IMG-LOGO
Daerah

Sukses Kawal Pemilu, NU Dungkek Sumenep Terima Motor

Jumat 28 September 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Sukses Kawal Pemilu, NU Dungkek Sumenep Terima Motor
Sumenep, NU Online
Kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur mendapatkan satu unit motor. Kendaraan tersebut diberikan karena sukses mengawal terlaksananya pemilihan umum dengan damai.  

Penyerahan satu unit motor kepada MWCNU Dungkek disampaikan Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK, Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kegiatan dikemas dalam acara silaturahim dengan sejumlah tokoh sekaligus bimbingan teknis dan evaluasi Pemilu 2019 di kantor Kecamatan Dungkek,  Jumat  (28/9).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Waris yang hadir mengatakan bahwa Indonesia tidak akan merdeka tanpa perjuangan para ulama. "NU adalah saham negara," tegasnya. Dirinya juga berharap bantuan kecil ini mampu memberikan manfaat.

Rais MWCNU Dungkek juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah kalangan khususnya PPK,PPS dan KPPS. “Semoga bermanfaat dan sukses dalam penyelenggaraan Pemilu yang lebih damai,” kata KH Roji Fawaid Baidhawi. (Mahrus/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Jumat 28 September 2018 23:45 WIB
Pesantren Al-Ghozali Jombang Wajibkan Santrinya Hafal Nadzom Imrithi
Pesantren Al-Ghozali Jombang Wajibkan Santrinya Hafal Nadzom Imrithi
Santri Al-Ghozali Jombang hafalan nadzom imrithi
Jombang, NU Online
Pesantren Asrama Al-Ghozali Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mewajibkan para santrinya untuk setoran hafalan nadzom Kitab Imrithi setiap hari Jumat.

Kegiatan setoran ini rutin dimulai setelah usai shalat Jum'at berjamaah di Masjid Bahrul Ulum. Seluruh santri jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) secara bergantian menyetorkan hafalannya kepada pengurus pondok.

Ketua Asrama Al-Ghozali Muhammad Choirurrojikin mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Dan terus dilestarikan oleh para santri hingga saat ini. Para santri yang akan setoran hafalan nadzom Imrithi dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempermudah.

"Tujuan kegiatan ini agar para santri paham dan hafal materi gramatika bahasa Arab yang ada di Kitab Imrithi. Dengan begitu para santri lebih mudah menjelaskan dan mempraktikkan saat baca kitab kuning," jelasnya, Jumat (28/9).

Kitab Imrithi merupakan salah satu kitab yang membahas gramatika atau qowaid bahasa arab. Imrithi biasa diajarkan di pesantren salaf yang ada di Nusantara. Imrithi masuk dalam kategori pelajaran nahwu atau ilmu alat. Umumnya dalam pengajaran ilmu alat di pesantren salaf bagi pemula memakai kitab Jurumiyah, lalu lanjut ke Imrithi dan disempurnakan dengan Al-Fiyah Ibnu Malik.

"Khusus yang melewati pendidikan di Madrasah Muallimin Muallimat Tambakberas, maka setorannya nadzom Al-Fiyah minimal 250 bait, ini jadi syarat ikut ujian kenaikan kelas," bebernya.

Pemuda yang biasa disapa Oji ini menambahkan, belajar kitab kuning tanpa terlebih dahulu mendalami ilmu nahwu maka bisa dikatakan gagal. Padahal ilmu yang memuat ajaran syariat Islam seperti fikih, tauhid, tasawuf, akhlak, hadits dan ulumul qur'an banyak termuat di kitab kuning.

Namun mendalami ilmu nahwu saja tentu tak cukup. Karena harus diimbangi dengan ilmu shorof dan balaghah. Hal ini guna memperkuat pemahaman tentang gramatika bahasa arab. Sehingga ilmu seorang santri itu sempurna, lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Selain belajar ilmu nahwu, santri di sini juga harus belajar shorof seperti tashrif. Untuk bidang ilmu ini kita pakai kitab Amtsilati Tashrifiyah karya ulama asal Jombang bernama Kiai Ma'shum," ungkap Oji.

Selain dihafalkan, nadzom Imrithi juga diperlombakan dan ditampilkan di Asrama Al-Ghozali. Hal itu biasa dilakukan saat ulang tahun Pesantren Bahrul Ulum, akhirussannah, widuda, maupun lomba antar kamar. Biasanya kegiatan tersebut bernama kreasi nadzom.

"Kreasi nadzom itu seperti bernyanyi tapi liriknya berisi bait-bait nadzom Imrithi. Untuk nadanya terserah setiap kelompok. Peserta terunik dan bisa menghibur penonton akan menjadi pemenang," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)

Jumat 28 September 2018 23:39 WIB
LTN PBNU Latih Media Digital kepada Santri Deli Serdang
LTN PBNU Latih Media Digital kepada Santri Deli Serdang
Santri putri Mawaridusalam, Deli Serdang
Deli Serdang, NU Online
Lembaga Ta’lif wan-Nasyr PBNU terus berupaya memperkuat kemampuan para santri agar terampilan unggul dalam bidang media digital. Sebab, kemamampuan tersebut merupakan keniscayaan pada saat ini. 

Untuk tujuan itu, LTN PBNU beberapa kali terjun ke pesantren-pesantren, memberikan workshop kepada para santri terkait bidang itu. Kegiatan yang terbaru, dilakukan di Pondok Pesantren Mawaridusalam, Deli Serdang, Sumatera Utara tanggal 27 September 2018.

Menurut Ketua LTN-NU Sumut Zulhamdani Napitupulu, kegiatan ini sangat berarti bagi santri santri  yang ada di pondok pesantren. 

“Semoga Kementrian Kemkominfo dapat melaksanakan acara ini seterusnya di wilayah Sumatera Utara. Pengurus LTN-NU Sumatera Utara mengucapkan banyak terima kasih kepada LTN PBNU yang mendukung kegiatan yang dilaksanakan hari ini di Pondok Pesantren Mawaridussalam ini,” katanya. 

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Wilayah NU Muhammad Hatta Siregar, Wakil Sekretatis PWNU Sumut Emir El Zuhdi Batubara, Sekretaris Wilayah Gaswa NU Sumut Faisal Ananda Batubara; Wakil Sekretaris LTN-NU Sumut Sarwedi Harahap, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ibu Septriana Tangkary, Direktorat Perekonomian 1 Eko Slamet Riyanto; Wakil Sekretaris PBNU Ulil Absar Hadrawi; Pengurus LTN PBNU Abdul Malik Mughni. Sementara pembicaranya adalah Praktisi Editor Metro TV Sobih Adnan, Rolip Sapta Maji Founder Polygrabs.

Menurut Abdul Malik, workshop ini bertujuan mengedukasi dan menginspirasi santriwan dan santriwati untuk berkontribusi dalam pembuatan konten kreatif di media digital sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. 

“Kemajuan teknologi informasi menuntut santriwan dan santriwati untuk lebih kreatif, untuk memanfaatkan dunia digital sebagai sarana syiar Islam,” katanya pada kegiatan bertajuk Workshop Media Digital dan Penguatan Potensi Ekonomi Pesantren ini.

Malik mengajak para santri agar menjadi garda terdepan menciptakan konten-konten positif. paling tidak, turut serta menyebarkannya. Jangan sampai menjadi bagian penyebar, apalagi konsumen berita hoaks. 

Pada workshop itu santriwan dan santriwati diberi simulasi dan praktik cara membuat konten kreatif. Juga cara menyajikannya sehingga bisa dikenal secara global. 

Sementara Sobih Adnan mengharapkan para santri menciptakan konten-konten kreatif khas pesantren yang mendunia.

Kegiatan yang merupakan kerja sama dengan Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim diikuti sebanyak 250 Peserta dari Pondok Pesantren Mawaridussalam, Pengurus PMII UNUSU, Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara. (Lutfy al-Fadhany/Abdullah Alawi)

Jumat 28 September 2018 23:30 WIB
IPNU Jatim Sambut Baik Pengunduran Diri Imam Fadli
IPNU Jatim Sambut Baik Pengunduran Diri Imam Fadli
Surabaya, NU Online
Sikap kesatria diambil Imam Fadli dengan memilih mundur dari jabatan Wakil Ketua Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Keputusan tersebut diambil karena yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai anggota dewan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

“Pengunduran diri ini sudah sesuai dengan Peraturan Rumah Tangga IPNU IX Pasal 25 ayat 2 yang menyebutkan apabila pengurus mencalonkan diri untuk menduduki jabatan politik maka diwajibkan mundur,” kata Choirul Mubtadiin, Jumat (28/9). 

Selain menghindarkan IPNU dari arus politik praktis, memilih mundur juga sebagai komitmen. “Yakni menghargai amanat jabatan yang telah diberikan para pengurus IPNU di seluruh Indonesia,” kata Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur ini. 

Choirul Mubtadiin mengapresiasi jalan yang diambil Fadli. “Di tengah gelombang godaan memegang teguh jabatan, ternyata Fadli mampu menunjukkan cahaya keteladanan,” ungkapnya. 

Dalam pandangannya, menaati dan patuh pada aturan organisasi merupakan ciri kejujuran, keikhlasan sekaligus teladan bagi pengurus mulai dari PP hingga tingkatan ranting. “Kami berharap pengurus PP IPNU lain yang mencalonkan diri mencontoh sikap Fadli," tutur Choirul Mubtadiin. 

Ia menegaskan IPNU merupakan organisasi penentu masa depan NUyang fokus pada kaderisasi. “Apabila ditemukan pengurus yang jelas menyalahi aturan organisasi, layak mendapat sanksi,” tandasnya. 

Sebagai informasi, Imam Fadli mengantarkan langsung surat pengunduran diri kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Surat bermaterai tertanggal 24 September itu kini beredar luas di internal IPNU se-Indonesia. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG