IMG-LOGO
Nasional

19 dan 20 September 2018, Saatnya Puasa Tasu'a dan Asyura

Selasa 18 September 2018 12:15 WIB
Bagikan:
19 dan 20 September 2018, Saatnya Puasa Tasu'a dan Asyura
Jakarta, NU Online
PBNU melalui Lembaga Falakiyah telah mengeluarkan ikhbar bahwa tanggal 1 Muharram 1440 Hijriah jatuh pada Selasa (11/9) lalu. Pengumuman ini berdasarkan hasil pengamatan tim rukyat dari berbagai daerah yang berhasil menyaksikan hilal pada Senin (10/9) petang.

Hasil observasi langit ini selaras dengan prediksi sebagaimana data hisab Lembaga Falakiyah PBNU. Dalam almanak resminya tahun 2018 tercatat bahwa tahun baru 1440 H dimulai Selasa Wage, 11 September 2018. Ijtima' atau konjungsi berlangsung pada Senin dengan tinggi hilal 8 derajat 46 menit 33 detik di atas ufuk dari markaz Jakarta. 

Dengan demikian, tanggal 9 dan 10 Muharram dalam hitungan kalender qamariyah kali ini jatuh pada 19 dan 20 September 2018. Dalam Islam, dua hari tersebut identik dengan momen peningkatan amal ibadah, terutama puasa sunnah.
Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin menjelaskan, hukum puasa 10 Muharram atau Asyura sunnah berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Di antara keutamaannya adalah dapat menutup dosa setahun yang telah lewat.

Begitu pula disunnahkan puasa 9 Muharram atau Tasu'a, yang juga mengacu pada riwayat Imam Muslim. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tasu‘a.’ Tetapi Rasulullah wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba.

KH Sholeh Darat dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah menyebut Muharram sebagai tahun baru sekaligus hari raya seluruh umat Islam. Berbeda dari hari raya lain, 10 Muharram diperingati bukan dengan shalat melainkan dengan memperbanyak sedekah kepada kaum fakir miskin. Sepuluh Muharram merupakan momen untuk bergembira dan mensyukuri nikmat. (Mahbib)

Bagikan:
Selasa 18 September 2018 21:30 WIB
PWNU Jawa Timur Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Akidah
PWNU Jawa Timur Prioritaskan  Pendidikan, Kesehatan dan Akidah
Pelantikan PWNU Jatim di Jombang

Jombang, NU Online
PWNU Jawa Timur akan memperkuat NU di bidang  pendidikan, kesehatan, dan akidah. Tiga hal tersebut menjadi prioritas garapan dalam lima tahun kedepan. Demikian disampaikan KH Marzuki Mustamar saat memberikan sambutan  usai dilantik sebagai Ketua PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Selasa (18/9).

Menurut Kiai Marzuki, selain program-program prioritas itu, pihaknya akan meneruskan beberapa program yang masih butuh penyempurnaan  di kepengurusan sebelumnya.

“Fokusnya ya pendidikan, kesehatan, dan akidah,” tukasnya.

Kiai asal Malang itu menguraikan, di bidang kesehatan, pihaknya    menargetkan dalam 5 tahun kedepan setiap PCNU memiliki rumah sakit. Sedangkan dalam bidang pendidikan, minimal satu sekolah unggulan dimiliki NU Cabang.

“Ini untuk mengantisipasi orang kaya baru yang ingin anaknya sekolah di level unggulan,” tuturnya.

Dikatakannya, sejumlah profesor di Jawa Timur siap mengawal pesantren untuk membangun sekolah unggulan, mulai dari penataan sistem dan tenaga pendidikan serta biaya akan dibuat khusus.

Sementara dari segi akidah, Kiai Marzuki menyatakan akan tetap memperkuat, bahkan meningkatkan  penetrasi faham Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan warga nahdliyin. Hal ini untuk mengantisipasi serangan dari kelompok tertentu yang tak pernah lelah memojokkan kaum nahdliyin.

"Dalam masalah akidah sudah jelas, program kita kedepan yaitu mencegah tumbuh kembangnya aliran sesat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rais PBNU,  KH Miftahul Ahyar berpesan agar pengurus PWNU JawaTimur dapat menjalankan tugas dengan baik dan ikhlas. Sebab,  tantangan kedepan jauh lebih berat dan kompleks, apalagi menjelang tahun politik.

"Tetap mempertahankan Pancasila, menegakkan Aswaja, dan patuh pada Angaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) NU. Dan mari menyumbangkan tenaga dan pikiran demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur," harapnya.

Pelantikan PWNU Jawa Timur itu dihadiri oleh Ketua PBNU, Prof KH Said Aqil Siraj, KH Yahya Cholil Tsaquf dan para ulama serta ribuan pengurus dan warga NU dari berbagai daerah. (Syarif Abdurrahman/Aryudi AR)




Selasa 18 September 2018 19:0 WIB
Negara Disebut Kurang Perhatian terhadap Naskah Kuno
Negara Disebut Kurang Perhatian terhadap Naskah Kuno
Manuskrip Hasan Maolani Lengkong (ist)
Jakarta, NU Online
Negara belum begitu menaruh perhatian pada naskah-naskah kuno. Hal ini terlihat dari banyaknya fisik naskah yang tidak terawat.

"Sayangnya, negara ini kurang paham soal nilai naskah kuno," kata Erwin Dian Rosyidi, kolektor naskah kuno, saat pameran naskah kuno pada Festival Naskah Nusantara IV di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Pendigitalan manuskrip menurutnya baik. Tetapi, hal tersebut harus diimbangi dengan perawatan naskah. "Cuma kalau digitalisasi ke masyarakat dan membiarkan fisik itu sendiri kurang sesuai," ujarnya.

Sebab, penyelamatan naskah kuno itu sudah menjadi kewajiban negara. "Fisiknya ini harus diamankan," tegas pria asal Surabaya itu.

Menurutnya, negara harus mengakuisisi naskah-naskah tersebut agar perawatannya terjaga. Hal ini, lanjutnya, juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Kearsipan.

"Pengelolaan arsip statis dilaksanakan untuk menjamin keselamatan arsip sebagai pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," tulis Pasal 59 ayat 1.

Sementara itu, pengelolaan yang dimaksud di atas dijelaskan dalam ayat 2, yakni melalui akuisisi arsip statis, pengolahan arsip statis, preservasi arsip statis, dan akses arsip statis.

Erwin mendorong agar pemerintah dapat mengakuisisi fisik naskah-naskah kuno, baik yang berada di dalam, maupun luar negeri. (Syakir NF/Fathoni)
Selasa 18 September 2018 18:22 WIB
Menpora Ajak Generasi Muda BKPRMI Optimis Tatap Masa Depan
Menpora Ajak Generasi Muda BKPRMI Optimis Tatap Masa Depan
Menpora Imam Nahrawi
Sukabumi, NU Online
Menpora Imam Nahrawi menghadiri Camp Religi ke-5 dan Apel Akbar Brigade Masjid se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Komplek Pusbangdai Cikembang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (18/9).

Menpora merasa bangga dan kagum dengan BKPRMI. "Saya dulu salah satu aktivis BKPRMI di Jawa Timur. Saya juga dulu guru ngaji di salah satu masjid di Surabaya. Pesan saya ke remas, kita harus menjadi pelopor, inspirator, ketika diberi amanah di depan kita harus menjadi contoh yang baik," kata Menpora.

"Ketika umat menunjuk di tengah kita tidak boleh lari, kita harus menjadi motivator yang baik. Dan kalaupun kita ditunjuk umat ada di belakang, kita tidak boleh mundur. Tantangan ke depan, perkembangan teknologi sangat mudah diakses oleh siapapun. Semuanya bisa dilakukan dengan mudah, tapi kita harus hati-hati dengan berita hoax dan fitnah yang bisa memecah persatuan dan kesatuan umat," tambahnya.

"Saya juga ingin mengajak generasi BKPRMI untuk optimis menatap masa depan. Contohnya ketika Asian Games 2018 banyak yang meragukan, saya saat itu optimis bisa sukses. Kita ini bangsa besar, jangan pernah psimis dengan apa yang ada di Indonesia ini. Alhamdulilah dengan doa seluruh masyarakat Indonesia, ajang Asian Games berjalan dengan sukses. Berlomba-lombalah mencari kebaikan mencari ridho Allah," ujar Menpora.

Peserta Camp Religi yang ke-5 tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Acara dihadiri oleh jajaran Anggota dan Ketua Umum DPP BKPRMI, Pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Sukabumi, Pengurus serta Pelaksana kegiatan. Acara tersebut diisi dengan 16 item kegiatan yang sehari hari dilaksanakan Pemuda Masjid diantaranya pemulasaraan jenazah, Adzan, Tahfiz Qur'an. (Red-Zunus)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG