::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Habib Luthfi: Jangan Biarkan Pihak Lain Merusak Indonesia

Jumat, 12 Oktober 2018 21:30 Nasional

Bagikan

Habib Luthfi: Jangan Biarkan Pihak Lain Merusak Indonesia
Pekalongan, NU Online
Kamis malam (11/10) pukul 21.00 WIB pengurus Jatman berkumpul di kediaman Rais Aam Maulana Habib Luthfi bin Yahya untuk mengadakan rapat. Rapat diadakan malam sebelum pengajian rutin kliwonan di Kanzus Shalawat.

"Pengurus Jatman Idarah Aliyah berkumpul untuk melaporkan perkembangan program kerja masing-masing lajnah," ujar Kiai Thobary Syadzili, salah satu peserta rapat.

Pengurus Lembaga Dakwah PBNU ini menyampaikan rapat semalam sekaligus membahas langkah Jatman menyikapi perkembangan negeri. "Jatman selalu mencermati setiap perkembangan kehidupan sosial dan kenegaraan dalam bingkai NKRI," lanjut ia menjelaskan.

Mudir Aam KH Wahfiudin Sakam mengatakan Jatman di bawah kepemimpinan Habib Luthfi, dalam situasi gonjang-ganjing politik seperti sekarang, memainkan peran yang sangat strategis dalam menjaga kesatuan dan persatuan nahdliyin, umat Islam, dan NKRI.

"Maulana Habib Luthfi berpesan agar Jatman menjaga hubungan baik dengan TNI-Polri. Karena TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat, dan kita selaku bapak-ibu kandung mereka harus melindungi TNI-Polri," ungkapnya.

Habib Luthfi menjelaskan jika rakyat dengan TNI-Polri bersatu, mereka yang ingin menggangu NKRI akan berfikir panjang. Mengganggu Indonesia bukan hanya akan berhadapan dengan TNI-Polri, tetapi juga akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. "Jangan biarkan pihak lain mencoba merusak Indonesia," tegasnya.  

Rais Aam dan Mudir Aam saling tertawa sumringah, sama-sama sepakat memahami dinamika yang sedang terjadi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan Jatman. (Nugraha Ramadhan/Kendi Setiawan)