IMG-LOGO
Nasional

Tak Putus Semangat, Santriwati IIQ Bangkit Pascakebakaran Asrama


Selasa 16 Oktober 2018 13:45 WIB
Bagikan:
Tak Putus Semangat, Santriwati IIQ Bangkit Pascakebakaran Asrama
Santriwati Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ)
Tangsel, NU Online
Video pendek berdurasi 1 menit 3 detik ini menjadi penyemangat para santriwati Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta untuk bangkit pascaperistiwa kebakaran asrama pada Sabtu, 13 Oktober lalu. Video pendek ini memenangkan kompetisi Festival Video Pendek Santri untuk kategori Lalaran Nazham Alfiyah.

Video Santriwati IIQ

Karya Hasna Nabilah ini terpilih sebagai Juara III dalam festival video pendek santri yang digelar Kementerian Agama RI dalam rangka menyambut Hari Santri 2018. Kegiatan bertajuk “Santri Millennial Competitions”.

Video pendek Lalaran Nazhom Alfiyah karya santri Pondok Pesantren Tahassus IIQ ini dimulai dengan tebak-tebakan asal kata shaffa dalam kajial ilmu sharaf. Berikutnya lalaran nazhaman pun dimulai.

Adegan yang paling menarik mungkin penampilan viguran yang menangkap kupu-kupu sambil bertepuk tangan menyesuaikan dengan irama ketukan nazham yang sedang dinyanyikan. Jadi ada unik dan lucu-lucunya.

Perwakilan tim tanggap darurat pasca musibah kebakaran asrama IIQ, Abdul Rosyid mengatakan, video ini menjadi penyemangat para santriwati dan mahasiswa IIQ untuk bangkit memulai aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur'an kembali.

"Kami menghaturkan terima kasih atas sumbangan dari para donatur sejak hari kejadian, baik berupa uang, pakaian, mukena, makanan, minuman, dan lainnya," ujarnya di asrama Pesantren IIQ, Selasa (16/10).

Bahkan sejak Sabtu (13/10) pukul 20.00 WIB atau sehari setelah kejadian jenis bantuan berupa pakaian, mukena, dan jilbab sudah dianggap sudah cukup karena terlalu banyak sumbangan yang masuk memenuhi area pesantren.

"Untuk pakaian dan mukena kami hentikan. Jenis bantuan yang sekarang lebih dibutuhkan adalah berupa
uang, sembako dan makanan mentah," tambahnya.

Mulai Senin (15/10) kemarin semua mahasantri terdampak musibah akan dipindahkan dan difasilitasi untuk tinggal di dua lokasi, yakni ruang-ruang di dalam Pesantren yang akan dimodifikasi, serta di perumahan Villa Inti Persada Pamulang, dekat Pesantren.

Musibah kebakaran menghabiskan satu bangunan dua lantai yang dinamakan "Asrama DKI". Semua santri berhasil di selamatkan, tapi barang-barang termasuk laptop dan kebutuhan belajar hangus terbakar. Sejak sehari setelah kejadian, beberapa pihak datang menyampaikan simpati dan bantuan dana, termasuk menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Anam)

Bagikan:
IMG
IMG