IMG-LOGO
Daerah

Tidak Patut Menjadikan Gempa sebagai Bahan Guyonan

Kamis 11 Oktober 2018 23:30 WIB
Tidak Patut Menjadikan Gempa sebagai Bahan Guyonan
Rumah warga Pulau Sapudi Sumenep akibat gempa.
Surabaya, NU Online
Terjadinya gempa dan tsunami di sejumlah daerah ternyata ditanggapi beragam oleh masyarakat. Alih-alih ikut prihatin dan memberikan donasi, malah sebagian membuat guyonan gempa yang dikaitkan dengan persetubuhan sepasang suami istri. 

“Menurut saya, membuat guyonan persetubuhan atau jimak antara suami istri dengan musibah gempa adalah tidak tepat,” kata Ustadz Nur Fauzi Ahsan, Kamis (11/10).

Menurutnya, bagi yang tidak terkena musibah gempa, mungkin gurauan tersebut dianggap biasa. “Tapi bagi yang terkena gempa, atau bagian dari kerabat korban, guyonan seperti itu, sangatlah tidak patut bahkan berpotensi menyakitkan,” kata dosen Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel ini. 

Apalagi semua kalangan mafhum bahwa yang terkena gempa selama ini mayoritas saudara sesama Muslim, atau paling tidak saudara sebangsa dan sesama manusia. 

“Mestinya kita empati, turut sedih dan mendoakan semoga diberi ketabahan atau sedapat mungkin mengulurkan tangan dan bukan malah membuat guyonan,” kata aktis Aswaja NU Center Pengurus Wilayah NU Jatim ini. 

Dalam pandangannya, setiap orang pasti tidak ingin gempa menimpa diri dan keluarga. “Hendaknya kita jadikan gempa sebagai cara Allah untuk menegur agar kembali kepada jalan yang diridhai,” jelasnya. 

Bahkan secara khusus, Ustadz Fauzi menukil surat Al-Hadid ayat 23. Prinsipnya, dalam segala hal yang luput dan menimpa manusia hendaknya jangan berduka cita demikian pula terlalu gembira. “Karena Allah tidak suka orang yang sombong serta membanggakan diri,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)
Kamis 11 Oktober 2018 22:45 WIB
NU Sampang Ingatkan Hari Santri Milik Semua Kalangan
NU Sampang Ingatkan Hari Santri Milik Semua Kalangan
Sampang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Jawa Timur kembali menggelar peringatan Hari Santri pada 20 dan 22 Oktober.

Ada beberapa rangkaian acara yang memeriahkan hari santri tahun ini. Kegiatan tersebut antara lain pelantikan PCNU Sampang, istighotsah, santri bershalawat, apel santri dan drama kolosal Resolusi Jihad NU.

KH Nuruddin JC menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan digelar untuk memperingati perjuangan santri dan sumbangsihnya bagi kemerdekaan Indonesia. “Juga merupakan salah satu bentuk syiar NU bagi masyarakat Kabupaten Sampang pada khususnya,” katanya, Kamis (11/10).

Dalam pandangan Wakil Ketua PCNU Sampang tersebut, pada dasarnya hari santri bukan hanya untuk santri. “Tapi juga untuk nahdliyin dan masyarakat Sampang pada khususnya," jelasnya.

Dirinya menambahkan hari sebagai kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan PCNU Sampang. "Kegiatan hari santri ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun sejak ditetapkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo,” ungkapnya.

Sementara itu pada peringatan tersebut juga dilangsungkan pelantikan dan istighotsah pada 20 Oktober. "Untuk pelantikan dan istigotsah akan dilaksanakan hari Sabtu dan malamnya dilanjutkan santri bershawat di lapangan Wijaya Kusuma Sampang," urainya.

Sedangkan kegiatan puncak hari santri adalah apel hari santri dengan instruktur Pj. Bupati Sampang dengan dilanjutkan drama kolosal Resolusi Jihad NU di halaman kantor Pemkab setempat. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Kamis 11 Oktober 2018 22:30 WIB
Marak Kabar Bohong dan Bencana Alam, NU Jatim Gelar Istighotsah
Marak Kabar Bohong dan Bencana Alam, NU Jatim Gelar Istighotsah
Surabaya, NU Online
Sejumlah ulama dan kiai di Jawa Timur merasa prihatin dengan kiai merebaknya kabar bohong dan ujaran kebencian. Demikian pula seringnya musibah bencana alam yang menimpa sejumlah kawasan di negeri ini. Upaya batin harus segera dilakukan demi keselamatan bangsa.

“Karena itu dalam rangka memperingati hari santri, para ulama dan kiai menggelar istighotsah kubro sebagai bentuk keprihatinan akan musibah yang datang bertubi-tubi di negeri ini,” kata KH Reza Ahmad Zahid, Kamis (11/10).

Demikian pula  yang menjadi keprihatinan adalah kian marak dan tersebarnya hoaks atau kabar bohong.  “Karena beredarnya berita tanpa dasar atau hoaks tersebut akan memecah belah bangsa,” kata Gus Reza, sapaan akrabnya.

Ketua panitia istighotsah kubro ini mengemukakan bahwa kegiatan sebagai upaya para santri dengan dibimbing kiai dan ulama demi memperbaiki kondisi bangsa. “Karena itu tema yang kami angkat pada istighotsah kubro adalah dedikasi santri untuk negeri,” ungkap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Kegiatan yang akan dipusatkan di Gelora Delta Sidoarjo pada Ahad (21/10) tersebut juga sebagai ikhtiar menyelamatkan bangsa. “Karena kesatuan dan persatuan di negeri ini sedang diuji lantaran maraknya gerakan yang berupaya memecah belah bangsa,” jelasnya di hadapan insan media dan utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur.

Menurut Gus Reza, nantinya diperkirakan akan hadir satu juta santri dari berbagai kota di Jatim. “Kita akan mendoakan keselamatan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.

Hadir pada pertemuan yang berlangsung di aula PWNU Jatim tersebut yakni KH Agus Ali Masyhuri, KH Abdul Matin, KH Syafrudin Syarif, KH Abdul Salam Sochib, juga KH Athoillah Anwar Manshur. (Ibnu Nawawi)
Kamis 11 Oktober 2018 21:45 WIB
Pergunu Jabar Soroti Diskriminasi Pemerintah dalam Pengangkatan CPNS Tenaga Honorer
Pergunu Jabar Soroti Diskriminasi Pemerintah dalam Pengangkatan CPNS Tenaga Honorer
Rakor Pergunu Jabar
Bandung, NU Online
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 36 Tahun 2018 tentang kriteria penetapan kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS tahun 2018, dinilai sangat diskriminatif terhadap guru honorer, karena banyak guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun dan usianya di atas 35 tahun tidak bisa ikut seleksi CPNS.

Menurut Ketua Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh pada rapat koordinasi Pergunu Jawa Barat, seharusnya Pemerintah bisa mengakomodir guru honorer dalam seleksi CPNS. "Kasih ruang yang sama, bahkan seharusnya mereka diprioritaskan untuk diangkat menjadi CPNS dengan pengabdian yang sudah begitu lama, bahkan ada guru honorer yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahun," tutur Saepuloh, Rabu (10/10).

Lebih lanjut, Saepuloh menjelaskan bagaimana perjuangan guru honorer dalam pengabdian dalam dunia pendidikan sangat luar biasa, meski banyak diantara mereka mendapatkan gaji dibawah UMR, bahkan ada yang kisaran 300 ribu per bulan tidak melunturkan semangat pengabdian dan dedikasi mereka dalam pendidikan.

Masalah guru honorer ini merupakan masalah nasional yang harus disikapi serius oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Pemerintah jangan lepas tangan akan permasalahan yang dihadapi oleh guru honorer, baik kesejahteraan jaminan kesehatan serta perlindungan dalam melaksanakan tugasnya.

"Kita dapat keluhan dari guru honorer di Madrasah Swasta di Kab Garut, bahwa tunjangan sertifikasi yang dia dapat dipotong 20% dengan tidak menjelaskan peruntukannya," tutur Saepuloh.

Pada kesempatan tersebut, salah satu Pengurus Pergunu Kab Bandung, Yohanik menjelaskan bahwa di Madrasah tempat dia ngajar semua guru honorer diwajibkan ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan dipotong gajinya setiap bulan, padahal gaji yang mereka dapat hanya kisaran 400 ribu per bulan.

Pada rapat koordinasi tersebut, disepakati beberapa rekomendasi, yaitu: pertama, Pergunu meminta pemerintah merevisi Permen PAN dan RB No. 36 tahun 2018 dan Permen PAN dan RB No. 36 tahun 2018 dan menunda penerimaan CPNS tahun 2018 sampai selesai revisi Permen PAN dan RB tersebut.

Kedua, Pergunu meminta pemerintah memberikan hak yang sama kepada semua honorer baik di sekolah negeri maupun swasta dengan memberikan SK pengangkatan dari pemerintah daerah atau pusat sampai diangkat menjadi CPNS dengan gaji dan jaminan kesehatannya ditanggung negara. Dan ketiga, Pergunu meminta pemerintah agar tidak membantu usia pengangkatan CPNS dari tenaga honorer. (Awis Saepulloh/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG