IMG-LOGO
Nasional
NU PEDULI DONGGALA

Gempa Donggala, NU Peduli Galang Bantuan untuk Warga Terdampak

Jumat 28 September 2018 23:20 WIB
Bagikan:
Gempa Donggala, NU Peduli Galang Bantuan untuk Warga Terdampak
Jakarta, NU Online
NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat mengatakan bantuan dapat disalurkan melalui NU Care-LAZISNU.

“Doa dan dukungan masyarakat akan sangat bermanfaat untuk warga di Sulawesi Tengah," kata Sudrajat, Jumat (28/9) malam. 

Bantuan dapat disalurkan melalui rekening BCA atas nama Yay.LAZISNU di nomor rekening 0681.1926.88; dan Mandiri 123.000.483.89.77. Konfirmasi donasi melalui nomor 081398009800.

Penggalangan dana bantuan untuk warga Sulawesi Tengah ini dilakukan berdasarkan anjuran Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj atas peristiwa gempa bumi Donggala. Kiai Said mengatakan PBNU telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) serta Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) untuk segera menyalurkan bantuan dan memberikan pertolongan kepada warga dan daerah terdampak bencana alam di Palu.


(Kiai Said Minta LPBI NU dan LAZISNU Segera Tangani Dampak Gempa Palu)
(PBNU Sampaikan Duka Mendalam Atas Gempa Palu)
Menurut Kiai Said, langkah terbaik untuk menanggapi bencana alam adalah dengan bermuhasabah dan berinstropeksi diri. "Mari kita mengambil hikmah dari peristiwa ini," jelas Kiai Said.

Seperti diberitakan gempa bumi berkekuatan 7, 7 SR menimpa Laut Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB. Sumber gempa berasal dari Sesar PaluKaro. Badan Metereologi Klimatologi dan Geologi (BMKG)telah mengaktivasi peringatan dini tsunami pada 28 September 2018 pukul 17.07 WIB.

Gempa bumi berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir meliputi Donggala bagian barat dengan status Siaga; Donggala bagian Utara dengan status Waspada; Mamuju bagian Utara denganstatus Waspada; Kota Palu bagian Barat dengan status Waspada.
 
Status Siaga artinya Pemda diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Sedangkan status Siaga artinya Pemda agar mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Dampak gempa dengan kekuatan 7,7 SR dirasakan sangat keras. Berdasarkan analisis guncangan gempa dirasakan daerah di sekitar Kota Palu hingga ke utara di wilayah Kabupaten Donggala dengan intensitas gempa VI-VII MMI (keras hingga sangat keras).

Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempaVI-VII MMI. Diperkirakan di daerah ini banyak mengalami kerusakan. Hingga jam 21.00 WIB telah terjadi 21 kali gempa susulan. 

Laporan sementara banyak bangunan roboh akibat gempa dengan magnitude 7,7. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Saat peringatan dini tsunami diaktivasi, masyarakat merespons dengan mengungsi keempat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil. (Kendi Setiawan)

Tags:
Bagikan:
Jumat 28 September 2018 23:35 WIB
NU PEDULI DONGGALA
NU Peduli Berangkatkan Tim Asesmen ke Sulteng Besok
NU Peduli Berangkatkan Tim Asesmen ke Sulteng Besok
Kerusakan akibat gempa Donggala (foto: tempo)
Jakarta, NU Online
Sebagai respons atas dampak gempa bumi di Donggala dan Palu, NU Peduli akan segera memberangkatkan Tim sebanyak enam orang menuju Donggala dan Palu. Tim ini  terdiri dari Tim respons cepat termasuk yang bertugas untuk asesmen dan tim medis.

Ketua LBPI NU, M Ali Yusuf mengatakan, Tim tersebut berasal dari Jakarta dan Sulawesi Selatan. Tim dijadwalkan akan berangkat Sabtu (29/9) besok.

"Di lokasi terdampak bencana, Tim akan melakukan serangkaian aktivitas, yaitu kaji cepat kebutuhan masyarakat terdampak bencana, melakukan koordinasi dengan PWNU Sulawesi Tengah dan berbagai pihak terutama Pemerintah baik Pusat maupun daerah untuk," papar Ali.

Selain itu, Tim juga melakukan konsolidasi dan mobiliasi sumber daya NU di Sulawesi Tengah. "Tim ini juga diharapkan dapat memberikan bantuan awal kepada masyarakat terdampak bencana sesuai dengan kebutuhan," lanjut Ali.

Sementara itu, NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat mengatakan bantuan dapat disalurkan melalui NU Care-LAZISNU.

Bantuan dapat disalurkan melalui rekening BCA atas nama Yay.LAZISNU di nomor rekening 0681.1926.88; dan Mandiri 123.000.483.89.77. Konfirmasi donasi melalui nomor 081398009800.

"Doa dan dukungan masyarakat akan sangat bermanfaat untuk warga di Sulawesi Tengah," kata Sudrajat.

Respons ini juga sesuai anjuran Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang meminta LPBI NU dan LAZISNU segera melakukan penangan mengatasi gempa bumi Donggala dan Palu. Menurut Kiai Said, langkah terbaik untuk menanggapi bencana alam adalah dengan bermuhasabah dan berinstropeksi diri. "Mari kita mengambil hikmah dari peristiwa ini," jelas Kiai Said.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa untuk menghadapi musibah ini yang perlu dilalukan adalah bahu membahu membantu warga terdampak. "Mari bergandengan tangan untuk membantu korban bencana di Donggala. Satukan langkah dan ulurkan tangan kita bagi saudara kita di sana," tambahnya.

Laporan BNPB menyebutkan banyak bangunan roboh akibat gempa dengan magnitude 7,7. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Saat peringatan dini tsunami diaktivasi, masyarakat merespons dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil.

Sedangkan dampak gempa dengan magnitude 6 yang berpusat di darat pada kedalaman dangkal mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah dengan pusat gempa dua kilometer arah utara Kota Donggala pada kedalaman sepuluh kilometer Jumat (28/9) pukul 14.00.00 WIB. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat satu orang meninggal dunia, sepuluh orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh. Evakuasi masih dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan. (Kendi Setiawan)
 
Jumat 28 September 2018 23:10 WIB
Gempa Guncang Donggala, Kaum Muslimin Dianjurkan Berdoa
Gempa Guncang Donggala, Kaum Muslimin Dianjurkan Berdoa
Surabaya, NU Online
Musibah gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Hal tersebut sebagaimana disampaikan laman resmi Badan Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kekuatan lindu terjadi sore ini, Jumat (28/9), pukul 17.02 WIB.

Titik pusat gempa terjadi di darat, 27 kilometer Barat Laut Donggala dengan kedalaman 10 kilometer. Sedangkan lokasi gempa berada di 18 Lintang Selatan (LS), 119,85 Buju5 Timur. 

Terhadap musibah ini, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur mengajak semua pihak khususnya kaum Muslimin mendoakan yang terbaik.

“Syaikhul Islam Zakariya Al-Ansori mengiyaskan doa saat gempa dengan doa yang terjadi di masa Nabi berupa angin kencang sebagaimana dijelaskan dalam kitab Asna Al-Mathalib 1 halaman 288,” kata KH Ma’ruf Khozin, Jumat (28/9).

Dalam kitab tersebut, sebagaimana ditulis KH Ma’ruf Khozin di status Facebooknya, dianjurkan bagi setiap orang, khususnya kaum Muslimin untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika ada gempa bumi dan sejenisnya, seperti petir dan angin kencang.

“Sebab jika Nabi Muhammad SAW melihat angin kencang, maka berdoa Ya Allah, aku minta kepada Mu kebaikan dari angin dan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang Engkau kirim. Dan aku minta perlindungan kepada Mu dari keburukan angin dan yang ada di dalamnya dan keburukan yang Engkau kirim,” ungkap alumnus Pesantren Ploso, Kediri tersebut.

Dalam penjelasannya, Asy-Syafii juga meriwayatkan hadis bahwa jika ada angin kencang maka Nabi SAW bersimpuh di atas kedua lututnya dan berdoa. “Doa tersebut adalah: Ya Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat dan jangan jadikan adzab. Jadikanlah angin yang berhembus dan jangan jadikan angin yang menghancurkan,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Jumat 28 September 2018 22:55 WIB
PEKAN OLAHRAGA PEREMPUAN
Imam Nahrawi Nilai POP Fatayat NU Patut Diapresiasi
Imam Nahrawi Nilai POP Fatayat NU Patut Diapresiasi
Pembukaan POP Zona 3, Jumat (28/9)
Bogor, NU Online
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi mengapresiasi gelaran Pekan Olahraga Perempuan (POP) yang diadakan oleh Fatayat NU. Pasalnya, ajang ini bisa menjadi pemicu agar olahraga bisa menjadi budaya dan gaya hidup bagi perempuan. 

"POP ini harus menjadi semangat bagi kita terutama kaum perempuan untuk semangat berolahraga dan melahirkan generasi penerus atlet Indonesia melalui ibu-ibu hebat disini," jelasnya saat pembukaan POP Zona Ketiga di Padepokan Voli Sentul, Jumat (28/9).

"Olahraga kan tidak hanya bicara soal prestasi dan piala atau medali. Menurut saya lebih pada edukasi gimana kita ngajarin anak-anak nilai sportivitas dan kerjasama. Jadi perlu dikedepankan nilai edukasinya juga," terang Menpora.

Nahrawi mengatakan Pemerintah terus mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai spirit kehidupan. Karena, olahraga bisa menghasilkan branding yang baik untuk mengangkat martabat bangsa. 

Selain itu, Imam juga berharap olahraga dapat menjadi standard penilaian atau masuk di kurikulum pendidikan. Di samping sportivitas hal penting lain agar potensi olahraga anak dapat dideteksi sejak dini dan mudah dikembangkan. 

Berlangsung sejak tanggal 28 September sampai 1 Oktober ada tiga cabor yang dipertandingkan yaitu bulutangkis, voli dan hadang. Dari ketiga cabor ini hadang yang paling menarik.

Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini menuturkan, olahraga tradisional semacam ini harus terus dilestarikan. "Secara teknis permainan, hadang memiliki banyak nilai. Fatayat NU mengajak para perempuan untuk mau bergerak sehat. Apalagi ini permainan kita zaman dulu," ujarnya.

Anggia berharap POP menjadi kegiatan tahunan agar lebih banyak lagi perempuan yang terjun ke bidang olahraga. Meski tidak bertujuan mencetak atlet, melalui POP perempuan bisa membiasakan diri untuk berolahraga dan menjadi pencetus pembudayaan olahraga di masyarakat.

Didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, event ini diikuti oleh 26 kontingen dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Tangerang. Zona ini adalah zona ketiga setelah Jateng-DIY dan Jawa Timur  yang digelar beberapa waktu lalu. Zona Ketiga diikuti oleh sebanyak 245 orang peserta. Dengan mengetengahkan pembudayaan olahraga sebagai tema besarnya, POP berhasil menyedot perhatian masyarakat.

POP kali ini dibuka secara langsung oleh Menpora RI bersama dengan Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini. Turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Australia, anggota DPRD serta Pemda Kabupaten Bogor. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG