IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

NKRI Dikafirkan, Kiai NU serta Habaib Pasti Melawan

Senin 24 September 2018 10:0 WIB
Bagikan:
NKRI Dikafirkan, Kiai NU serta Habaib Pasti Melawan
Kota Banjar, NU Online
Kebersamaan para kiai di Nahdlatul Ulama (NU) dan juga kalangan habaib dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI terus menguat. Hal tersebut dibuktikan dalam sejarah, dan akan terus terjaga kendati menghadapi sejumlah tantangan. Bahkan upaya sejumlah kalangan yang mengafirkan negeri ini akan terus ditentang.

"Kalau ada yang mengafir-ngafirkan NKRI, maka ulama di NU dan habaib yang pertama kali tidak terima dan akan melawan," kata Ustadz Ahmad Muntaha AM,  Ahad (23/9). 

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Tim Bahtsul Masail Himasal (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) ini pada bedah buku Fikih Kebangsaan. Kegiatan juga dalam rangkaian acara haul pendiri Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat.

Menurutnya, hal itu dikarenakan sejak dulu kiai NU dan kalangan habaib kompak tidak hanya dalam dakwah, juga membangun pondasi kebangsaan.  "Yang menjadi rujukan kiai NU untuk menentukan Indonesia sebagai negeri Islam sesuai keputusan Muktamar ke-11 NU di Banjarmasin tahun 1936,” kata alumnus Pesantren Lirboyo Kediri ini.

Pada kesempatan tersebut adalah fatwa habib asal Hadramaut yang juga lama melakukan lawatan dakwah ke Nusantara. “Beliaulah Habib berinisial huruf ya', yaitu As-Sayyid Al-Habib Al-‘Alim Abdullah bin Umar bin Abi Bakr bin Yahya, penulis kitab Safinatus Shalah yang juga jadi pelajaran utama di pesantren Nusantara," urai Ustadz Muntaha.

Lebih tegas, alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan betapa besar sumbangsih para kiai dan habaib dalam beragama dan berbangsa. "Berarti jelas, kita bisa shalat itu karena kiai NU dan habaib. Kita berbangsa dan bernegara juga karena mereka. Bila demikian, masihkah kita tertipu dengan berbagai propaganda anti NKRI?" katanya.
 
Selain Ustadz Muntaha, hadir pula pada acara ini sebagai pembanding, H Marsudi Syuhud yang juga Ketua PBNU. Juga KH Munawir Abdurrahim selaku sesepuh Pesantren Citangkolo beserta segenap kiai lain, serta ratusan santri yang serius mengikuti bedah buku ini. (Red: Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 24 September 2018 23:30 WIB
Isi Muharaman, Pelajar NU Blubuk Gelar Istighotsah dan Santuni Yatim
Isi Muharaman, Pelajar NU Blubuk Gelar Istighotsah dan Santuni Yatim
Kegiatan santunan anak yatim di Tegal
Tegal, NU Online
Mengisi tahun baru Islam 1440 Hijriyah, Pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam IPNU IPPNU Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menggelar istighotsah dan santunan anak yatim di Mushola Nurul Hidayah Blubuk, Sabtu (22/9) malam.

Ketua Pimpinan Ranting IPPNU Blubuk Mutiya Farasdika kepada NU Online, Senin (24/9) mengatakan, santunan diberikan kepada 75 anak yatim sebagai wujud kepedulian kepada sesama terutama mereka yang membutuhkan. 

"Selain memberikan santunan kepada anak yatim, panitia juga menggelar istighotsah dan doa bersama yatim dan masyarakat setempat," ujar Mutiya.

Menurutnya, peringatan tahun baru Islam 1440 H atau biasa dikenal dengan Muharaman di desanya lebih mengutamakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Salah satunya adalah dengan memberikan santunan kepada anak yatim di wilayah setempat. "Acara ini diharapkan menjadi sebuah momentum untuk menjaga kebersamaan dan meningkatkan semangat untuk berbagi dengan mereka (anak yatim) yang membutuhkan," paparnya.

Pengurus Nahdlatul Ulama Desa Blubuk Ustadz Abdul Qodim mengemukakan, seseorang yang menghidupi serta menyayangi anak-anak yatim, maka nantinya di Yaumil akhir akan berkumpul dengan Rasulullah SAW.

"Maka cintailah dan sayangilah anak yatim, Insyaalloh besok kita akan dikumpulkan dengan Rasulullah SAW," urainya. (Nurkhasan/Muiz)


Senin 24 September 2018 23:15 WIB
Ansor Mangunjaya Perkuat Ukhuwah Wathaniyah
Ansor Mangunjaya Perkuat Ukhuwah Wathaniyah
Pangandaran, NU Online
Ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan, merupakan semangat NKRI yang harus selalu dipupuk dan dijaga. Ketenteraman akan tercipta jika satu sama lain saling menjaga persaudaraan.

Hal itu disampaikan oleh Rohmat Nurhidayat, ketua PAC Ansor Mangunjaya, seusai kegiatan Festival Sholawat Nusantara tingkat kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Ahad (23/8).

Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan banyak pihak harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjalin silaturahim. Perkembangan zaman yang sangat dinamis, jika tidak diimbangi dengan kegiatan yang positif bisa mengikis nilai-nilai persatuan.

"Tema kegiatannya adalah Cinta Sang Nabi. Semoga dengan shalawat kita bisa makin merekat," imbuhnya.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Kiai Salimin, ketua MWCNU Mangunjaya saat membuka kegiatan tersebut. "Kegiatan ini adalah kesempatan yang baik untuk menjalin silaturahmi masyarakat di wilayah Kecamatan Mangunjaya, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniah dan ukhuwah wathaniyah," terangnya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Shalawat Nusantara Piala Presiden 2018 yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional. Pada kesempatan ini, kegiatan diikuti oleh sembilan peserta dari lima desa yang ada di kecamatan Mangunjaya. Kelompok yang berhak atas juara pertama adalah grup hadrah El Hadits dari Desa Sukamaju.

"Nantinya juara pertama akan mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten Pangandaran," terang Ade, ketua panitia kegiatan.(Seto Wahyu W/Kendi Setiawan)
Senin 24 September 2018 23:0 WIB
Meriahkan Tahun Baru Islam, IPNU Jombang Gelar Festival antar TPQ
Meriahkan Tahun Baru Islam, IPNU Jombang Gelar Festival antar TPQ
Kegiatan festival antar TPQ
Jombang, NU Online
Tak sedikit cara dari elemen masyarakat Kabupaten Jombang, Jawa Timur peringati Tahun Baru 1440 Hijriyah. Tak terkecuali Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) juga turut meriahkan.

Seperti yang dilakukan IPNU-IPPNU Ranting Jombatan, Kecamatan Kesamben. Mereka meriahkan dengan lomba antar TPQ se ranting Jombatan, Ahad (23/9) di Masjid Sabilul Muttaqin Desa Jombatan Kecamatan Kesamben, Jombang.

Ketua Pimpinan Ranting IPNU Jombatan Mohamad Mu'is Juddin mengatakan, acara tersebut merupakan agenda tahunan yang mereka namai dengan Festival Pekan Muharam (FPM) jilid 2.

Dipaparkan, ada tiga jenis lomba pada kegiatan tersebut, yakni Pildacil, Shalawat Diba’, dan Tartil Al-Qur'an. "Adanya peringatan ini bertujuan untuk melatih kreatifitas, mental santriwan dan santriwati yang bernuansa keislamian," ujarnya.

Selain itu, imbuh dia, acara dengan tema Mewujudkan Generasi Robbani dengan Kreatifitas dan Amal Islami itu juga sebagai media yang efektif untuk menyalurkan bakat yang telah dimiliki oleh santriwan dan santriwati.

"Di samping itu pula, untuk mengajarkan atau memupuk amalan-amalan Ahlussunah wal Jama'ah an-Nahdliyah kepada mereka," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua NU Ranting Jombatan Khabiburrohman mengatakan, acara semacam ini perlu dipertahankan di tahun-tahun berikutnya sebagai wujud dari generasi NU yang militan dalam berorganisasi.

Acara dibuka oleh Rais NU Ranting Jombatan KH Musta'in Yasin, kegiatan ini bersinergi antara badan otonom (Banom) NU, pemerintah desa dan masyarakat setempat. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG