IMG-LOGO
Warta

Kasus Pembunuhan Bisa Solidkan NU-PKB


Jumat 5 Desember 2003 12:48 WIB
Bagikan:
Kasus Pembunuhan Bisa Solidkan NU-PKB

Jakarta, NU Online
Wakil Ketua DPP PKB Ali Maskur Musa mengatakan bahwa pembunuhan tokoh NU-PKB dapat diambil hikmahnya dengan membuat warga NU dan PKB lebih bersatu dan solid setelah selama ini terdapat beberapa perbedaan pandangan.

Pernyataan tersebut diungkapkan seusai menemui Raosi Syuriah KH Muchit Muzadi. "Ada dua implikasi politik. Pertama, NU dan PKB lebih solid, dan tidak menjadi ajang penetrasi politik kekuatan luar. Kedua, ini warning kepada publik bahwa kompetisi politik 2004 cenderung keras. Karena itu, cara ketentraman kedamaian harus jadi model perilaku politik," ungkapnya.

<>

Sebagai sebuah kekuatan politik yang riil, NU-PKB dapat menjadi sasaran tembak kekuatan politik lainnya, sehingga massa perlu diselamatkan agar tidak terseret dalam permainan keras elit politik baik lokal maupun nasional, apalagi militer juga mensinyalir pemilu yang akan datang juga berjalan agak keras.

KH Muchit Muzadi juga sependapat bahwa peristiwa tersebut mungkin membawa hikmah warga NU dan PKB menjadi lebih rukun. Hal ini dikarenakan ada unsur dari luar yang harus dihadapi bersama.

Sementara itu, keadaan Hj. Mutmaidah, istri KH Asmuni Isqak sudah mulai membaik dan infus yang melekat di badannya sudah dilepas yang menunjukkan bahwa ia sudah melewati masa kritis. Direktur RSUD dr Oemi djauhari MM mengatakan bahwa saat ini ia sudah makan nasi dan tinggal minum obat antibiotik untuk menyembuhkan sakitnya.

Namun demikian, bukan berarti persoalan sudah selesai, keluarganya saat ini sedang dipusingkan untuk mencari biaya buat menyembuhkan Hj Mutmaidah dan visum KH Asmuni Isqak. "Kami hampir habis uang Rp 20 juta, Mas. Entah mau mencari dari mana lagi," kata Abdul Manan, adik Mutmaidah. Untuk itu ia berharap agar pengurus DPP maupun DPW PKB membantu keluarganya yang telah berjuang untuk PKB.(mkf)


 

Bagikan:
IMG
IMG