IMG-LOGO
Nasional

Kondisi Musibah Sulteng Terbaru dalam Angka

Jumat 5 Oktober 2018 5:0 WIB
Bagikan:
Kondisi Musibah Sulteng Terbaru dalam Angka
Relawan NU Peduli di pengungsian musibah Sulteng
Jakarta, NU Online
Korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban hingga Rabu (3/10) malam mencapai 1.424 orang yang meninggal dunia, yakni 144 orang di Donggala, 1.203 orang di Palu, 64 orang di Sigi, 12 orang di Parigi Moutong, dan satu orang di Pasang Kayu Sulawesi Barat. 1407 jenazah sudah dimakamkan.

Selain itu, korban luka berat yang dirawat di rumah sakit tercatat berjumlah 1.549 orang. 113 orang hilang dan 152 orang korban tertimbun. Jumlah pengungsi terakhir 70.821 jiwa. Mereka tersebar di 141 titik.

BNPB juga mencatat kondisi tempat tinggal masyarakat Palu dan sekitarnya. 66.238 unit dinyatakan rusak. Sebanyak 65.733 unit di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Jumlah tersebut belum diklasifikasi kerusakannya. Sementara itu, 505 unit lainnya terletak di Sulawesi Barat dengan rincian 107 unit dalam kondisi rusak berat, 87 rusak sedang, dan 248 rusak ringan.

Di samping itu, pemerintah dan relawan juga berupaya untuk terus mencari para korban yang hilang dan memulihkan kondisi yang porak poranda. Sejumlah 25 alat berat dikerahkan untuk mengupayakan hal tersebut. Alat berat tersebut tersebar di Patobo dengan jumlah tujuh unit, enam di Balaroa, satu di Buluri dan Mall, satu di TPU Paboya, satu di Jalan Juanda, dua di Sigi, dua di Hotel Roa-roa, dua alat berat dan lima truk di Pantai Talise, dan tiga di Mall Ramayana. Saat ini, 21 unit alat berat sedang dalam perjalanan dari Kementerian PU Pera, ESDM, TNI, dan swasta untuk mempercepat upaya pemulihan.

Gempa dengan kekuatan lebih dari 7 SR itu juga mengakibatkan peristiwa likuefaksi, yakni fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. Empat daerah di Kabupaten Sigi yang tertimbun lumpur akibat likuefaksi, yakni Mpano, Sidera, Jono Oge, dan Lolu. (Syakir NF/Abdullah Alawi)
Bagikan:
Jumat 5 Oktober 2018 21:30 WIB
PMII Kalbar Kumpulkan Dana Ratusan Juta untuk Korban Gempa
PMII Kalbar Kumpulkan Dana Ratusan Juta untuk Korban Gempa
Pontianak, NU Online
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat (Kalbar), menggelar aksi galang dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Aksi galang dana tersebut digelar secara serentak se-Indonesia sesuai instruksi Pengurus Besar PMII.

Ditemui media ini, Mu'ammar Kadafi selaku Ketua PKC PMII Kalbar membenarkan bahwa Pengurus Cabang (PC) PMII se-Kalbar melaksanakan aksi galang dana. “Terima kasih saya ucapkan kepada sahabat-sahabat PMII Kalimantan Barat telah melaksanakan aksi solidaritasnya,” katanya, Jumat (5/10).

Atas nama keluarga besar PMII Kalbar, dirinya mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. “Semoga korban yang meninggal ditempatkan di sisi Allah SWT serta yang masih hidup diberikan ketabahan,” harapnya.

Kadafi juga menambahkan, donasi tersebut langsung ditransfer ke rekening PB PMII. “Masyarakat Kalbar jangan khawatir, karena PB PMII langsung turun ke lokasi dan membentuk tim tanggap bencana, seperti halnya waktu di Lombok,” ungkapnya.

Total donasi yang telah terkumpul sebesar Rp. 125.677.100,- (seratus dua puluh lima juta enam ratus tujuh puluh tujuh ribu seratus rupiah). Rinciannya adalah sebagai berikut; 

PC PMII Kabupaten Sintang = Rp. 41.398.000,-
PC PMII Kabupaten Ketapang = Rp. 8.000.000
PC PMII Kabupaten Sambas = Rp. 24.800.500
PC PMII Kabupaten Mempawah = Rp. 8.331.000
PC PMII Kota Singkawang = 15.794.600
PC PMII Kota Pontianak dan Kubu Raya = Rp.27.353.000 

Dirinya berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa membantu warga Palu dan Donggala yang tertimpa musibah gempa dan tsunami. 

Demikian pula derita yang menimpa masyarakat di sana sebagai musibah bersama. “Duka mereka, duka kita bersama, duka rakyat Indonesia," pungkas Mu'ammar Kadafi. (Arifuddin/Ibnu Nawawi)
Jumat 5 Oktober 2018 21:15 WIB
Sarasehan Pergunu Upaya Responsif Hadapi Perubahan Masyarakat
Sarasehan Pergunu Upaya Responsif Hadapi Perubahan Masyarakat
Sarasehan dan Rapimnas Pergunu
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menggelar Sarasehan dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Kegiatan ini berlangsung di Institut KH Abdul Chalim dan Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, 4-7 Oktober 2018.

Wakil Ketua Pergunu, Aris Adi Laksono mengatakan kegiatan dilatarbelakangi antara lain bahwa Pergunu usai Rapat Kerja Nasional II di Palangkaraya beberapa waktu memutuskan adanya tindak lanjut secara massif dan berkelanjutan. 

“Sehingga keberadaan organisasi dapat berjalan dengan baik, dan memiliki efek kebermanfaatan bagi anggota internal, maupun masyarakat umum,” kata Aris dihubungi dari Jakarta, Jumat (5/10) sore.

Selain itu, adanya perubahan dan perkembangan masyarakat, menuntut respons sebagai solusi Pergunu yang dapat bebicara pada semua level strata sosial masyarakat. “Respons itu dalam bentuk rumusan kebijakan dan gerakan yang sistematis dari Sabang sampai Merauke dalam konteks menuntaskan cita-cita kemerdekaan Indonesia; menjaga persatuan dan kesatuan NKRI guna terwujudnya kejayaan Islam dan kejayaan Indonesia,” lanjut Aris.

Adapun tujuan kegiatan, kata Aris adalah merumuskan sikap Pergunu dalam respons perubahan global dan pesta demokrasi nasional; membangun sinergi kebijakan dan gerakan sebagai upaya memaksimalkan kinerja pengurus organisasi Pergunu dalam peran penguatan kelembagaan pergunu, serta peran sisial lainnya; dan melakukan evaluasi dan refleksi program dan pergerakan Pergunu secara nasiona, regional dan lokal.

Aris menyebutkan sebanyak 100 orang mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri dari unsur-unsur Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Pengurus Harian PP Pergunu; Pimpinan PW Pergunu se-Indonesia, dan beberapa tokoh nasional. (Kendi Setiawan)

Jumat 5 Oktober 2018 20:50 WIB
Mengaji Indonesia Bahas Isu Kebangsaan secara Populis
Mengaji Indonesia Bahas Isu Kebangsaan secara Populis
Mengaji Indonesia di UIN Malang
Jakarta, NU Online
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali menggelar kegiatan unggulannya, 'Mengaji Indonesia'. 'Mengaji Indonesia' merupakan akronim dari Mengasah Jati Diri Indonesia. Tahun ini merupakan gelaran keempat yang berkolaborasi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan akan diselenggarakan pada Senin (8/10) mendatang.

Dimulai pukul 19.30 WIB dan dipandu langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, edisi ini akan menghadirkan narasumber Allisa Wahid dari Jaringan Gusdurian Indonesia; budayawan D Zawawi Imran; dan Rektor UIN Malang, Abdul Haris Al-Muhasibi. 
 
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim menjelaskan kegiatan tersebut sengaja didesain untuk membahas isu-isu besar dan persoalan kebangsaan dengan menggunakan pendekatan keagamaan dan melibatkan massa dalam jumlah besar. Harapan dari program ini adalah semua lapisan masyarakat dapat memahami persoalan bangsa dengan baik dan jernih, serta mampu dicarikan solusinya secara bersama-sama.

"Mengaji Indonesia merupakan cara Kementerian Agama RI dalam menjelaskan dan mendiskusikan penyelesaikan persoalan kebangsaan dengan pendekatan keagamaan secara populis," ungkap Arskal Salim, sebagaimana dalam rilis yang diterima NU Online, Jumat (5/10).

Suwendi, kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, selaku leading sector kegiatan Mengaji Indonesia, menjelaskan bahwa tema yang diambil dalam edisi keempat ini adalah Kita Indonesia, Kita Bersinergi. Tema ini didasari atas sejumlah pertimbangan, di antaranya adalah program Mengaji Indonesia ini diharapkan mampu meredam ketegangan-ketegangan yang muncul akibat gesekan kepentingan pragmatis, utamanya memasuki tahun politik.

"Jangan sampai kepentingan politik-pragmatis itu menceraiberaikan komitmen kebangsaan kita yang telah tertanam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita perlu melakukan sinergi dan kerjasama dalam membangun bangsa ini secara konstruktif," ujar Suwendi.

Mengaji Indonesia keempat kalinya ini diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 10 ribu orang, yang terdiri atas tokoh lintas agama, pengurus masjid se-Malang Raya, pengurus ormas Islam, Kementerian Agama di wilayah Malang, jajaran Muspida dan Muspika Malang Raya, civitas akademika UIN Malang dan kampus yang ada di Malang serta masyarakat umum. Selain itu, komunitas Cangkru’an Gusdurian Malang Raya juga direncanakan akan memenuhi acara yang sangat bergengsi itu.

Suwendi menjelaskan bahwa pada hari yang sama, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyelengarakan Pembukaan The 3rd International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) yang bertempat di UIN Malang, mulai Senin siang, tanggal 8 hingga 10 Oktober 2018. Kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 500-an akademisi dari seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia dengan narasumber dari dalam dan luar negeri.

"Di samping mendiskusikan hampir 200-an artikel pengabdian masyarakat berbasis riset, juga dipamerkan sejumlah best-practices pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh sejumlah kampus, NGO, dan kementerian dan lembaga," jelas Suwendi.
 
Direncanakan, ICON-UCE akan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam dan perguruan tinggi di wilayah Malang Raya, para akademis dan aktivis NGO yang aktif melakukan proses pemberdayaan masyarakat. 

Pada acara pembukaan ICON-UCE, direncanakan akan diselenggarakan peluncuran aplikasi MORA-BASE (Ministry Religious Affairs Bank of Article System) dan MORAREF (Ministry Religious Affairs References). Kedua aplikasi ini akan menjadi solusi atas terpublikasinya hasil-hasil riset yang diselenggarakan oleh para dosen dan peneliti di berbagai jurnal bereputasi dan meningkatkan akreditasi jurnal serta menjadi indeks jurnal berbasis kajian keislaman (islamic studies) dan integrasi keilmuan.

Perlu diketahui, Mengaji Indonesia untuk pertama kalinya diselenggarakan di UIN Sunan Ampel Surabaya 6 Maret 2018. Kala itu kegiatan menghadirkan KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus; Direktur Pemberitaan Kompas TV, Rosiana Silalahi, dan Rektor UIN Surabaya, Abdul A'la. Pada kesempatan itu Gus Mus menyampaikan ceramah tentang menjadi Muslim Indonesia, sedangkan Rosiana bercerita tentang harmoni dan kedamaian hidup di negeri mayoritas Islam.

Mengaji Indonesia edisi kedua diselenggarakan di UIN Sumatera Utara pada 11 April 2018 dengan tema Kita Indonesia, Kita Berbudaya. Narasumber antara lain Yudi Latif yang saat itu menjabat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP; Habib Jindan bin Novel bin Salim, pengasuh Pesantren Al-Fakhriyah Tangerang; Saidurrahman, rektor UIN Medan, dan Indah Nevertari, artis Medan yang memenangkan audisi Rising Star Indonesia tahun 2014.

Mengaji Indonesia untuk ketiga kalinya diselenggarakan di IAIN Tulungagung 27 Juli 2018 dengan tema Kita Indonesia, Kita Beragama. Adapun adalah  Ki Sujiwo Tejo, budayawan; KH Reza Ahmad Zahid yang biasa disapa Gus Reza, pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyyah Lirboyo Kediri; dan Maftukhin, Rektor IAIN Tulungagung. (Red: Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG