IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Ahad 7 Oktober 2018 17:45 WIB
Bagikan:
Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja
Jakarta, NU Online
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk membangun ekosistem pasar tenaga kerja baru yang lebih baik dan mengikuti perkembangan industri pada saat ini. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri mengatakan ekosistem tenaga kerja yang melibatkan pemerintah, pekerja dan pemgusaha harus fleksibel mengikuti pekembangan industri  yang terus berubah, terlebih lagi dengan perkembangan teknologi yang amat pesat.

Melihat kondisi tersebut, Hanif pun menekankan dalam memajukan sumber daya manusia (SDM), semua pihak terkait tidak bisa hanya mendorong dari segi kualitas, tetapi juga dari sisi kecepatan beradaptasi mengikuti perkembangan jaman.

"Kemnaker terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja. Salah cara yang dilakukan Kemnaker adalah dengan memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat membuka Konsolidasi Nasional Aliansi Masyarakat Pekerja Nusantara (Ampera) pada Jumat (5/10).

Salah satu upaya yang dilakukan  pemerintah adalah membuka kesempatan agar masyarakat  mendapat akses pelatihan kerja. Karena cara terbaik untuk melindungi pekerja adalah dengan memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Balai Latihan Kerja (BLK) terbuka untuk umum. Sekolah ataupun tidak, jika Anda ingin mendapat keterampilan datanglah ke BLK. Nggak peduli umurnya berapa," ujar Hanif.

Misalnya, kata Hanif, kalau kena PHK di usia 35 tahun dan harus mencari pekerjaan lagi, boleh belajar keterampilan di BLK. "Peluang dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri bagi pekerja terus kami tingkatkan," ujarnya.

Ia mengatakan optimis bila skema ini bisa diterapkan, akan banyak masyarakat kita yang bisa mengakses dan meningkatkan keahliannya. Pekerja harus dibekali dengan kemampuan mempertahankan diri atas perubahan zaman yang sangat cepat. "Caranya ya dengan memberikan pelatihan kerja untuk mempelajari keterampilan baru," ucap Hanif.

Pemerintah terus membuka diri dan mengajak para pemangku kepentingan baik dunia industri, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk saling membantu guna menciptakan pekerja yang berketerampilan tinggi dan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Dengan demikian, berapapun usia pekerja, saat mereka mau belajar keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, maka peluang untuk terus bekerja akan terbuka lebar," tutup Hanif. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Ahad 7 Oktober 2018 23:55 WIB
Ketua PBNU: Sutopo, Sosok yang Menginspirasi
Ketua PBNU: Sutopo, Sosok yang Menginspirasi
Sutopo Purwo Nugroho, Sumber: Antara
Jakarta, NU Online
Ketua harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengaku terinspirasi atas pengabdian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho yang tetap aktif melayani masyarakat terdampak bencana meski telah divonis mengidap kanker paru stadium 4 sejak 2018.

“Sutopo sangat menginspirasi. (Sebab) Menempatkan derita orang lain di atas derita diri,” kata Robikin melalui rilis yang diterima NU Online, Ahad (6/10). 

Kekaguman Robikin pada Sutopo karena keteguhannya untuk tetap melayani masyarakat dengan terus mengabdikan diri menjadi sumber informasi bencana. “Betapa tidak (terinspirasi). Ia yang didera kanker paru stadium 4 ini seakan tak peduli, tetap abdikan diri. Selalu memberi informasi saat bencana terjadi, melayani masyarakat terdampak bencana sepenuh hati,” ucapnya.

Menurut robikin, padangan hidup pria berusia 49 tahun yang berbunyi 'Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain' memberi Sutopo semangat untuk terus mengabdi. Pandangan itu juga sejalan hadits Nabi Muhammad SAW, khairu an-nas anfa’uhum li an-nas [خير الناس أنفعهم للناس], yang berarti “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi kontribusi terbaik bagi sesama”.

Sutopo merupakan lulusan terbaik Universitas Gajah Mada (UGM) pada 1994, lalu melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya ke Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sedari muda, Sutopo mengutamakan pendidikan. Hidup yang serba kekurangan materi tak menyurutkan dirinya berhenti meraih cita-citanya. Sutopo tercatat sebagai siswa yang berprestasi dari SMP, SMA hingga mahasiswa. Bagi Sutopo, keberhasilannya dalam dunia pendidikan bukan karena dirinya cerdas, melainkan semangat belajarnya yang tinggi.
 
"Selamat Ulang Tahun, Pak Sutopo. Terus lupakan derita diri dan teruslah mengabdi. Ibu Pertiwi tersenyum karenamu,” pungkas Robikin. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)
Ahad 7 Oktober 2018 23:45 WIB
HARI SANTRI 2018
Pesantren Diharapkan Jadi Agen Perkembangan Ekonomi
Pesantren Diharapkan Jadi Agen Perkembangan Ekonomi
Ketua Umum PP RMI buka Pesantren Expo 2018 di Solo
Solo, NU Online
Banyaknya pesantren yang ada di Indonesia, diharapkan untuk mampu menggali potensi yang ada, khususnya di bidang perekonomian guna menciptakan pesantren yang mandiri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nadlatul Ulama (RMINU) Abdul Ghofarrozin di sela acara Pesantren Expo, Sabtu (6/10) malam di Solo.

Saat ini total ada sebanyak 28.000 pesantren di Indonesia. ”Dari jumlah itu, di Jateng saja ada 4.400 pesantren. Ini merupakan potensi perekonomian yang besar. Kemandirian pesantren memang diperlukan, karena mereka tak berada di bawah naungan pemerintah,” jelas Gus Rozin.

Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo berharap keberadaan santri juga harus mampu menjadi pelopor perubahan.

”Kegiatan (Pesantren Expo) ini sangat positif, karena mampu melahirkan gagasan kreatif dan inovatif. Santri tidak hanya handal ilmu dan agama, namun juga mampu menjadi agen perkembangan ekonomi bagi masyarakat," kata dia. (Ajie Najmuddin/muiz)
Ahad 7 Oktober 2018 23:15 WIB
Saat Buka MTQ, Jokowi Pimpin Kirim Al-Fatihah untuk Korban Bencana Alam
Saat Buka MTQ, Jokowi Pimpin Kirim Al-Fatihah untuk Korban Bencana Alam
Presiden Jokowi membukan MTQ Nasional di Medan Sumatera Utara
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo memimpin peserta, tamu undangan dan masyarakat Sumatera Utara yang hadir pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-27 2018, Ahad (7/10) malam membaca surat Al-Fatihah untuk korban bencana alam dan keluarga yang selamat di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

“Saya mengajak bersama-sama kita mengirimkan fatihah untuk korban bencana dan para keluarga yang selamat agar diberi kesabaran dan ketabahan. Ala hadzihinniat Al-Fatihah,” ucap Jokowi.  

Jokowi mengajak masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah agar selalu bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpanya.

“Islam mengajarkan kita untuk bersabar, berikhtiar secara maksimal, berintrospeksi, mawas diri dalam menghadapi setiap musibah,” kata Presiden Jokowi saat memberikan kata sambutan pada Pembukaan MTQ diMedan Sumatera Utara.

Sebagaimana diketahui, rentetan gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat telah menelan korban sebanyak 500 jiwa. Sementara gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah telah memakan korban lebih dari 1600 jiwa. 

“Kita semua tentu tidak ingin musibah datang menghampiri kita, entah berupa bencana alam, penyakit maupun musibah lainnya, tetapi musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya yang tertimpa musibah agar membaca doa.

“Sesungguhnya kami hanya milik Allah dan sungguh hanya kepadanya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya,” ucap Jokowi mengutip sebuah hadits. (Husni Sahal/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG