IMG-LOGO
Nasional

Mengaji Indonesia Bahas Isu Kebangsaan secara Populis


Jumat 5 Oktober 2018 20:50 WIB
Bagikan:
Mengaji Indonesia Bahas Isu Kebangsaan secara Populis
Mengaji Indonesia di UIN Malang
Jakarta, NU Online
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali menggelar kegiatan unggulannya, 'Mengaji Indonesia'. 'Mengaji Indonesia' merupakan akronim dari Mengasah Jati Diri Indonesia. Tahun ini merupakan gelaran keempat yang berkolaborasi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan akan diselenggarakan pada Senin (8/10) mendatang.

Dimulai pukul 19.30 WIB dan dipandu langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, edisi ini akan menghadirkan narasumber Allisa Wahid dari Jaringan Gusdurian Indonesia; budayawan D Zawawi Imran; dan Rektor UIN Malang, Abdul Haris Al-Muhasibi. 
 
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim menjelaskan kegiatan tersebut sengaja didesain untuk membahas isu-isu besar dan persoalan kebangsaan dengan menggunakan pendekatan keagamaan dan melibatkan massa dalam jumlah besar. Harapan dari program ini adalah semua lapisan masyarakat dapat memahami persoalan bangsa dengan baik dan jernih, serta mampu dicarikan solusinya secara bersama-sama.

"Mengaji Indonesia merupakan cara Kementerian Agama RI dalam menjelaskan dan mendiskusikan penyelesaikan persoalan kebangsaan dengan pendekatan keagamaan secara populis," ungkap Arskal Salim, sebagaimana dalam rilis yang diterima NU Online, Jumat (5/10).

Suwendi, kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, selaku leading sector kegiatan Mengaji Indonesia, menjelaskan bahwa tema yang diambil dalam edisi keempat ini adalah Kita Indonesia, Kita Bersinergi. Tema ini didasari atas sejumlah pertimbangan, di antaranya adalah program Mengaji Indonesia ini diharapkan mampu meredam ketegangan-ketegangan yang muncul akibat gesekan kepentingan pragmatis, utamanya memasuki tahun politik.

"Jangan sampai kepentingan politik-pragmatis itu menceraiberaikan komitmen kebangsaan kita yang telah tertanam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita perlu melakukan sinergi dan kerjasama dalam membangun bangsa ini secara konstruktif," ujar Suwendi.

Mengaji Indonesia keempat kalinya ini diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 10 ribu orang, yang terdiri atas tokoh lintas agama, pengurus masjid se-Malang Raya, pengurus ormas Islam, Kementerian Agama di wilayah Malang, jajaran Muspida dan Muspika Malang Raya, civitas akademika UIN Malang dan kampus yang ada di Malang serta masyarakat umum. Selain itu, komunitas Cangkru’an Gusdurian Malang Raya juga direncanakan akan memenuhi acara yang sangat bergengsi itu.

Suwendi menjelaskan bahwa pada hari yang sama, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyelengarakan Pembukaan The 3rd International Conference on University-Community Engagement (ICON-UCE) yang bertempat di UIN Malang, mulai Senin siang, tanggal 8 hingga 10 Oktober 2018. Kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 500-an akademisi dari seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia dengan narasumber dari dalam dan luar negeri.

"Di samping mendiskusikan hampir 200-an artikel pengabdian masyarakat berbasis riset, juga dipamerkan sejumlah best-practices pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh sejumlah kampus, NGO, dan kementerian dan lembaga," jelas Suwendi.
 
Direncanakan, ICON-UCE akan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam dan perguruan tinggi di wilayah Malang Raya, para akademis dan aktivis NGO yang aktif melakukan proses pemberdayaan masyarakat. 

Pada acara pembukaan ICON-UCE, direncanakan akan diselenggarakan peluncuran aplikasi MORA-BASE (Ministry Religious Affairs Bank of Article System) dan MORAREF (Ministry Religious Affairs References). Kedua aplikasi ini akan menjadi solusi atas terpublikasinya hasil-hasil riset yang diselenggarakan oleh para dosen dan peneliti di berbagai jurnal bereputasi dan meningkatkan akreditasi jurnal serta menjadi indeks jurnal berbasis kajian keislaman (islamic studies) dan integrasi keilmuan.

Perlu diketahui, Mengaji Indonesia untuk pertama kalinya diselenggarakan di UIN Sunan Ampel Surabaya 6 Maret 2018. Kala itu kegiatan menghadirkan KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus; Direktur Pemberitaan Kompas TV, Rosiana Silalahi, dan Rektor UIN Surabaya, Abdul A'la. Pada kesempatan itu Gus Mus menyampaikan ceramah tentang menjadi Muslim Indonesia, sedangkan Rosiana bercerita tentang harmoni dan kedamaian hidup di negeri mayoritas Islam.

Mengaji Indonesia edisi kedua diselenggarakan di UIN Sumatera Utara pada 11 April 2018 dengan tema Kita Indonesia, Kita Berbudaya. Narasumber antara lain Yudi Latif yang saat itu menjabat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP; Habib Jindan bin Novel bin Salim, pengasuh Pesantren Al-Fakhriyah Tangerang; Saidurrahman, rektor UIN Medan, dan Indah Nevertari, artis Medan yang memenangkan audisi Rising Star Indonesia tahun 2014.

Mengaji Indonesia untuk ketiga kalinya diselenggarakan di IAIN Tulungagung 27 Juli 2018 dengan tema Kita Indonesia, Kita Beragama. Adapun adalah  Ki Sujiwo Tejo, budayawan; KH Reza Ahmad Zahid yang biasa disapa Gus Reza, pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyyah Lirboyo Kediri; dan Maftukhin, Rektor IAIN Tulungagung. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
IMG
IMG