ansor dan Banser dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan, baik oleh PC NU. “Kami juga ingin belajar banyak demi kemajuan NU karena sama-sama sebagai Banom NU," tegas M Yunus. 

Sementara itu, Henudin, yang mewakili Ansor juga menyatakan hal senada. "Ansor juga menyambut baik dan siap untuk bersinergi dengan IPNU,” katanya. 

Selain karena termasuk Banom NU, Ansor dan IPNU adalah generasi penerus yang harus ikut serta dalam rangka memajukan NU. “Termasuk menghidupkan amalan NU dan menyukseskan kegiatan yang dilaksanakan pengurus NU,” terangnya.

Agenda terdekat adalah menyukseskan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang dilaksanakan PCNU Pringsewu dengan sejumlah acara. Seperti olimpiade santri (olimpiade kitab, olahraga, seni dan pena), santri expo (seminar santripreneur, festival hadrah dan rebana), Pringsewu bershalawat, pembacaan shalawat nariyah, apel dan kirab santri sebagai puncak peringatan HSN.

Selain itu, Ansor juga akan mengadakan kirab satu negeri yang dalam jadwalnya berlangsung dari 3 hingga12/10 juga dengan aneka acara. Karenanya kegiatan tentu membutuhkan kerja sama dari IPNU. 

Disepakati juga bahwa GP Ansor dan IPNU akan duduk bersama dalam menentukan strategi kerja sama di bidang dakwah dan syiar. Khususnya dalam menghidupkan amalan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah di bumi Jejama Secancanan tersebut. (Henudin/Ibnu Nawawi
Sabtu 15 September 2018 22:45 WIB
Aksi MA Ma'arif NU Cilongok Sukseskan World Cleanup Day 2018
Aksi MA Ma'arif NU Cilongok Sukseskan World Cleanup Day 2018
Banyumas, NU Online
Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU 1 Cilongok Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar aksi World Cleanup Day 2018 di lingkungan Madarasah, Sabtu (15/9). 

Koordinator lapangan, Sholeh menyampaikan kegiatan World Cleanup Day 2018 ini diikuti oleh seluruh civitas akademik MA Ma’arif NU 1 Cilongok, baik dewan guru, karyawan dan ratusan siswa. Kegiatan diawali briefing dewan guru dan dilanjutkan apel bersama siswa-siswi guna menyampaikan tujuan kegiatan ini. 

“Guru, karyawan dan ratusan siswa-siswipun antusias mengikuti kegiatan ini," ujar Sholeh. 

M Asror Sa’bani, kepala Madrasah mengatakan World Cleanup Day 2018 juga dilakukan dengan kegiatan bersih-bersih serentak dalam satu waktu bersamaan di seluruh dunia. Aksi serentak dilaksanakan di 150 negara kurang lebih melibatkan sekitar 10 persen atau lebih dari 350 juta penduduk dunia. Karenanya World Cleanup Day menjadi aksi bersih-bersih pertama terbesar di dunia.

"Begitupun dengan Indonesia, kegiatan ini menjadi gotong royong terbesar untuk pertama kalinya yang melibatkan 13 juta penduduk," terang Asror.
  
Asror menambahakan, kegiatan World Cleanup Day 2018 ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang diteruskan Kemenag Kabupaten/Kota dan madarsah-madrasah yang ada di bawah naungannya.

"MA Ma’arif NU 1 Cilongok merupakan bagian dari Kemenag Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah maka sudah seyogianya kami pun turut serta suksesi kegiatan tersebut," katanya.

Asror berharap kegiatan bersih-bersih lingkungan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan World Cleanup Day 2018 pada hari ini. "Akan terus digalakan setiap waktunya guna menjaga kebersihan," ujar Asror. (Yanuar Reza Gufroni/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG