IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Yaumul 'Asyuro, LAZISNU dan Ansor Tuban Santuni Yatim Piatu

Jumat 21 September 2018 0:30 WIB
Bagikan:
Yaumul 'Asyuro, LAZISNU dan Ansor Tuban Santuni Yatim Piatu
Tuban, NU Online
Hari Kamis (20/9) bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1440 Hijriyah oleh umat Islam bisa disebut dengan Yaumul 'Asyuro. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban melalui lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (LAZISNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Tuban menggelar kegiatan 'Sedekah Muharram' di halaman kantor PCNU Tuban.

Pantauan NU Online di lapangan, ratusan anak yatim berkumpul bersama di halaman PCNU Tuban. Mereka membaca Al-Qur'an dan mendapatkan motivasi untuk menjadi anak yang shaleh.

"Dalam kegiatan yang terlaksana pada hari ini, anak yatim piatu yang hadir mendapatkan bingkisan sembako dan uang tunai," terang Sekretaris LAZISNU Tuban, Imam Sutondo.

Semangat bersedekah terus digelorakan oleh LAZISNU Tuban. Diharapkan, dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas sedekah di Bumi Wali, akan menjadi salah satu pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban.

"Nahdlatul Ulama komitmen untuk senantiasa mengabdikan diri kepada masyarakat. Melalui GP. Ansor, para muda terus dimotivasi untuk tumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang bermanfaat," imbuh ketua GP Ansor Tuban, Syafiq Syauqi.

Kegiatan Sedekah Muharram yang dilaksanakan di Jl Diponegoro No 17, Kecamatan/Kabupaten Tuban tersebut berjalan dengan lancar. Para donatur tersenyum bahagia melihat kegembiraan anak yatim, dan berharap semuanya dapat dinilai dengan baik oleh Allah SWT. (Mochamad Nur Rofiq/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Jumat 21 September 2018 23:30 WIB
Pawai Ta'aruf Awali Rangkaian Harlah Pesantren Abhariyah Lombok Barat
Pawai Ta'aruf Awali Rangkaian Harlah Pesantren Abhariyah Lombok Barat
Pawai dalam rangka Harlah Pesantren di Lombok Barat, NTB
Lombok Barat, NU Online
Ribuan santri, alumni dan keluarga besar Pesantren Abhariyah yang ada di Dusun Jerneng Desa Terong Tawah ini mengikuti pawai Ta'aruf yang digelar Kamis (20/9) sore hari yang dimulai dari halam Pesantren Abhariyah kemudian berjalan keliling mulai dari Desa Bajur, Bundaran Lingkar dan Finish di lapangan Pesantren Abhariyah.

Pelaksanaan Pawai Ta'arruf dilaksanakan bertepatan dengan hari lahirnya Pesantren Abhariyah yang lahir pada tanggal 10 Muharam tahun 1908 Hijriyah atau bertepatan pada tahun 1986 Masehi (32) tahun lalu.

Ketua Panitia Imam Kafali menjelaskan, pelaksanaan Harlah Pesantren NU Abhriyah tahun ini memang sedikit berbeda dikemas jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Harlah tahun ini, kami ingin kemas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Hal yan berbeda yang dilakukan yakni dengan adanya pawai ta'aruf yang gelar, pawai ta'aruf mengambil rute yang cukup jauh kurang lebih sekitar 4 kilo memasuki wilayah kota Mataram. 

"Sebelumnya juga sudah dilaksanakan berbagai kegiatan berbagai macam perlombaan untuk para santri. Sekitar satu bulan perlombaan antar santri sudah dilakukan oleh para santri dan ustadz ustadzah yang ada di Abhariyah," ujarnya.

Selain Lomba, keluarga besar Abhariyah juga menggelar berbagai kegiatan amal untuk memberikan bantuan korban gempa yang ada di Lombok, seperti di Lombok Barat. Lombok Utara dan Lombok Timur.

Pimpinan Pesantren NU Abhariyah TGH Ulul Azmi yang juga Rais PCNU Lombok Barat mengatakan, momen pawat ta'aaruf ini menjadi momen untuk membangkitkan kembali semangat dakwah dan semangat ukhuwah islamiyah, di tengah musibah yang terjadi Lombok. "Mari bersama kita berhijrah dan bangkit dari keterpukan," ujarnya.

TGH Ulu mengajak semua masyarakat Lombok,terutama pada santri dan alumni untuk berhijrah dari keterpurukan karena musibah gempa, agar kita semua termasuk golongan orang yang beruntung. (Hadi/Muiz)
Jumat 21 September 2018 22:30 WIB
PMII Fisip Untan Diingatkan Pentingnya Kuasai Bahasa Asing
PMII Fisip Untan Diingatkan Pentingnya Kuasai Bahasa Asing
Pontianak, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) Rayon KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Fisip Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat menyelenggarakan les bahasa Inggris. Kegiatan tersebut dipusatkan di sekretariat Pengurus Komisariat PMII Untan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa di era milenial ini perkembangan zaman sudah maju dengan pesat,” kata Rian Rizaldi, Jumat (21/9). Jika tidak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi termasuk dalam penguasaan bahasa asing, akan merasakan kesulitan dalam menjalankan kehidupan sosial, lanjut tutor les bahasa Inggris tersebut. 

Dirinya mengapresiasi ikhtiar PMII Rayon Gus Dur di Fisip Untan yang berupaya meningkatkan daya saing intelektual khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris. “Sehingga dapat mencerdaskan warga PMII agar bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ungkapnya. 

Dirinya juga setuju bahwa di era milenial harus memperbanyak agenda sosial yang berdampak positif serta hasilnya bermanfaat terhadap orang lain. "Seperti halnya pelaksanaan les bahasa Inggris ini,” tegasnya.

Dengan les bahasa asing diharapkan generasi muda bisa menjadi pihak pengontrol dan agen perubahan. “Karena generasi muda inilah yang harus selalu bergerak dalam bidang apapun khususnya menguasai bahasa asing,” ungkapnya.

Rian Rizaldi yakin, dengan menguasai banyak bahasa asing, maka kader PMII akan berkiprah lebih baik. “Kelak, kader PMII bisa menjadi generasi terbaik,” pungkasnya. (Rokib/Ibnu Nawawi)

Jumat 21 September 2018 21:0 WIB
Asrama Al-Ghozali Tambakberas Bekali Santrinya Amalan Aswaja
Asrama Al-Ghozali Tambakberas Bekali Santrinya Amalan Aswaja
Rutinan pembacaan ratibul hadad di asrama Al-Ghozali Tambakberas
Jombang, NU Online
Tak ingin para santrinya terpengaruh pada pemahaman dan ideologi yang dinilai membahayakan, Pesantren Bahrul Ulum Asrama Al-Ghozali Tambakberas, Jombang rutinkan gelar Ratib Al-Haddad setiap malam Jumat Pon, Kamis (20/9).

Kegiatan ini diikuti puluhan santri putera dan bertempat di pelataran asrama Al-Ghozali. Selain pembacaan Ratib Al-Haddad juga ada ceramah ringan untuk para santri.

"Alhamdulillah para santri masih sangat antusias dengan pembacaan Ratib Al-Haddad ini. Kegiatan ini dilakukan setiap lima minggu sekali yaitu Jumat Pon dalam hitungan kelender Jawa," kata Ketua Asrama Al-Ghozali, Muhammad Choirurojikin.

Pria yang akrab disapa Oji ini menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya asramanya dalam memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah. Hal ini sesuai dengan ideologi asramanya yang berwawasan luas, modern dan toleran.

"Setiap malam Jumat disini ada acara rutinan, seperti ziarah kubur, khitabah, khataman Al-Qur'an, yasinan dan tahlil serta beberapa kegiatan lainnya," jelas Oji.

Oji menjelaskan, amalan ala Aswaja ini diharapkan bisa melahirkan generasi muslim yang berilmu, bertaqwa, berakhlakul karimah dan paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. "Kalau di pesantren sudah dibiasakan dengan kegiatan amaliah Aswaja maka ketika pulang tidak bingung lagi saat disuruh mimpin," beber Oji.

Santri asal Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, asrama Al-Ghozali secara khusus punya program mencetak ulama yang faqihan wa sufian. Atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan seorang ulama yang ahli fikih dan tasawuf.

Dalam rangka menuju kesana, Al-Ghozali mengajarkan para santri dengan kitab kuning klasik. Seperti dalam ilmu fikih diajarkan Kitab Fathul Qorib dan Fathul Wahab. Dalam ilmu tasawuf memakai Kitab Kifayatul Adzkiya' dan Al-Hikam. Sedangkan untuk ilmu nahwu memakai Kitab Al-Fiyah Ibnu Malik dan Al-Imriti. Serta Kitab Ghoyatul Ushul untuk materi Ushul Fikih dan Fathul Majid untuk ilmu tauhid.

"Semua materi yang kita ajarkan bersumber dari para ulama Aswaja dan diajarkan oleh guru yang punya sanad sampai ke Rasullah SAW. Jadi wali santri tak perlu khawatir anaknya tersesat di sini," tandas Oji. (Syarif Abdurrahman/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG