IMG-LOGO
Nasional

Netizen Palu Kecam Pengusiran Terhadap Relawan

Selasa 9 Oktober 2018 23:10 WIB
Bagikan:
Netizen Palu Kecam Pengusiran Terhadap Relawan

Jakarta, NU Online

Ada fenomena yang tak patut yang terjadi di tengah-tengah suasana berkabung akibat bencana gempa bumi di Palu Sulawesi Tengah. Sejumlah relawan Badan nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang datang dari sejumlah kota seperti Tangerang Selatan, Bone, Mamuju, dan Sulawesi Utara diminta angkat kaki dari halaman kantor Bappeda Sulawesi Tengah.

"Saya dengar-dengar banyak baran-barang di kantor Bappeda ini yang hilang. Sedangkan menurut temen-teman, kejadian barang hilang mungkin sebelum kita masuk, sebab banyak penjarahan juga sebelumnya," kata salah seorang relawan BPBD melalui akun facebook 'Cinta Akhirat' dan dibagikan di facebook grup 'Info Kota Palu', Selasa (9/10).

Dalam video berdurasi 3.58 menit itu, tampak puluhan pria dewasa berbaju orange dan hitam berlogo BNPB sedang merapikan tenda untuk bersiap melakukan pengosongan lahan. 

Melalui video tersebut, ia mengimbau agar batuan yang hendak dikirimkan pada posko BPBD dikirmkan ke posko yang baru di kantor BPS Sulteng. "Jadi segala alat dan lain-lain langsung dikirim ke sana saja," ujarnya.

Kejadian itu memicu reaksi warga netizen yang juga ada di dalam facebook group 'Info Kota Palu'. sebagian besar dari netizen menyayangkan adanya 'pengusiran' tersebut. Mereka menyebut bahwa keberadaan relawan di Palu merupakan sebuah pengorbanan yang seharusnya dihargai oleh warga sekitar.

Agnes Wulandari Mangesak misalnya, yang menulis 'pengusiran' tersebut sebagai kejadian yang 'sangat miris sekali'. Sebab menurutnya, relawan yang datang dari luar kota rela meninggalkan pekerjaan mereka untuk membantu korban.

"Itu semua karena mereka turut merasakan penderitaan dan tangisan warga Palu, Donggala dan Sigi. Pemerintah sudah berbuat apakah selama bencana ini, emangnya mereka mampu urus semua korban-korban bencana ini tanpa relawan?" kata Agnes Wulandari mengecam.

Padahal, Lanjut Agnes para relawan datang tidak untuk meminta bayaran kepada pemerintah Sulawesi Tengah. "Jangan salahkan kalau bantuan sudah tidak mau masuk lagi ke Kota Palu hanya karena mereka sudah enggan melihat sikap dari pemerintah di tengah-tengah kesulitan ini," lanjutnya.

Respon serupa juga disampaikan oleh akun Bogee Ishakk. Warga Donggala, Sulteng ini menyarankan agar memindahkan poskonya ke Donggala yang juga membutuhkan bantuan para relawan. "Ke Donggala saja, itu relawan yang diusir," katanya.

Selain menyayangkan, warga netizen juga mengecam perlakuan Bappeda Sulteng yang meminta relawan untuk tidak berada di area perkantorannya. hal itu mengingat tingginya kebutuhan warga Sulteng khusunya Palu terhadap bantuan para relawan. (Ahmad Rozali)

Bagikan:
Selasa 9 Oktober 2018 23:30 WIB
KIRAB SATU NEGERI
Kirab Satu Negeri ke Blitar untuk Sowan Makam Bung Karno
Kirab Satu Negeri ke Blitar untuk Sowan Makam Bung Karno

Jakarta, NU Online

Tim Kirab Satu Negeri Zona Rote memasuki Kabupaten Malang  dan diterima oleh Wakil Bupati Malang HM Sanusi yang didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko, Ketua PCNU dr Umar Usman, anggota DPR RI Hj Latifah Shohib, serta anggota DPRD Jatim Hj Khofidah. 

Dalam sambutannya, Sanusi mengaku bangga terhadap kegiatan yang memicu lahirnya jiwa patriotisme seperi Kirab Satu Negeri Ansor ini. "Saya mengimbau kepada generasi muda untuk terus jaga persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita tidak benar. Karena kita ini sama, mari kita sama-sama menjaga kondusivitas," kata Wabup Sanusi, di Kabupaten Malang , Selasa (9/10). 

Seletah diterima oleh wabup yang juga pernah menjadi Wakil Ketua Ansor Kabupaten Malang periode 1998-2000 ini, rombongan kemudian bergerak menuju Blitaruntuk sowan ke makam Proklamator RI Bung Karno.

Di Blitar, rombongan menyerahkan 17 Bendera Merah Putih kepada Sekretaris Kota Blitar Rudi Wijanarko yang didampingi Ketua PC NU Kota Blitar Habib Bawafi.

Dala acara penyerahan itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Alfa Isnaeni mengatakan, bangsa Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan yang mencoba mereduksi nilai-nilai kebangsaan. Atas realitas inilah kemudian GP Ansor dan Banser meneguhkan sikap untuk berkeliling Indonesia melalui Kirab Satu Negeri demi membangkitkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

"Orang-orang yang cinta NKRI, nasionalis, pancasilais, tidak boleh diam di tengah ancaman dari kelompok yang memaksakan kepentingannya sendiri dan membahayakan keutuhan bangsa. Nasionalis itu waras, Pancasilais itu waras, jadi yang waras tidak boleh ngalah," tegas Alfa Isnaeni usai memanjatkan doa di pusara Bung Karno.

"Kebhinekaan itu realitas, NKRI sudah final. Untuk itu ayo kita teguhkan sikap kebangsaan kita," lanjutnya.

Kirab Satu Negeri sendiri dimulai pada 16 September lalu dan akan berakhir pada 26 Oktober. Puncak Kirab Satu Negeri akan digelar di Yogyakarta dan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo dalam sebuah apel akbar yang bakal dihadiri sekitar 100 ribu anggota Banser. (Red: Ahmad Rozali)

Selasa 9 Oktober 2018 23:15 WIB
Kiai Said Setuju Hari Anti-Hoaks Diperingati
Kiai Said Setuju Hari Anti-Hoaks Diperingati

Bogor, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan kesetujuannya agar tanggal 3 Oktober dijadikan sebagai hari anti-hoaks nasional. Menurutnya, hoaks itu fitnah yang bisa menghancurkan sebuah bangsa.

"Iya (setuju) hari anti-hoaks nasional'. (Jika tidak) Hancurlah bangsa ini," kata Kiai Said usai melakukan prosesi Peletakan Batu Pertama Pengembangan Kampus Unusia Jakarta di Jalan Pondok Udik Kemang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10.

Alumnus Universitas Ummul Quro Mekkah itu mengatakan bahwa 15 abad yang lalu, Al-Qur'an dalam Surat Al-Qalam ayat 10-12 dan Surat Al-Baqarah ayat 217 telah menyatakan tentang bahaya fitnah.

"Ada di Al-Qur'an-nya juga. Ada 15 abad yang lalu," kata kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat itu.

Menurut Kiai Said dengan mengutip Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 217, fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan. Pembunuhan, sambung Kiai Said, jelas pelaku dan kesalahannya. Sementara fitnah terjadi ketidakjelasan tentang pelaku (dalang), sumber, dan tujuannya.

"Loh iya dong (setuju), alfitnatu asyaddu minal qatl. Dampak fitnah (bisa) menghancurkan bangsa," jelas Kiai Said.

Sebagimana diketahui, seusai peristiwa penyebaran hoaks yang dilakukan oleh beberapa elit politik Indonesia, kemudian mendapat respon dari beberapa pihak, seperti Partai Persatuan Pembangunan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengusulkan agar tanggal 3 Oktober menjadi 'hari antihoaks nasional'. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)

Selasa 9 Oktober 2018 22:15 WIB
NU PEDULI SULTENG
Ragam Kebutuhan Mendesak dari Lokasi Gempa Sulteng, Mulai BBM hingga Kain Kafan
Ragam Kebutuhan Mendesak dari Lokasi Gempa Sulteng, Mulai BBM hingga Kain Kafan
Jakarta, NU Online
Sejak dua hari pasca Gempa Bumi di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah menurunkan Tim NU Peduli Sulteng untuk melakukan penanganan korban bencana di sejumlah belasan titik di Sigi, Donggala, dan Palu Sulawesi Tengah.

Dalam laporannya per hari Senin, (8/10) terdapat sepuluh kebutuhan yang mendesak di lokasi bencana, antara lain: BBM, makanan siap saji dan air minum, pelayanan kesehatan baik tim medis maupun obat-obatan, selimut dan alas tidur, air bersih, tenda dan terpal, tambahan relawan Tim SAR, perlengkapan ibadah, alat peneranan, kantong mayat dan kain kafan.

Secara keseluruhan terdapat belasan program yang telah dijalankan oleh tim tersebut; antara lain terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban dan berhasil mengevakuasi 130 jenazah, memberikan pelayanan  hingga mencapai  120 pasien, mendistribusikan sembako, terpal, peralatan masak dan genset di 14 titik.

Selain itu, tim ini juga telah melakukan penyediaan air bersih dan MCK, mendirikan 10 tenda pengunsian dan mendirikan satu pos induk dan sembilan pos lapangan.

Sejak awal diturunkan pada 30 September hingga saat ini, terdapat 106 relawan yang terlibat di dalamnya, dan telah berhasil melayani lebih dari 50 ribu korban bencana. 

Posko induk tim NU Peduli Sulteng berada di Tatana Kota Palu. Tim ini membawahi 10 posko lapangan yang berada di Sigi, Donggala dan Palu. Selain melakukan koordinasi secara di internal keluarga besar NU Sulteng, tim ini juga aktif melakukan koordinasi secara eksternal untuk menyamakan langkah dengan pihak lain dalam membantu korban bencana gempa bumi.  (Ahmad Rozali)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG