::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gempa Guncang Donggala, Kaum Muslimin Dianjurkan Berdoa

Jumat, 28 September 2018 23:10 Nasional

Bagikan

Gempa Guncang Donggala, Kaum Muslimin Dianjurkan Berdoa
Surabaya, NU Online
Musibah gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Hal tersebut sebagaimana disampaikan laman resmi Badan Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kekuatan lindu terjadi sore ini, Jumat (28/9), pukul 17.02 WIB.

Titik pusat gempa terjadi di darat, 27 kilometer Barat Laut Donggala dengan kedalaman 10 kilometer. Sedangkan lokasi gempa berada di 18 Lintang Selatan (LS), 119,85 Buju5 Timur. 

Terhadap musibah ini, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur mengajak semua pihak khususnya kaum Muslimin mendoakan yang terbaik.

“Syaikhul Islam Zakariya Al-Ansori mengiyaskan doa saat gempa dengan doa yang terjadi di masa Nabi berupa angin kencang sebagaimana dijelaskan dalam kitab Asna Al-Mathalib 1 halaman 288,” kata KH Ma’ruf Khozin, Jumat (28/9).

Dalam kitab tersebut, sebagaimana ditulis KH Ma’ruf Khozin di status Facebooknya, dianjurkan bagi setiap orang, khususnya kaum Muslimin untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika ada gempa bumi dan sejenisnya, seperti petir dan angin kencang.

“Sebab jika Nabi Muhammad SAW melihat angin kencang, maka berdoa Ya Allah, aku minta kepada Mu kebaikan dari angin dan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang Engkau kirim. Dan aku minta perlindungan kepada Mu dari keburukan angin dan yang ada di dalamnya dan keburukan yang Engkau kirim,” ungkap alumnus Pesantren Ploso, Kediri tersebut.

Dalam penjelasannya, Asy-Syafii juga meriwayatkan hadis bahwa jika ada angin kencang maka Nabi SAW bersimpuh di atas kedua lututnya dan berdoa. “Doa tersebut adalah: Ya Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat dan jangan jadikan adzab. Jadikanlah angin yang berhembus dan jangan jadikan angin yang menghancurkan,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)