IMG-LOGO
Daerah

Peringati Asyura, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Santuni Anak Yatim

Kamis 20 September 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Peringati Asyura, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Santuni Anak Yatim
MA Futuhiyyah 2, Mranggen, Demak gelar santunan anak yatim
Demak, NU Online
Dalam rangka memperingati Hari Asyura (10 Muharam), MA Futuhiyyah 2 Mranggen Demak Jawa Tengah memberikan santunan pada sejumlah anak yatim di lingkungan lembaga Futuhiyyah. 

Santunan diberikan di kampus setempat pada Kamis (20/9) siang dan diberikan langsung oleh Kepala MA Futuhiyyah 2, Ahmad Faizurrahman Hanif.

Dalam kesempatan itu Faizurrahman mengatakan bahwa banyak amalan yang dianjurkan di tanggal 10 Muharam, di antaranya puasa. Namun, kalau kita tidak melakukan puasa, kita bisa melakukan amal lain, yaitu berbagi, khususnya pada anak yatim.

"Sebab ada kaidah ushul fikih yang mengatakan kalau kita tidak bisa mengambil semuanya, jangan meninggalkan semuanya. Ma la yudraku kulluh, la yutraku kulluh," ucapnya.

Putra Kiai Hanif Muslih itu menekankan pentingnya berbagi pada anak yatim karena Nabi Muhammad mengibaratkan kedekatannya dengan anak yatim seperti jari telunjuk dengan jari tengah. "Dengan menyantuni anak yatim kita berharap bisa berkumpul dengan Kanjeng Nabi di surga," lanjutnya diamini hadirin.

Wakil Kepala Kesiswaan Lukman Hakim, mengatakan bahwa sumber dana santunan tersebut sebagian besar dari para siswa. 

"Tiga hari menjelang Asyura kami mengimbau para siswa untuk menyisihkan sebagian uang sakunya dengan cara menggilir kotak amal ke kelas-kelas," ucapnya.

Pemberian santunan pada anak yatim tiap Asyura, lanjut Lukman, adalah tradisi yang sudah lama dijalankan di MA Futuhiyyah 2. Selain para siswa, segenap dewan guru dan staf karyawan juga turut memberikan sumbangan. 

"Ini juga bagian dari upaya kami untuk mendidik siswa-siswi kami agar mereka menjadi orang yang memiliki kepedulian sosial," ujar Lukman.

Niyatus Saadah (13) siswa kelas VIII MTs Futuhiyyah 2 Mranggen yang juga menjadi salah satu penerima santunan merasa sangat senang. "Saya mengucapkan terima kasih kepada MA Futuhiyyah 2. Kami sangat senang," ujarnya.

Sebelum santunan dibacakan tahlil yang dipimpin oleh Muhammad Choeron, guru MA Futuhiyyah 2. Acara kemudian diakhiri dengan menikmati hidangan bersama-sama dengan anak yatim. (Salafudin/Muiz)

Bagikan:
Kamis 20 September 2018 23:30 WIB
Peringati Asyuro, Mahasiswa FDK UIN Wali Songo Gelar Istighotsah
Peringati  Asyuro, Mahasiswa FDK UIN Wali Songo Gelar Istighotsah
Kegiatan peringatan hari asyuro oleh FDK UIN Walisongo Semarang
Semarang, NU Online
Beragam cara dilakukan oleh umat Islam dalam rangka memperingati hari Asyuro yang jatuh setiap 10 Muharram. Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Wali Songo, Semarang. 

Mereka menggelar acara Istighotsah & Suronan dengan tema Merajut Mimpi, Meraih Asa, menuju FDK Jaya pada Rabu (19/9).

Ketua panitia Zulvi Ariva mengaakan,acara yang digeber di Aula Laboratorium FDK UIN Walisongo dan diikuti oleh sekitar 200an tamu undangan yang terdiri dari jajaran ketua organisasi mahasiswa FDK dan mahasiswa FDK ini bertujuan agar para mahasiswa bisa mengambil manfaat dan meneladani keutamaan yang ada di hari Asyuro. 

“Bertepatan pada hari Asyuro ini, mahasiswa dapat mengambil manfaat dan keutamaan-keutamaan dari hari Asyuro melalui kegiatan istighotsah dan taushiyah yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin Farid Almuthohar,” jelas mahasiswi jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2016 ini.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FDK UIN Wali Songo M Qori Setiawan mengatakan, tujuan lain diadakannya kegiatan ini adalah agar mahasiswa FDK dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

“Harmonisasi mahasiswa FDK agar ke depannya menjadi lebih baik,” tegas mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam angkatan 2015 ini.

Selain itu, acara ini juga dalam rangka doa Bersama jelang diadakannya Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) yang merupakan agenda tahunan dari Dema UIN Wali Songo.“Dan atlet-atlet yang akan bertanding di Orsenik bias diberikan kemudahan oleh Allah untuk meraih kemenangan,”  imbuhnya.

Dalam taushiyah yang disampaikan oleh Habib Muhammad bin Farid Almuhtohar, di antara hal penting di hari Asyuro, bagaimana bersikap dermawan, dan persahabatan antar sesama. "Hari Asyuro itu hari kasih sayangnya orang Islam," ucapnya.

Di akhir, Qori berharap dengan diadakannya acara ini, mampu meningkatkan kemampuan spiritual mahasiswa, baik secara teori maupun dalam pengimplementasiannya. 

“FDK menjadi lebih baik, spiritualitas mahasiswa tidak sebatas teori tapi juga dalam implementasi serta mahasiswa bisa mengamalkan keutamaan hari Asyuro, tentunya FDK juara umum Orsenik,”  pungkasnya. (Hanan/Muiz)
Kamis 20 September 2018 23:0 WIB
Aktivis NU Harus Junjung Tinggi Moralitas
Aktivis NU Harus Junjung Tinggi Moralitas
Malang, NU Online
Pengurus Anak Cabang GP Ansor Blimbing Kota Malang menggelar acara semiformal bertajuk Ngopi bareng Wong NU Blimbing, di Aula Utama MWCNU Blimbing, Rabu (19/9). Acara bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam) MWCNU Blimbing. 

Dalam putaran pertama ini, forum Ngopi Bareng Wong NU Blimbing mengambil tema besar Menciptakan Generasi Muda NU menjadi Negarawan  Aswaja dan Agamawan NKRI. Acara dibuka KH Nurul Murtadlo selaku wakil Mustasyar MWCNU Blimbing. Ia menyampaikan agar semua kader NU selalu berpegang pada tiga prinsip utama Islam dalam setiap langkah, yakni akidah (keimanan), syariah (rukun Islam) dan akhlak (moralitas).

A'la Jazuli selaku Sekretaris MWCNU Blimbing menyoroti turunnya militansi generasi muda NU di zaman sekarang dibandingkan masa beliau muda dahulu. Bahkan terkadang ada aktivis muda NU yang terkesan menabrak moralitas di lingkungan NU yang selama ini dijunjung tinggi.

"Seperti meremehkan shalat hanya karena sedang ada kegiatan organisasi," katanya.

Ia berharap agar para pemuda NU khususnya Ansor mulai menata lagi program yang sesuai dengan zaman, agar Ansor sebagai salah satu ujung tombak pengkaderan di lingkungan NU kembali berjaya dan menjadi organisasi pilihan pemuda NU.

Sebagai penutup, KH Saifuddin Zuhri selaku Rais Syuriyah MWCNU Blimbing menyampaikan perlunya kader-kader NU mendekat ke masyarakat. Selain iu setiap kader hendaknya memiliki tiga kompetensi dasar agar NU tetep berjalan.

"Ketiganya adalah kompetensi personal, kompetensi professional dan kompetensi sosial," papar Kiai Zuhri.

Acara yang dihadiri kurang lebih 50 orang, baik dari pengurus maupun masyarakat di Blimbing ini dilanjutkan dengan diskusi dan obrolan diselingi dengan joke-joke khas NU ditemani hangatnya kopi dan polo pendem, hidangan khas di lingkungan NU Blimbing. Diharapkan acara ini akan menjadi rutinan tiap bulan di lingkungan NU Blimbing untuk menyerap aspirasi umat dan mengelaborasi potensi anggota NU yang banyak  tersebar namun belum terakomodir.

Direncanakan acara serupa digelar bulan depan di Padepokan Arif, ketua Lembaga Bantuan Hukum NU di wilayah Asrikaton, Pakis Kabupaten Malang. (Zakki/Kendi Setiawan)
Kamis 20 September 2018 22:30 WIB
IPNU Sumenep: Makesta Membangun Mental dan Spiritual Pelajar
IPNU Sumenep: Makesta Membangun Mental dan Spiritual Pelajar
Sumenep, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur menyelenggarakan Makesta atau Masa Kesetiaan Anggota.

Kegiatan ini mengambil tema Membangun Pelajar Cerdas, Militan, dan Berkakter Aswaja, Kamis hingga Jumat (20-21/9).

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumenep, Musyfikurrahman mengemukakan bahwa kegiatan sebagai upaya melahirkan kader di masa mendatang. "Makesta ini adalah bentuk pembangun bagi pelajar, khususnya IPNU dan IPPNU  Sumenep,"  katanya. 

Dalam pandangannya, perjuangan bukan berarti selalu melawan musuh, bukan hanya membangun ketika sudah jatuh. “Membangun intelektual dan spiritual merupakan bagian perjuangan untuk menjadikan pembangunan di Nusantara menjadi kokoh. Sebab itulah ciri khas para pendiri negeri ini,” urainya. 

Ia juga merasa bangga lantaran di antara badan otonom di NU, IPNU serta IPPNU termasuk yang konsisten menyelenggarakan pengkaderan. “Hingga kini IPNU serta IPPNU Sumenep tetap konsisten dalam mengembangkan keilmuan pelajar baik eksakta maupun spiritual dengan berbagai kegiatan,” ungkapnya. 

Musyfikurrahman mengemukakan tema Makesta yang diusung sangat tepat untuk mengingatkan kembali pada esensi perjuangan. “Membangun mental pelajar cerdas dengan spiritual sudah bagian terpenting bagi pengurus IPNU-IPPNU di seluruh daerah khususnya di Sumenep,” katanya. 

Narasumber pada kegiatan ini, M Muhri turut salut atas berbagai upaya yang dilakukan IPNU maupun IPPNU di Sumenep. "Dalam pandangan saya, IPNU dan IPPNU adalah organisasi pelajar yang paling aktif dibandingkan organisasi kepelajaran lain yang ada di Sumenep bahkan di seluruh Indonesia,” ungkap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep ini. Hal tersebut juga menjadi pertanda keberadaan Banom di NU ini sangat teguh dalam memegang komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dengan mengacu pada para pendiri NU, yakni para kiai, lanjutnya.

Menurut Muhri, dengan kaderisasi juga dapat menjadi harapan bagi lahirnya kader yang dapat melanjutkan estafet perjuangan. “Khususnya bagi keberlangsungan NU sebagai Ormas terbesar di Indonesia,” tandasnya.

Tampak hadir pada pembukaan Makesta beberapa Banom salah satunya Fatayat NU Kecamatan Guluk-guluk. (Bahri/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG