::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekjen PBNU Kembali Tegaskan Islam Nusantara Bukan Agama Baru

Jumat, 05 Oktober 2018 18:50 Nasional

Bagikan

Sekjen PBNU Kembali Tegaskan Islam Nusantara Bukan Agama Baru
Sekjen PBNU di Rapimnas IPPNU, Jumat (5/10)
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini kembali menegaskan bahwa Islam Nusantara bukanlah agama atau aliran baru, melainkan Islam yang melebur dengan budaya yang baik.

"Islam Nusantara itu adalah Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi besar Muhammad yang masuk di Nusantara yang melebur dengan budaya yang baik," kata Helmy saat memberikan arahan pada acara Rapimnas PP IPPNU di Hotel Bintang Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Menurut Sekjen Helmy, ketika Islam masuk di Nusantara, masyarakat setempat sudah lebih dahulu memiliki budaya. Para ulama yang membawa ajaran Islam tidak serta merta menyerang atau menentang keberadaan budaya lokal, tetapi mengislamkan masyarakat setempat dengan pendekatan yang persuasif.

"Para ulama kita, para kiai kita tidak langsung memisah-tegaskan kalau ini halal, ini haram, ini bidah, Anda sesat, Anda kafir dan seterusnya, tidak begitu. Ttetapi menyampaikan dan mengajarkan dengan baik dan lembut," ucapnya.

Menurut Sekjen Helmy, pendekatan yang lembut dan ramah merupakan cara dakwah yang diajarkan Islam sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 125. Pada era digital yang tidak bisa dihindari, maka sudah sepatutnya menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, tetapi tetap memegang prinsip-prinsip Islam yang lembut tersebut.

"Jadi inilah hakikat yang hari-hari ini menjadi pekerjaan rumah kita," jelas pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu.

Namun demikian, lanjut Helmy, untuk budaya yang tidak baik dan jelas-jelas diharamkan oleh ajaran Islam, seperti seks bebas dan minuman keras, maka NU tegas menolaknya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)