IMG-LOGO
Nasional

PMII Salurkan Sembako ke Lombok Tengah

Kamis 20 September 2018 8:0 WIB
Bagikan:
PMII Salurkan Sembako ke Lombok Tengah
Bantuan sembako dari PMII untuk warga Lombok
Mataram, NU Online
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) terus menyalurkan bantuan kepada korban gempa Lombok. Kali ini PB PMII mendatangi Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Di desa tersebut, PB PMII menyalurkan berbagai macam kebutuhan korban gempa.

Tagana PB PMII Akhmad Baihaki mengatakan bahwa di desa Pemepek sangat membutuhkan sembako. Karena itu, PB PMII mengirim berbagai macam sembako seperti beras, telor, mie instan, dan lain-lain.

"Hasil identifikasi di lokasi bencana, masyarakat membutuhkan kebutuhan bahan pokok makanan, kami langsung mengirim sembako," terangnya.

Dia berharap, sembako yang disalurkannya pada Rabu (19/9), bermanfaat bagi para terdampak korban gempa di desa setempat. "Tentu kami berharap apa yang kami salurkan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kami," harapnya.

Sementara itu, anggota Tagana PB PMII lainnya, Akhmad Muhajir, menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan bukan hanya sembako, namun pihaknya juga memberikan sayur mayur kepada para korban. Sayur mayur tersebut lanjutnya, dibelinya dari petani sayur yang ada di wilayah tersebut.

"Ketika kami tahu kebutuhan para korban, tim Tagana PMII langsung berangkat untuk membeli sembako. Sedangkan saya langsung membeli sayur di petani. Kebetulan ada petani yang tanam sayur sawi di lahan yang luasnya 1 hektar, semuanya saya beli," ungkapnya.

Menurut Muhajir, para korban gempa harus tetap mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, mereka tidak boleh sakit dan harus tetap kuat.

"Sayur sawi itu bagus untuk kesehatan, saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa ini harus tetap sehat dan makan makanan yang bergizi serta banyak vitamin," tutupnya. (Hadi/Muiz)
Bagikan:
Kamis 20 September 2018 23:55 WIB
Pentingnya Kolaborasi Berbagai Pihak untuk Pencapaian SDGs
Pentingnya Kolaborasi Berbagai Pihak untuk Pencapaian SDGs
Jakarta, NU Online 
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan OXFAM di Indonesia, didukung oleh Uni Eropa mengadakan Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tema “Konsolidasi Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan dan Pencapaian SDGs di Indonesia”. 

Sugeng Bahagijo, Direktur Eksekutif INFID dalam sambutannya mengatakan, SDGs genap berusia tiga tahun pada September 2018. Selama kurun waktu tersebut, sudah banyak yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat sipil. 

“SDGs ini beyond politics, siapa pun yang akan menjadi kepala pemerintahan Indonesia nantinya, SDGs tetaplah harus tercapai. Kita harus percaya dengan momentum SDGs ini akan memperkuat kualitas hidup manusia dan memperkuat hasil pembangunan yang kita cita-citakan,” kata Sugeng Bahagijo di Jakarta, Kamis (20/9) 

Vincent Guérend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dalam pidato pembukaan mengatakan, kemitraan yang dikembangkan Uni Eropa bersama Indonesia serta negara-negara lain untuk membawa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menjadi nyata.

 “Uni Eropa akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang transformatif dan universal yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan mencapai pembangunan berkelanjutan untuk semua. Saat ini, Uni Eropa tengah menjajaki skema keuangan terpadu (blended finance) dengan lembaga-lembaga keuangan Eropa untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Bambang P.S Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyampaikan pidato kunci dalam Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs mengatakan implementasi SDGs tidak pernah mudah. Meski demikian, berbagai indikator utama kesejahteraan masyarakat dan pemerataan menunjukkan perbaikan yang melegakan.

"Kita telah melakukan perbaikan yang bermakna dalam peningkatan kesejahteraan, misalnya penduduk yang berada di bawah kemiskinan ekstrem dan garis kemiskinan nasional telah turun satu digit," ujar Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya pencapaian tersebut tidak boleh membuat lengah, karena jumlah penduduk yang agak miskin (moderate poor) dan berada dalam posisi rentan masih cukup tinggi. Dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya, penduduk dalam kategori aman dan berada di kelompok kelas menengah juga masih terbatas.

"Inilah kunci membangun keadilan ekonomi, kesejahteraan bersama dan sekaligus menghindarkan diri dari middle income trap,” ujar Menteri Bambang.

Kerja bersama mencapai SDGs tercermin di dalam bekerjanya tim pelaksana SDGs, bersama-sama menyusun peta jalan pencapaian SDGs, tersedianya data terpilah beserta dukungan pembiayaan untuk pelaksanaan dan pencapaian SDGs, juga melibatkan seluruh kelompok kepentingan termasuk masyarakat yang terpinggirkan dan kelompok rentan.

Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs diadakan untuk menyediakan informasi perkembangan pelaksanaan SDGs di Indonesia; bertukar informasi tentang peluang dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia; dan memperkuat konsolidasi masyarakat sipil Indonesia terkait isu-isu kunci pelaksanaan dan pencapaian SDGs.

Isu-isu kunci yang menjadi didiskusikan dalam forum ini meliputi: (1) Arah dan Kebijakan Pelaksanaan SDGs di Indonesia; (2) Melokalkan SDGs: Merangkai Inspirasi Pelaksanaan SDG di Daerah; (3) Memikirkan Pendanaan dan Pembiayaan SDGs di Pusat dan Daerah; (4) Ketimpangan Sosial dan Gender; (5) Memajukan Kemitraan Multi-pihak dalam Pelaksanaan SDGs; dan (6) Memastikan Pelibatan Kelompok Rentan dan Tertinggal dalam Pelaksanaan SDGs.

Kegiatan ini diikuti tak kurang dari 200 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Mentawai, Kota Banda Aceh, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Kabupaten Dompu, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. (Ahmad Rozali)
Kamis 20 September 2018 23:50 WIB
Tersedia 241 Formasi CPNS Kemnaker 2018
Tersedia 241 Formasi CPNS Kemnaker 2018
Jakarta, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 untuk mengisi kebutuhan pegawai pada sejumlah jabatan. Berdasarkan pengumuman Sekretariat Jenderal Kemnaker dengan Nomor: Peng.2386/SJ/IX/2018, ada 241 formasi yang dialokasikan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) baru.

Pada CPNS tahun 2018 ini, Kemnaker mengalokasikan pegawai baru untuk mengisi kantor pusat Kemnaker maupun Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker. Formasi-formasi tersebut dibagi dalam 49 jenis jabatan.

Formasi tersebut juga terbagi dalam empat jenis formasi. Kategori cum laude mendapat alokasi 25 formasi, kategori disabilitas mendapat alokasi 5 formasi, kategori Putra-putri Papua dan Papua Barat mendapat alokasi 2 formasi. Sementara kategori umum mendapatkan alokasi 209 formasi.

Ada tiga tahapan yang harus dilewati pelamar CPNS Kemnaker tahun 2018 ini. Pertama, seleksi administrasi. Kedua, seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Ketiga, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang juga menggunakan sistem CAT.

Dalam pengumuman Sekretariat Jenderal Kemnaker ini juga dijelaskan, bahwa seleksi CPNS Kemnaker Tahun 2018 akan dilangsungkan di lima tempat., yaitu Jakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, dan Sorong.

Informasi selengkapnya, masyarakat dapat mengakses informasi CPNS Kemnaker Tahun 2018 melalui laman https://sscn.bkn go.id dan https://kemnaker.go.id/cpns mulai tanggal 19 September sampai dengan 16 Oktober 2018.

Pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan pelamar CPNS Kemnaker Tahun 2018 dimulai tanggal 26 September sampai 16 Oktober 2018 di laman https://sscn.bkn go.id. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat mencetak kartu peserta ujian secara online melalui laman https://sscn.bkn go.id pada tanggal 19 Oktober hingga 23 Oktober 2018.

Masyarakat juga dapat mengakses informasi CPNS Kemnaker melalui helpdesk yang tersedia pada hari kerja (Senin-jumat) pada pukul 08:30 WIB-16:00 WIB di nomor telepon 082167007682 atau Whatsapp 081411007382. Seluruh tahapan Seleksi CPNS Kemnaker Tahun 2018 tidak dipungut biaya atau gratis. (Red: Kendi Setiawan)
Kamis 20 September 2018 23:45 WIB
Ketum PBNU Ceramah di Haul Akbar Sunan Kalijaga
Ketum PBNU Ceramah di Haul Akbar Sunan Kalijaga
Demak, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj berceramah pada dalam rangka Haul Akbar Kanjeng Sunan Kalijaga ke-433 yang berlangsung di Gedung Pangeran Wijil V, Kadilangu Demak, Rabu (19/2). Pada kesmpatan itu, ia mengajak masyarakat yang hadir untuk meneladani Sunan Kalijaga.

Salah cara meneladaninya adalah dengan memperkuat keilmuan. Dengan semcam itu, radikalisme tidak akan berkembang karena tertolak dengan sendirinya.

Berkait dengan NU sebutnya organisasi sosial keagamaan ini adalah pewaris kebenaran. Sehingga dirinya menandaskan NU tidak ekstrem kanan dan kiri tetapi berada di tengah-tengah, umatan wasathan.

Sehingga dalam belajar ilmu harus kepada ahlinya yakni kepada kiai dan ulama. Di samping itu Kiai Said juga memaparkan tentang Islam Nusantara. Dalam pandangannya Islam Nusantara bukanlah agama baru.

“Islam Nusantara adalah solusi untuk dan selaras dengan ajaran Islam yang ramah bagi semesta alam,” paparnya.

Hal serupa disampaikan H. Fatchan Subhi. Di sela-sela kegiatan bertajuk Melestarikan Tradisi Para Wali untuk Menjaga Keutuhan NKRI ini anggota DPR RI dari FPKB ini menjelaskan momen ini penting untuk menapaktilasi dakwah Kanjeng Sunan yang sejuk dan selaras dengan tradisi dan budaya masyarakat.

Hadir dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah di antaranya KH Musaddad Syarif, tokoh masyarakat Demak yang juga mantan Ketua PCNU Demak. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG